Berikutnya, Indeks BEI Rawan Terkoreksi

Selasa, 25/11/2014

NERACA

Jakarta –Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 29,719 poin (0,58%) ke level 5.141,764. Sementara Indeks LQ45 menanjak 8,371 poin (0,95%) ke level 886,929. Penguatan IHSG sudah terjadi sejak awal perdagangan seiring dengan derasnya sentiment positif dari dalam dan luar negeri.

Kata Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, menguatnya mayoritas bursa saham Asia, stabilnya pergerakan mata uang rupiah, dan pelaku pasar asing yang kembali melakukan pembelian memberikan sentimen positif bagi IHSG BEI,”Tiongkok yang menurunkan tingkat suku bunga pinjaman menjadi salah satu pendorong bagi aset-aset beresiko seperti saham dan komoditas,”ujarnya di Jakarta, Senin (24/11).

Analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan bahwa IHSG BEI mengikuti pergerakan mayoritas bursa saham regional dankembali bergerak di atas level psikologis 5.100 poin. Namun, menurut dia, menguatnya indeks BEI itu secara teknikal akan mendorong keadaan di pasar modal domestik masuk ke dalam area jenuh beli (overbought) sehingga ada potensi koreksi ke depannya.

Pada perdagangan kemarin, hampir seluruh indeks sektoral di lantai bursa bisa menguat dan hanya sektor konstruksi yang melemah. Pelaku pasar domestik mendominasi transaksi di bursa awal pekan. Transaksi investor asing hingga sore tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 142,943 miliar di seluruh pasar. Sedangkan di pasar reguler sebesar Rp 212,008 miliar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 247.749 kali dengan volume 6,521 miliar lembar saham senilai Rp 5,042 triliun. Sebanyak 174 saham naik, 130 turun, dan 91 saham stagnan. Pergerakan bursa-bursa regional menjadi variatif hingga siang hari ini. Bursa saham Singapura terkena aksi ambil untung setelah naik cukup tinggi. Rencana stimulus pemerintah Tiongkok membuatnya bursanya naik tinggi.

Bursa saham Tiongkok dan Hong Kong menanjak cukup tinggi didorong sentimen positif rencana pemberan stimulus dari pemerintah Tiongkok. Bursa saham Jepang tidak berdagangan menyambut libur nasioanal. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Mayora (MYOR) naik Rp 950 ke Rp 25.200, Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 750 ke Rp 3.750, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 500 ke Rp 13.300, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 425 ke Rp 18.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 1.850, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.450 ke Rp 60.050, Danayasa (SCBD) turun Rp 945 ke Rp 2.850, dan Tigaraksa (TGKA) turun Rp 535 ke Rp 1.965.

Perdagangan sesi pertama, IHSG naik 28,982 poin (0,57%) ke level 5.141,027. Sementara Indeks LQ45 tumbuh 6,848 poin (0,78%) ke level 885,406. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun kompak menguat. Aksi beli asing kembali ramai terjadi di lantai bursa.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 148.795 kali dengan volume 3,699 miliar lembar saham senilai Rp 2,691 triliun. Sebanyak 190 saham naik, 99 turun, dan 63 saham stagnan. Pergerakan bursa-bursa regional menjadi variatif hingga siang. Bursa saham Singapura terkena aksi ambil untung setelah naik cukup tinggi. Rencana stimulus pemerintah Tiongkok membuatnya bursanya naik tinggi.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gowa Makassar (GWTD) naik Rp 1.125 ke Rp 9.000, Mayora (MYOR) naik Rp 450 ke Rp 24.700, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 425 ke Rp 18.500, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 375 ke Rp 18.650. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.025 ke Rp 60.475, Tigaraksa (TGKA) turun Rp 550 ke Rp 1.950, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 475 ke Rp 69.925, dan Trada Maritim (TRAM) turun Rp 260 ke Rp 780.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka menguat 21,90 poin atau 0,43% ke posisi 5.133,94 dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik 5,50 poin atau 0,63% ke posisi 884,06,”Sentimen dari Tiongkok yang meurunkan 'benchmark deposit rates' dan 'lending rates' masing-masing 25 basis poin (bps) dan 40 bps membawa bursa Asia bergerak menguat," kata Analis Samuel Sekuritas, Tiesha Narandha Putri.

Dia mengemukakan bahwa Tiongkok memangkas suku bunga deposito 1 tahun menjadi 2,75% sementara suku bunga pinjaman 1 tahun menjadi 5,6%. Selain itu, pernyataan bank sentral Eropa yang siap memberikan stimulus tambahan jika tekanan inflasi di kawasan Eropa masih rendah, juga menjadi salah satu katalis positif bagi pasar saham global.

Dirinya memperkirakan, IHSG akan menguat awal pekan ini dengan saham-saham berbasis komoditas yang berpotensi 'outperform' seiring dengan sentimen penurunan suku bunga Tiongkok yang menyebabkan kenaikan harga komoditas.

Chief Investment Strategist PT Astronacci International, Gema Goeyardi menambahkan bahwa IHSG berhasil bergerak menguat setelah sempat mengalami koreksi ringan pada pekan lalu,”Dalam jangka menengah, indeks BEI masih berada dalam area positif. Secara teknikal, indeks akan segera menuju target ke level 5.180 poin yang diperkirakan dicapai dalam pekan ini," katanya.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 391,54 poin (1,67%) ke 23.828,66, indeks Nikkei naik 56,65 poin (0,33%) ke 17.357,51, dan Straits Times menguat 8,34 poin (0,25%) ke posisi 3.353,66. (bani)