UPP Powerbank Tenaga Hidrogen

Ketergantungan manusia dengan gadget memang sudah tidak aneh lagi, manusia kini memang tidak bisa jauh dari peralatan gadget atau elektronik. Kemajuan teknologi membuat segala pekerjaan manusia kini menjadi lebih mudah. Namun keterbatasan daya peralatan elektronik membuat manusia membutuhkan penambah daya cadangan, terutama yang bisa dibawa kemana-mana.

Powerbank memang menjadi pilihan yang tepat untuk mengisi daya peralatan elektronik kita seperti smartphone ataupun tablet disaat kondisi darurat dan tidak ada colokan untuk mengisi daya. Namun untuk sebagian orang, mengisi daya powerbank menjadi pekerjaan yang sering terlupakan. Jadi mungkin memiliki powerbank dengan sumber energy yang mudah di isi dimana saja bisa menjadi pilihan yang sangat menarik.

Keunikan UPP terletak pada spesifikasinya yang tidak dilengkapi dengan baterai isi ulang. UPP terdiri dari 2 modul. Untuk modul utamanya, berupa Fuel Cell yang terdiri dari tombol on atau off dan port USB. Sedangkan modul keduanya berbentuk kartrid berisi sel hidrogen. Modul inilah yang nantinya bertugas untuk menyuplai tenaga baterai smartphone atau tablet.

Setelah kartrid ditancapkan ke modul Fuel Cell miliknya, barulah UPP bisa digunakan untuk mengisi ulang baterai gadget. Jika habis, katrid UPP bisa dibeli di gerai-gerai yang telah ditentukan. Sayangnya UPP saat ini baru tersedia di pasaran Amerika dan Inggris. Konsepnya ini agak mirip dengan batu baterai. Untuk memantau energi yang tersisa, UPP telah dilengkapi dengan aplikasi pendukung yang tersedia untuk perangkat iOS dan Android.

Dengan pemakaian yang cukup intensif, satu kartrid akan dapat digunakan hingga sekitar seminggu. Kecepatan isi ulangnya pun diklaim sama cepatnya dengan menggunakan charger smartphone atau tablet pada umumnya. UPP juga sudah dilengkapi dengan teknologiBattery Protectionuntuk melindungi gadget kita. Upp sendiri akan dibandrol dengan harga Rp2.384.000. dan sekitar Rp800.000 untuk kartrid isi ulangnya.

BERITA TERKAIT

Serbuan Tenaga Kerja Asing, Antara Investasi dan Invasi

Oleh: Djony Edward Kehadiran tenaga kerja asing (TKA) asal China benar-benar membingungkan, tidak ada data yang transparan. Yang ada hanyalah…

LAPORAN PENGELOLAAN BPJS TENAGA KERJA

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK) Agus Susanto (ke empat dari kanan) bersama jajaran Direksi dan Dewan Pengawas memberikan Paparan Hasil…

Butuh Rp30 Triliun untuk Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja

  NERACA Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyebutkan pemerintah membutuhkan anggaran sebesar Rp 30 triliun untuk meningkatkan…

BERITA LAINNYA DI TEKNOLOGI

Kominfo Tidak Batasi Lagi Registrasi Kartu SIM Dengan NIK

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memutuskan bahwa satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) bisa digunakan untuk mendaftarkan lebih dari 3 nomor…

Cara Merawat Layar Smartphone

Saat ini smartphone menjadi salah satu kebutuhan bagi manusia, tapi banyak pengguna yang belum bisa merawat perangkat tersebut dengan baik.…

Astragraphia Document Solution Resmi Rilis ARTIC - Perkuat Solusi B2B

Sebagai Solusi Cost Management berbasis Cloud Pertama di Indonesia Astragraphia Document Solution resmi rilis Accounting Report Information on Cloud (ARTIC).  …