PNM Latih Nasabah Binaan AP I

Surabaya, Jawa Timur

Kamis, 20/11/2014

NERACA

Surabaya - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM melalui cabang Surabaya selalu berusaha untuk mengoptimalkan potensi pelaku usaha UMKM jelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Sinergi yang kuat dan kerjasama dengan instansi terkait yang mempunyai visi dan misi yang sama untuk mengembangkan UMKM merupakan langkah konkret untuk merealisasikan cita-cita ekonomi kerakyatan. Bersama dengan PT Angkasa Pura I (Persero), PNM melaksanakan pelatihan bagi mitra binaan PT Angkasa Pura I (Persero).

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai rencana strategis pemerintah dalam pemberdayaan usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi (UMKMK) dalam hal pembiayaan modal usaha serta pelatihan berkesinambungan melalui program pengembangan kapasitas usaha mendapatkan perhatian khusus dari PT Angkasa Pura I sebagai salah satu BUMN yang berhasil meningkatkan ekonomi kerakyatan di hampir seluruh wilayah nusantara.

Pada kegiatan yang berlangsung selama 2 hari tersebut, PNM mengadakan pelatihan kerja dengan tema “Manajemen Toko Eceran Bagi Mitra Binaan PT.Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara Juanda Surabaya”. Dengan menampilkan pembicara internal PNM serta pelaku usaha dan pengamat UMKM setempat, acara ini turut dibuka oleh GM PT Angkasa Pura I, Trikora Hardjo.

Executive Vice President I PNM, Arief Mulyadi mengatakan dalam pelatihan ini para mitra binaan akan diberikan pemahaman, motivasi, dan diskusi strategi untuk mengembangkan usaha mikronya agar lebih berkembang baik dari aspek produksi, distribusi, dan pemasaran. UMK di Surabaya mempunyai potensi untuk mengembangkan bisnisnya sesuai dengan potensi bisnis di daerah tersebut seperti makanan tradisional, kerajinan, dan pariwisata.

“Pembiayaan disertai pendampingan usaha merupakan diferensiasi PNM dengan lembaga micro financing lainnya. Pendampingan usaha disertai pelatihan seperti ini sejalan dengan prioritas pembangunan nasional kabinet kerja yang baru terbentuk ini. Pemberdayaan koperasi dan UMKM selaras dengan visi pemerintah yang menginginkan terwujudnya perekonomian Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan ekonomi kerakyatan, ” kata dia, di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/11).

Sementara itu, Pemimpin PNM Cabang Surabaya, Puji Riyanto, mengatakan bahwa kontribusi nasabah ULaMM di kota Surabaya telah mengalami peningkatan yang baik, dan potensi calon nasabah cukup besar di kota-kota sekitarnya. Pelatihan seperti ini secara langsung juga mempengaruhi kinerja nasabah sekitar. Pada akhirnya akan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan keluarga.

Pengusaha mikro dan kecil merupakan tulang punggung ekonomi nasional, PNM senantiasa berupaya untuk membantu mereka guna meningkatkan kapasitas usaha bisnisnya dengan melakukan pendampingan usaha. Diharapkan kedepannya UMKM terus maju sehingga masyarakat madani yang sejahtera dan mandiri akan terwujud.“PNM berkomitmen penuh dalam menjalankan program pelatihan yang dimandatkan dari Angkasa Pura dan kami bukan hanya melaksanakan program pelatihan saja, namun juga melakukan monitoring serta evaluasi bagi nasabah binaan tersebut. Itulah yang menjadikan PNM unik dan berbeda dengan lembaga pembiayaan lainnya yang sudah ada,” kata dia.

PNM Cabang Surabaya, tambah Puji, saat ini membawahi operasional bisnis 24 kantor ULaMM, yang dibantu kendali lewat 4 klaster, yakni Klaster Surabaya, Klaster Lamongan, Klaster Pasuruan, dan Klaster Tuban. Tercatat per Oktober 2014, outstanding pembiayaan PNM Cabang Surabaya mencatat Rp136,7 Miliar dengan toal nasabah sebanyak 2.530 nasabah. [mohar]