Golden Plantation Lepas 21% Saham

Rencana Go Public

Selasa, 25/11/2014

NERACA

Jakarta - Menjelang akhir tahun 2014, penawaran saham perdana ke publik/initial public offering (IPO) semakin ramai. Kini, anak usaha TPS Food yaitu PT Golden Plantation Tbk, perusahaan perkebunan kelapa sawit ini akan melepas saham ke publik.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (24/11), perseroan menawarkan saham sebanyak-banyaknya 800 juta saham biasa dengan nilai nominal Rp 100 atau sebanyak-banyaknya 21,82% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Selain itu, perseroan juga akan mengalokasikan saham yang ditawarkan sebanyak-banyaknya sebesar 80 juta saham atau 10% dari saham yang ditawarkan untuk program alokasi saham karyawan (employee stock allocation/ESA).

Disamping itu, perseroan juga menawarkan waran sebanyak 1 miliar waran seri I atau sebanyak-banyaknya 35% dari total jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Setiap pemegang empat saham baru berhak memperoleh lima waran.

Dana hasil IPO antara lain digunakan untuk mengakuisisi perusahaan PT Bailangu Capital dan PT Persada Alam hijau serta modal belanja modal untuk pengembangan kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit. Sedangkan dana hasil waran dipakai untuk modal kerja dan entitas anak,”Dana yang diincar kuran lebih Rp 200 miliar plus waran yang nantinya akan ditebus akan menambah Rp 300 miliar," kata Direktur PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), Sjambiri.

Perusahaan memilih menggelar IPO mengingat perkebunan merupakan bisnis dengan long term cashflow untuk menunjang ekspansi perseroan."Kalau ingin tumbuh dan menjadi besar memang tidak bisa selalu dipinjam harus ada modal sendiri," kata Sjambiri.

Sementara itu, bila tidak go public maka modal sendiri harus berasal dari TPF Food. Sedangkan TPS Food di bisnis makanan juga terus berkembang. Sjambiri menambahkan, cara mendapatkan modal baru di luar TPS Food lewat IPO dengan harapan jumlah lahan tertanam mencapai 70 ribu hektar (ha) pada 2018.

Untuk melakukan IPO ini, perseroan telah menunjuk PT CIMB Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Pemegang saham perseroan sebelum IPO antara lain TPS Food sebesar 99,99% dan sisanya Stefanus Joko Mogoginta sebesar 0,0003%. Perseroan mengklaim, sejumlah calon investor telah menyatakan minat untuk menyerap saham yang ditawarkan Golden Plantation.

Sebelumnya, Bunge Agribusiness Singapore Pte Ltd dan Kohlberg Kravis Robert (KKR) & Co. telah menyatakan niat untuk menjadi investor Golden Plantation. KKR merupakan pemegang saham kedua terbesar Tiga Pilar sebanyak 26%. Sedangkan Bunge saat ini memiliki 35% saham PT Bumiraya Investindo, anak usaha Golden Plantation.

Sebelumnya, Tiga Pilar berniat mendorong perusahaan pengelola perkebunan ke lantai bursa pada April 2014. Namun, perseroan memutuskan untuk melakukan restrukturisasi terlebih dahulu. Restrukturisasi dilakukan dengan mengakuisisi Golden Plantation untuk dijadikan holding company Bumiraya Investindo. Nilai pembelian mencapai Rp 2,5 miliar. Setelah diakuisisi, Golden Plantation melakukan internal take over terhadap aset Bumiraya Investindo sebelum IPO. (bani)