Mencicipi Kuliner Langka

Kuliner khas Indonesia kini memang mulai susah ditemui, langka dan nyaris punah. Beragam kuliner ini hampir saja hilang, salah satu kuliner khas yang nyaris punah itu adalah Grontol. Grontoladalah makanan tradisional yang berasal dari jagung yang direbus dan dihidangkan dengan diberi taburan parutan kelapa. Hampir sebagian besar di seluruh wilayah Jawa mengenal makanan tradisional yang mulai hilang dan nyaris punah ini.

Apalagi kalau bukan dikarenakan sudah kurangnya peminat Grontol. Sebagian orang lebih banyak memilih makanan yang modern dan cepat saji, dan makanan ini dianggap sudah sangat tertinggal dan kurang menarik. Padahal sebenarnya makanan ini sangatlah sehat. Tidak berbeda jauh dengan Grontol, kuliner asli Indonesia yang juga terbuat dari jagung bernama Bassang yang juga terbuat dari buah jagung juga nyaris punah.

Dalam proses penyajian Bassang, jagung dicampur dengan santan, tepung terigu, air, serta gula juga garam. Kuliner ini sangatlah enak bila disantap selagi masih hangat. Kuliner khas Makassar ini dipercaya memiliki khasiat yang sangat baik bagi tubuh, selain itu kuliner ini disukai karena campuran rempah-rempah jahe yang bisa menghangatkan tubuh.

Kuliner yang juga hampir punah ialah Sayur Babanci, sayur yang satu ini memang terkesan aneh dan sulit dijumpai di pasar-pasar tradisional. Hal ini terjadi karena bahan-bahan membuat sayurnya yang memang sangat susah untuk dicari seperti temu mangga, kedaung, bangle, adas, dan lempuyang. Kuliner khas masyarakat betawi ini memang mulai susah ditemui, karena itulah warga Betawi hanya menyajikan sayur itu pada hari-hari besar keagamaan sebagai menu keluarga, seperti buka puasa, Hari Raya Idul Fitri, dan Hari Raya Idul Adha.

Selain itu pembuatannya pun tidak sembarangan, hanya orang yang memiliki keahlian dan terbiasa membuat Sayur Babanci ini saja yang bisa membuatnya.Nah, yang membuat kuliner Indonesia menarik karena selain rasanya ataupun tampilannya yang sangat menggugah selera, khasiatnya juga sangat baik untuk tubuh.

BERITA TERKAIT

Pemkot Sukabumi Bangun 34 Kios Wisata Kuliner - Dapat Dana CSR dari BJB

Pemkot Sukabumi Bangun 34 Kios Wisata Kuliner Dapat Dana CSR dari BJB NERACA Sukabumi - PT. Bank Jabar Banten (BJB)…

Menjajaki Potensi Usaha Kuliner Dimsum

  Untuk anda yang ingin memulai usaha baru dibidang kuliner, tapi punya modal pas-pasan. Nah pas banget disini bisa jadi…

KOTA SUKABUMI - Sempat Langka, Gas LPG 3 Kg Kembali Stabil

KOTA SUKABUMI Sempat Langka, Gas LPG 3 Kg Kembali Stabil NERACA Sukabumi - Sempat terjadi kelangkaan terhadap liquefied petroleum gas…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Menpar Tantang Sumatera Barat Tiru Kesuksesan Mandalika

Dalam rangka undangan untuk menghadiri puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang, Sumatera Barat, Presiden Joko Widodo bersama…

Kemenpar Incar Lima Negara Penghasil Turis dan Devisa

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menetapkan China, Eropa, Australia, Singapura, dan India sebagai Top Five Pasar Utama Wisatawan Mancanegara (wisman) 2018. Penetapan…

Merindukan Kemacetan di Kawasan Puncak

Hujan lebat mengawali Sabtu (11/2) pagi di kawasan Puncak Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Usai hujan reda, matahari mulai menampakkan…