JFX Cabut Izin Usaha Axo Capital Futures

Jakarta Futures Exchange (JFX) mencabut surat persetujuan anggota bursa (SPAB) PT Axo Capital Futures. Pencabutan tersebut terhitung efektif sejak 17 November 2014 pukul 12.00 WIB. Informasi tersebut disampaikan JFX dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (18/11).

Pencabutan ini dilakukan karena AXO melanggar Peraturan Kepala Bappebti No. 95/BAPPEBTI/PER/06/2012 Pasal 15 yang dibuktikan dengan ditemukannya fakta bahwa AXO telah beberapa kali melakukan pindah kantor tanpa persetujuan Bappebti. Selain itu, juga ditemukan pelanggaran AXO yang melakukan pengelolaan dana nasabah pada rekening terpisah yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Serta JFX menemukan pelanggaran AXO terhadap ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1999 yang kemudian telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 49 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Komoditi Pasal 94 dalam hal penyusunan catatan keuangan yang terpisah untuk setiap nasabah.

Dijelaskan, dengan pencabutan SPAB tersebut, AXO berkewajiban untuk memenuhi ketentuan PTT Bursa Pasal 108 dan 505 ayat (3) yakni AXO kehilangan semua Hak Keanggotaan Bursanya dan tidak diperkenankan mengakses JAFeTS,. Sedangkan posisi terbuka milik nasabah Axo (jika ada) harus dialihkan ke pialang lain yang bersedia menerimanya.

Adapun perihal pengalihan posisi terbuka milik nasabahnya karena alasan tertentu tidak dapat dilaksanakan, maka Direksi JFX dapat memerintahkan untuk melikuidasi semua posisi terbuka tersebut. Menurut tim Corporate Secretary JFX, kerugian yang ditimbulkan oleh pelaksanaan likuidasi tersebut menjadi beban AXO. Pencabutan keanggotaan Bursa ini, tidak menghilangkan semua kewajiban keuangan yang timbul kepada nasabah, bursa, lembaga kliring, dan pihak lainnya dalam pelaksanaan kegiatan perdagangan berjangka melalui Bursa serta tidak menghapus konsekuensi yang timbul atas pelanggaran yang pernah dilakukan oleh AXO. (bani)

BERITA TERKAIT

Pelaku Usaha di Batam Sepakat Lakukan Penghijauan - Sinergi Pemanfaatan Dana CSR

Menjadi kawasan ekonomi khusus, kota Batam tentunya akan banyak melakukan transformasi untuk mengakomodasi kepentingan pelaku bisnis sehingga terkadang lupa pada…

Syailendra Capital Bidik AUM Tumbuh 80%

NERACA Jakarta – Besarnya pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) saat ini, mendorong keyakinan bagi perusahaan manajer investasi bila pertumbuhan…

Kredit Pendidikan Perlu Pendampingan Usaha

    NERACA   Jakarta - Pakar Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta Wuryadi mengharapkan pemerintah memberikan fasilitas pendampingan usaha bagi mahasiswa…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

IHSG Sepekan Tumbuh 1,07% - Kapitalisasi Pasar di BEI Capai Rp 7 Triliun

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin atau priode 16 hingga…

BEI Padang Ikut Gelar Tes Serentak CMP DP

Sebanyak 86 peserta mengikuti tes tertulis tenaga profesional pasar modal untuk mengikuti Capital Market Professional-Development Program (CMP-DP) 2018 yang diselenggarakan…

Indofarma Anggarkan Capex Rp 160 Miliar

Danai pengembangan bisnis, PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) tahun ini menganggarkan belanja modal atau (capital expenditure /capex) sebesar Rp160 miliar.…