PTPP Targetkan Laba Bersih Rp 730 Miliar - Proyeksi Tahun 2015

NERACA

Jakarta – Kekhawatiran pertumbuhan ekonomi tahun 2015 bakal berjalan lambat, tidak menjadi alasan bagi PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) untuk mematok target kinerja keuangan konservatif. Bahkan sebaliknya, perusahaan konstruksi PTPP menargetkan laba bersih sebesar Rp730 miliar pada tahun 2015 atau tumbuh 35% dibanding laba bersih 2014 yang diproyeksikan sebesar Rp530 miliar.

Direktur Keuangan PTPP, Tumiyono mengatakan, kenaikan laba sejalan dengan gencarnya program pembangunan infrastruktur yang dicanangkan pemerintah yang diharapkan mendorong seluruh pilar bisnis perusahaan,”Pada 2015 perseroan juga menargetkan pendapatan tumbuh sekitar 35% menjadi Rp19 triliun, dari estimasi pendapatan tahun 2014 yang diperkiraan sebesar Rp14,22 triliun,”ujarnya di Jakarta, Rabu (26/11).

Selama tahun 2015, perseroan menargetkan meraih kontrak baru (order book) sebesar Rp27 triliun, melonjak 25% dari kontrak baru tahun 2014 sebesar Rp21,595 triliun. Maka dengan begitu total order book perseroan akan menembus angka Rp55 triliun, terdiri atas order book 2015 sebesar Rp27 triliun, dan kontak peralihan (carry over) dari tahun sebelumnya sekitar Rp27,6 triliun.

Sejumlah proyek baru yang telah diperoleh perusahaan antara lain Mall dan Apartemen Sawangan Depok senilai Rp896 miliar, tol Depok-Antasari Rp654,022 miliar, Landmark Bandung Rp599 miliar, Lexington Apartement Jakarta Rp442 milar, Wang Residence Citicon Jakarta Rp400 miliar.

Selanjutnya Bendungan Pidexo Wonogiri Rp361 miliar, Hotel Dompu Mangadoro NTT Rp318 miliar, RSP Unair Rp314 miliar, Icon Complex Jakarta Rp270 miliar, The Basilica Apartemen Palembang Rp335 miliar dan Pejaten Park Jakarta Rp205 miliar.

Tumiyono menambahkan, selama tahun 2015 perseroan mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp1,8 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk penambahan 'landbank' sebesar Rp200 miliar, pendirian pabrik pracetak baru di Lampung Rp150 miliar, pengembangan proyek properti Grand Kamala Lagoon Rp108 miliar, investasi 6 ruas jalan tol dalam kota.

Adapun sumber pembiayaan capex 2015, sebesar Rp700 miliar diperoleh dari hasil IPO PT PP Properti pada kuartal II 2015 yang diperkirakan meraup dana Rp1,2 triliun-Rp1,5 triliun. Selanjutnya dari penerbitan obligasi berkelanjutan sebesar Rp300 miliar, dan termasuk dari hasil restrukturisasi utang dan pinjaman perbankan,”Sumber pembiayaan capex 2015 sudah aman," ujarnya.

Secara keseluruhan tambah Tumiyono, ekspansi bisnis perseroan pada tahun depan pascakenaikan harga BBM tidak terlalu terganggu,”Semua kontrak yang diperoleh bersifat jangka panjang dan sudah memperhitungkan tingkat inflasi. Jika ada potensi yang mempengaruhi kontrak maka tentu langsung dibicarakan dengan pemilik proyek. Jadi relatif sangat aman,”paparnya. (bani)

BERITA TERKAIT

CIMB Niaga Terbitkan Sukuk Rp 600 Miliar - Dukung Pembiayaan Syariah

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam rangka menunjang ekspansi bisnisnya di pembiayaan syariah, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menerbitkan…

TOWR Naikkan Pinjaman Jadi Rp 300 Miliar - Rubah Perjanjian JP Morgan

NERACA Jakarta – Besarnya kebutuhan dana ekspansi bisnis, menjadi alasan bagi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui anak usahanya…

LPDB KUMKM Siapkan Rp300 Miliar - Kembangkan Sektor Unggulan Jatim

      NERACA   Surabaya - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM bekerjasama dengan Bank Jatim akan mengembangkan sektor-sektor…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Investor Papua Didominasi Kaum Milenial

Kepala kantor perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua Barat, Adevi Sabath mengatakan, investor pasar modal di Papua Barat didominasi oleh…

BEI Suspensi Perdagangan Saham SURE

Setelah masuk dalam kategori saham unusual market activity (UMA) atau pergerakan harga saham di luar kebiasaan, kini PT Bursa Efek…

Volume Penjualan Semen Baturaja Naik 38%

Hingga September 2018, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) mencatatkan penjualan semen domestik tumbuh 38% dibandingkan dengan periode yang sama…