Prioritas Land Indonesia Gandeng Accor - Kembangkan Hotel di Bekasi

NERACA

Jakarta –Berbekal pengalaman dan brand yang cukup ternama, menjadi alasan bagi PT Prioritas Land Indonesia (PLI), pengembang properti yang kreatif dan inovatif menggandeng Accor sebagai operator jaringan hotel terbesar di Indonesia dan Asia Pasifik untuk mengembangkan hotel di Bekasi. Kerjasama tersebut tertuang dalam penandatangan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, disebutkan, pembangunan hotel akan dilakukan di lokasi Apartemen Indigo @ Bekasi, Bekasi Barat di lahan seluas 1,3 hektar. Hotel yang akan dikelola oleh Accor Group, berbendera Ibis (sector ekonomi) dan Mercure (sector menengah) dan terletak hanya 1,7 km dari pintu tol Bekasi Barat iniakan terdiri dari masing – masing 12 lantai dan berada di satu tower.

Kata Presiden Direktur PT Prioritas Land Indonesia, Marcellus Chandra, pertumbuhan ekonomi di Bekasi yang setiap tahunnya terus meningkat serta menjamurnya sektor industri mulai dari skala kecil, menengah, sampai skala raksasa yang ada di Bekasi memberikan dampak positif pada tingginya tingkat permintaan terhadap ruang hotel dan fasilitas akomodasi untuk keperluan bisnis termasuk meeting, incentives, convention and exhibition (MICE),”Alasan inilah perseroan membangun proyek hotel di Bekasi,”ujarnya.

Dirinya menuturkan, tingkat kunjungan kerja dan perjalanan bisnis, baik pekerja lokal maupun asing di Bekasi sangat tinggi, namun jumlah hotel masih sangat terbatas. Maka menjawab kebutuhan tersebut, perseroan mulai mengembangkan bisnis hotel di Bekasi.

Coldwell Banker Indonesia pernah mencatat, Bekasi merupakan wilayah dengan tingkat okupansi tertinggi sebesar 85% di Jabodetabek untuk hotel berbintang. Diharapkan kehadiran hotel-hotel Accor di lokasi tersebut dapat memenuhi tingkat permintaan kamar hotel, yang jumlah okupansi pernah mencapai 85%, tertinggi di Jabodetabek

Marcell melanjutkan, saat ini terdapat sekitar 4.000 perusahaan yang beroperasi di daerah Bekasi, dimana jika terdapat 3 orang saja ekspatriat di masing-masing perusahaan tersebut maka total jumlah ekspatriat berkisar 12.000 orang. Sementara jumlah kamar hotel yang tersedia di Bekasi saat ini hanya mencapai sekitar 800 kamar,”Itu artinya jumlah kamar yang tersedia tidak seimbang dengan kebutuhan. Belum lagi jika ditambah jumlah, turis local maupun asing yang melakukan kunjungan atau ada juga pegawai yang melakukan perjalanan bisnis ke Bekasi. Hal ini tentu akan membuat kamar hotel akan menjadi rebutan di akhir pekan,” tutur Marcell.

Asal tahu saja, PT PLI pada awal tahun ini meluncurkan apartemen 4 tower 33 lantai dan terdiri dari sekitar 300 unit. Namun, karena melihat potensi perhotelan di wilayah satelit ibukota Jakarta ini sangat baik, PT PLI memutuskan untuk mengubah satu dari empat tower apartemen tersebut menjadi hotel. (bani)

BERITA TERKAIT

Japfa Gandeng Bank dan Perusahaan Pendamping - Berdayakan Peternak

    NERACA   Jakarta - Di tengah upaya pemerintah meningkatkan populasi dan produksi ternak sapi dalam negeri, PT Japfa…

Ancaman Narkoba Semakin Menggurita di Indonesia

  Oleh : SV Farrah, Pemerhati Masalah Kemasyarakatan Madani   Dari pemberitaan berbagai media massa di Indonesia selama periode Agustus…

Produsen Elektronik Tiongkok Incar Pasar Indonesia

      NERACA   Jakarta – 250 Produsen elektronik asal Tiongkok dan Indonesia menggelar pameran di Jakarta International Expo…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

The Duck King Patok IPO Rp 505 Per Saham

NERACA Jakarta – Emiten pengelola jaringan restoran The Duck King, PT Jaya Bersama Indo Tbk (JBI). menetapkan harga saham dalam…

BEI Suspensi Saham PT Mahaka Media Tbk

Selang setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atau masuk UMA, saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) akhirnya…

Lunasi Obligasi Jatuh Tempo - Pefindo Naikkan Peringkat Antam Jadi A-

NERACA Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikan peringkat PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan Obligasi I (2011) menjadi…