Trada Maritime Klaim Asuransi US$ 75 Juta

Kamis, 20/11/2014

NERACA

Jakarta -PT Trada Maritime Tbk, perusahaan yang bergerak di industri jasa pengangkutan laut tengah melakukan pembahasan insentif untuk penyelesaian klaim asuransi senilai total US$ 75 juta (Rp 911 miliar) dengan PT Asuransi Dayin Mitra Tbk dan PT Asuransi Purna Artanugraha,”Tengah dibahas secara insentif antara technical expert dari perusahaan dan pihak asuransi terkait penentuan scope of repair.Kreditur juga ikut terlibat dalam proses klaim asuransi ini," kata Direktur Utama PT Trada Maritime Tbk, Danny Demita di Jakarta, Rabu (19/11).

Penyelesain klaim asuransi atas floating storage oil (fso) Lentera Bangsa tersebut diharapkan akan menyelesaikan masalah technical default (notice of default/ NOD) lantaran kapal yang dijadikan jaminan dalam pembiayaan dari kreditur IFC dan BTMU tersebut terbakar pada September 2011 silam,”Strateginya utang kami lawankan dengan kontrak, dengan sistem pencataan terpisah, maka arus kas tetap berjalan meski ada satu-dua kapal bermasalah,”paparnya.

Seperti diketahui, perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman berjangka dari International Finance Corporate, entitas usaha Bank Dunia, sebesar US$ 35 juta pada 17 Juni 2010 untuk keperluan modifikasi FSO Lentera Bangsa. Fasilitas tersebut juga merupakan club deal dengan Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ (BTMU) senilai US$ 15 juta.

FSO Lentera Bangsa dijadikan jaminan dalam pembiayaan tersebut. FSO Lentera Bangsa merupakan terminal apung (floating storage) yang menampung minyak mentah dengan kapasitas 700.000 barrel, dengan berat DWT 127 ribu ton. Perusahaan bermitra dengan PT Pertamina, PT Berau Coal, PT Nusantara Regas serta PT Medco dalam mengangkut minyak mentah.

Sementara Direktur Keuangan PT Trada Maritime Tbk, Irawati Gardjito menegaskan, kasus yang melibatkan kapal MT Jelita Bangsa miliknya tidak berdampak besar pada pendapatan perusahaan,”Kapal saat ini tidak berjalan (off hire) karena ditahan sejak Juni, dijadikan TKP namun proses investigasi sudah selesai, kami harap akhir November sudah bisa dirilis," ujarnya.

Irawati mengatakan, jika diasumsikan kontribusi kapal MT Jelita Bangsa terhadap pendapatan sama dengan tahun lalu sebesar 8,9%, maka estimasi pendapatan yang hilang selama masa off hire tidak lebih dari 5%.

Sebelumnya, MT Jelita Bangsa, kapal yang dimiliki bersama antara entitas perusahaan, PT Trada Shipping (51 persen) dengan perusahaan logistik Jepang Asahi Tanker (49 persen), tertangkap di perairan Kepulauan Riau awal Juni lalu atas dakwaan penyelundupan minyak mentah 1.200 metric ton (MT). Kasus yang melibatkan kapal berkapasitas 107 MT ini telah disidangkan akhir Oktober lalu dan telah selesai tahap investigasi.

Pada semester pertama tahun ini, perseroan mencatatkan laba bersih menjadi US$2,52 juta dari US$6,58 juta pada periode yang sama 2013. Pada periode tersebut, perseroan meraih pendapatan menjadi US$30,09 juta dari US$30,62 juta. Untuk beban bunga perseroan menjadi US$3,69 juta dari US$5,14 juta.

Sementara beban pokok perseroan menjadi US$21,07 juta dari US$16,07 juta. Sementara untuk pendapatan dari penyewaan dan pengoperasian kapal membukukan sebesar US$29,36 juta dan US$29,60 juta. Pengelolaan kapal sebesar US$0,31 juta dan US$0,54 juta. Kemudian pendapatan dari kegiatan keangenan sebesar US$97,15 ribu dan US$0,15 juta. Sedangkan pendapatan dari jasa sebesar US$0,23 juta dan pendapatan logistik sebesar US$0,25 juta. Untuk pendapatan lainnya sebesar US$85,91 ribu dan US$84,64 ribu. (bani)