Antam Luncurkan Program Investasi Emas

Janjikan Keuntungan Berganda

Rabu, 26/11/2014

NERACA

Jakara – Meskipun saat ini harga emas belum pulih, namun komoditi emas sebagai investasi jangka panjang dinilai masih aman dan tahan terhadap angka inflasi yang terus terkerek naik sebagai imbas dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Maka menjawab kebutuhan masyarakat akan investasi emas, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) meluncurkan program investasi emas yang dinamakan Berencana Aman Kelola Emas (Brankas),”Nantinya kalau dilihat Brankas ini memberikan kepastian berganda bagi para investor untuk berinvestasi komoditas emas,”kata Direktur PT Aneka Tambang Tbk, Hari Widjajanto di Jakarta, Selasa (25/11).

Dia mengatakan, produk investasi ini dilakukan perseroan dalam rangka meramaikan bisnis investasi emas. Perusahan badan usaha milik negara (BUMN) ini menjamin keamanan berinvestasi di instrumen ini. Hal ini mengingat status ANTM yang sebagai perusahaan pelat merah."Program ini memang kami luncurkan untuk memperkuat penetrasi pasar, khususnya untuk kalangan ritel domestik," tambahnya.

Menurut Hari, program ini juga merupakan langkah antisipatif ANTM jika pemerintah nanti resmi memberlakukan pelarangan penjualan bijih mineral mentah."Masyarakat dapat menikmati layanan Brankasini dengan melakukan pendaftaran di jaringan Butik LM milik kami," jelasnya.

Sekedar informasi, ANTM telah membuka 10 Butik Emas LM yang tersebar di sembilan kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Makassar, Surabaya, Palembang, Banjarmasin, Balikpapan, dan Medan. nvestasi di sektor emas atau logam mulia tidak hanya sekedar memperoleh emas, namun yang paling penting adalah melakukan sertifikasi emas tersebut.

Perencana Keuangan CV Salama Mitra Investa, Endy Kurniawan mengungkapkan, investasi emas ada beberapa jenis yakni batang dan koin. Namun emas tersebut harus disertifikasi agar keaslian dan harganya dapat dipercaya oleh masyarakat banyak,”Bentuk batangan emas Antam dan lokal. Ada emas cucian dan tambang masyarakat yang dicetak, tapi emas itu harus disertifikasi, biar jelas keasliannya dan dapat dipercaya," ujarnya .

Dia menambahkan, investasi emas tidak seharusnya dijadikan perhiasan karena nilainya akan berkurang. Hal itu disebabkan model perhiasan emas bisa ketinggalan zaman. "Meski aksesoris itu sekelas berlian, sama saja tidak akan memberikan penambahan bagi nilai jualnya," kata dia.

Lebih lanjut Edy menuturkan, dalam investasi emas harus memenuhi beberapa kriteria yang ada, khususnya yang diperdagangkan oleh perusahaan yang sudah dipercaya,”Kalau emas perhiasan ada nilainya yang dimasukin dalam komponen harga. Kalau dijual kan komponennya dihilangkan. Jadi bakal berkurang. Emas juga ditransaksikan di perusahaan yang terpercaya,”tandasnya.

Sebagai informasi, pada kuartal tiga tahun 2014, Antam membukukan kerugian mencapai Rp 563,90 miliar hingga September 2014 dari periode sama tahun sebelumnya untung Rp 347,99 miliar. Penjualan juga turun 34% dari Rp 8,8 triliun menjadi Rp 5,81 triliun hingga kuartal III 2014. (bani)