PNM Terbitkan Obligasi Berkelanjutan

NERACA

Jakarta - Lembaga keuangan nonbank milik negara, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM melakukkan penawaran umum Obligasi Berkelanjutan I PNM 2014 sebanyak-banyaknya Rp2 triliun. Obligasi berjangka waktu lima tahun ini ditawarkan dengan tingkat bunga tetap di setiap tahunnya.

Direktur Utama PNM Parman Nataatmadja mengatakan, penerbitan obligasi ini dimaksudkan untuk memperkuat pendanaan dalam rangka mendukung rencana ekspansi bisnis perseroan ke depannya. PNM ditargetkan untuk menjadi sentral pengembangan UKM di Indonesia.

Dana yang diperoleh dari hasil penerbitan obligasi setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk sekitar 80% akan digunakan untuk modal kerja. Dana yang digunakan untuk modal kerja tersebut akan disalurkan kepada usaha mikro dan kecil melalui produk pembiayaan perseroan. Sekitar 20% akan digunakan untuk refinancing. Dana refinancing akan digunakan untuk pelunasan dan pembayaran sebagian utang bank.

Dalam rangka penerbitan obligasi ini, Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan obligasi dengan rating idA (Single A) dari Pefindo. Peringkat ini mencerminkan dukungan yang kuat dari Pemerintah RI, kondisi likuiditas dan fleksibilitas finansial yang baik, dan permodalan yang relatif kuat.

Menurut Parman, penerbitan obligasi ini merupakan langkah strategis perseroan untuk memperkuat pendanaan dalam bisnis pembiayaan mikro. Apalagi, potensi dan prospek sektor usaha mikro kecil (UMK) di Indonesia masih sangat menjanjikan.“Besarnya respons pasar terhadap obligasi PNM ini mengindikasikan kuatnya kepercayaan investor dan daya tarik obligasi berbasis sektor usaha mikro-kecil dan menengah (UKM). Hal ini wajar karena sektor UKM di Indonesia memiliki potensi besar dan prospek yang kuat. Apalagi, sektor ini terbukti mampu bertahan, bahkan menjadi penyelamat ekonomi negara dari tekanan krisis,” katanya, usai acara paparan publik emisi obligasi di Jakarta, Senin (17/11).

“Dengan prospek dan potensi UMK yang besar ini, kami sangat optimistis obligasi ini akan diminati investor dan diserap pasar. Tonggak ekonomi kerakyatan yang selama ini di cita-citakan oleh bangsa pun akan terwujud,” tambah Parman.

Apalagi, beberapa hal yang dapat dijadikan pertimbangan positif untuk berinvestasi pada obligasi ini adalah masih terbukanya peluang pasar pembiayaan mikro.“Ada ceruk pasar yang belum terlayani dan remote area di daerah yang belum jenuh dengan pembiayaan dari lembaga keuangan sektor perbankan dan prospek usaha perseroan yang baik,” tutur Parman.

Selain itu, tren kinerja pendapatan dan laba setelah pajak terus meningkat sejak 2008 seiring tumbuhnya volume bisnis pembiayaan mikro melalui Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) berkat kemampuan Perseroan menjaga marjin profitabilitas yang sehat.

Pada Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I PNM tahun 2014 ini, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) menggandeng PT Bahana Securities dan PT. Indo Premier Securities sebagai Penjamin Pelaksana Emisi. Sedangkan Lembaga Profesi dan Penunjang Pasar Modal adalah Notaris : Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, SH, Konsultan Hukum : Radjiman Billitea & Partners, Wali Amanat : PT Bank Mega Tbk, Perusahaan Pemeringkat : PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), Agen Pembayaran : PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Rencananya, perseroan akan melakukkan masa penawaran awal (bookbuilding) pada 17 November – 1 Desember 2014 dan masa penawaran umum pada 15 – 16 Desember 2014. Adapun pencatatan obligasi ini akan dilakukan di Bursa Efek Indonesia pada 22 Desember 2014. [mohar]

BERITA TERKAIT

BCA Terbitkan Obligasi Rp500 miliar

    NERACA   Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berencana untuk menerbitkan surat utang dalam bentuk obligasi…

Sinergi PNM dan Bank BTN untuk UMKM

Sinergi PNM dan Bank BTN untuk UMKM NERACA Jakarta – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM memperluas cakupan kerja…

OJK Dorong Pemda Terbitkan Obligasi Daerah - Danai Pembiayaan Infrastruktur

NERACA Bandung - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong upaya penerbitan dan pemanfaatan obligasi daerah sebagai alternatif pembiayaan pembangunan daerah…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Penyaluran KUR Hingga April Capai 38%

      NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR)…

Rupiah Bakal Tembus Rp15.000 Per Dolar?

      NERACA   Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar cenderung fluktuatif. Namun posisi rupiah masih rawan lantaran…

BI Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Bps

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan "7-Day Reverse Repo Rate" sebesar 25 basis…