Euforia BBM Sirna, IHSG Kembali Terkoreksi

NERACA

Jakarta – Setelah menguat tajam selama dua hari berturut-turut sebagai reaksi positif pelaku pasar atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, akhirnya mengakhiri perdagangan Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali ditutup melemah 34,367 poin (0,67%) ke level 5.093,566. Sementara Indeks LQ45 terpangkas 6,081 poin (0,69%) ke level 875,157.

Analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan bahwa memudarnya euforia kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi memicu jenuh beli investor sehingga indeks BEI bergerak terkoreksi,”IHSG masuk ke area jenuh beli harian, namun pola kenaikan jangka pendek indeks BEI masih terbentuk," katanya di Jakarta, Kamis (20/11).

Kendati demikian, menurut dia, koreksi pada saham-saham di dalam negeri saat ini bisa dijadikan kesempatan pelaku pasar saham untuk melakukan aksi beli. Beberapa saham yang dapat diperhatikan diantaranya Adaro Energy (ADRO), Astra Agro Lestari (AALI), Surya Semesta (SSIA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI).

Berikutnya indeks BEI Jum’at akhir pekan, diproyeksikan masih bergerak tertekan seiring aksi ambil untung investor yang berlanjut. Transaksi investor asing hingga sore kemarin, tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 432,372 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 213.001 kali dengan volume 5,519 miliar lembar saham senilai Rp 5,084 triliun. Sebanyak 101 saham naik, 197 turun, dan 71 saham stagnan.

Rencana The Federal Reserves menaikkan tingkat suku bunga acuan menjadi kekhawatiran investor regional. Bursa-bursa Asia pun menutup perdagangan dengan mixed. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 800 ke Rp 24.775, Unilever (UNVR) naik Rp 300 ke Rp 31.400, Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 200 ke Rp 4.500, dan Dharma Satya (DNSG) naik Rp 180 ke Rp 3.880.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.050 ke Rp 62.650, Jembo Cable (JECC) turun Rp 700 ke Rp 2.275, Siloam (SILO) turun Rp 525 ke Rp 14.875, dan Trada Maritime (TRAM) turun Rp 460 ke Rp 1.385.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup terkoreksi 54,023 poin (1,05%) ke level 5.073,910. Sementara Indeks LQ45 anjlok 10,966 poin (1,24%) ke level 870,272. Sentimen dari bursa global juga mendorong investor lakukan aksi jual. Hanya dua indeks sektoral yang bertahan positif, yaitu agrikultur dan pertambangan.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 121.377 kali dengan volume 3,328 miliar lembar saham senilai Rp2,481 triliun. Sebanyak 96 saham naik, 179 turun, dan 58 saham stagnan. Rencana The Federal Reserve menaikkan tingkat suku bunga acuan menjadi kekhawatiran investor regional. Bursa-bursa Asia pun rata-rata terkena koreksi hingga siang.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 725 ke Rp 24.700, Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 350 ke Rp 4.650, Dharma Satya (DNSG) naik Rp 180 ke Rp 3.880, dan Selamat Sempurna (SMSM) naik Rp 140 ke Rp 4.600. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 925 ke Rp 62.775, Jembo Cable (JECC) turun Rp 740 ke Rp 2.235, Indocement (INTP) turun Rp 525 ke Rp 23.950, dan Trada Maritime (TRAM) turun Rp 460 ke Rp 1.385.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka melemah 4,74 poin atau 0,09% ke posisi 5.123,19. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) bergerak turun 1,19 poin atau 0,14% ke posisi 880,04,”Laju penguatan IHSG tertahan pada perdagangan saham Kamis, seiring kekhawatiran dampak perlambatan ekonomi yang bersifat jangka pendek yang disebabkan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi," kata Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah.

Di sisi lain, menurut dia, muncul kecemasan baru di kalangan pelaku pasar setelah adanya wacana dari beberapa fraksi DPR yang ingin menggulirkan hak interpelasi terkait kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. Dari eksternal, melemahnya bursa saham AS Rabu malam seiring dengan bank sentral AS (the Fed) yang belum mengeluarkan kebijakan lebih untuk meningkatkan inflasi sesuai targetnya menambah sentimen negatif bagi pasar saham domestik.

Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan bahwa sebagian pelaku pasar mulai mengambil posisi lepas saham untuk merealisasikan keuntungan setelah dalam beberapa hari terakhir indeks BEI mengalami penguatan,”Euforia BBM diperkirakan mulai meredup, sebagian pelaku pasar mengambil posisi 'profit taking'," katanya.

Secara teknikal, lanjut dia, laju IHSG BEI meninggalkan "utang gap" (ruang kosong antara periode perdagangan saat ini dengan periode sebelumnya) di level 5.102-5.111 yang diperkirakan rentan terjadi koreksi jika tidak ditopang adanya sentiment positif. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 11,42 poin (0,05%) ke 23.384,73, indeks Nikkei naik 13,17 poin (0,08%) ke 17.301,92, dan Straits Times melemah 6,93 poin (0,20%) ke posisi 3.327,78. (bani)

Related posts