Optimisme Sinar Mas Land Melongok Bisnis Properti

Kamis, 13/11/2014

NERACA

Jakarta – Bank Indonesia merevisi pertumbuhan ekonomi tahun ini dari 5,5-5,9% menjadi 5,1-5,5% pada tahun ini menjadi gambaran jelas bila perlambatan ekonomi sudah dirasakan. Alhasil, kondisi ini juga membuat pelaku usaha dan termasuk pelaku industri properti juga mulai mengerem ekspansi bisnisnya. Namun tidak demikian, dengan pengembang properti ternama Sinar Mas Land yang justru terus ekspansif.

Keyakinan industri perumahan masih akan bertumbuh baik menjadi dasar bagi Sinar Mas Land untuk terus mengembangkan ekspansi bisnisnya. Kata Managing Director Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land, Ishak Chandra, dirinya optimistis tahun ini industri perumahan masih akan bertumbuh dengan baik. Meskipun saat ini kinerja industri properti dibayangi beberapa peraturan dari Bank Indonesia, seperti Loan To Value (LTV) yang membatasi jumlah rumah, dia yakin permintaan perumahan masih terus meningkat,”Kami memandang industri properti pada 2014 dengan penuh percaya diri. Pada 2014, perusahaan akan fokus pada pengembangan proyek Indonesia International Expo and Convention Center (IIECC) yang bertempat di BSD City," ujarnya.

Namun demikian, dirinya tidak mau gegabah dan tetap mewaspadai dalam ekspansi bisnisnya. Pasalnya, kewaspadaan dalam dunia bisnis adalah hal yang penting. Termasuk waspada menghadapi kemungkinan terburuk di industri properti. Apalagi dinamika industri properti mengikuti pergerakan kondisi ekonomi. Jadi, Indonesia akan bubble property atau tidak? “Saya tidak bisa memastikan hal itu. Namun, jika merujuk pada beberapa indikator ekonomi negara kita yang positif seperti besaran inflasi, nilai tukar, gross domestic product dan fundamental investor, hal itu tidak akan terjadi. Sebab, investor properti di negara kita itu-itu lagi. Mereka (investor) kuat finansialnya, sehingga kalaupun hal terburuk terjadi paling aset properti yang dibelinya akan di-hold. Tidak sampai dijual-jual dengan harga murah,”ungkap Ishak Chandra.

Bahkan perseroan mengklaim, tahun ini ada beberapa mega proyek yang tengah di kembangkan perseroan. Diantaranya, proyek Indonesia International Expo ini yang diklaim menjadi pusat pameran dan acara terbesar di Indonesia. Rencananya proyek ini dibangun di atas lahan seluas 220 ribu meter persegi dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal ketiga 2014.

Proyek ini, menurut Iskak, adalah kerja sama antara Sinar Mas Land, Kompas Gramedia, dan Dyandra. Tahun ini, Sinar Mas Land juga mempunyai proyek lain yaitu AEON Mall BSD City yang ditargetkan selesai pada awal 2015. Juga proyek Court Megastore, Casa de Parco Apartement, Saveria Apartement, serta Foresta Bussiness Loft,”Kami juga berencana menggandeng Hongkong Land untuk memulai proyek prestisius baru di BSD City. Selain itu, kami akan menghadirkan apartemen eksklusif terbaru di Taman Permata Buana yang berlokasi di Kembangan, Jakarta Barat," ujar Ishak.

Ishak mengatakan perusahaan secara khusus juga merambah beberapa proyek lain, yaitu perkantoran, kondominium, industrial, retail, dan perumahan. "Kami prediksi sektor perumahan tahun ini masih akan tumbuh dan Indonesia masih menjadi tujuan investasi utama,”paparnya.

Kawasan Komersial

Selain itu, PT Sinar Mas Land meluncurkan produk premium komersial Foresta Business Loft 3 di BSD City setelah sukses meluncurkan Foresta Business Loft 1 dan 2. Disebutkan, Foresta Business Loft 3 diluncurkan dengan jumlah terbatas yaitu hanya 26 unit yang terdiri dari empat tipe bangunan. Harga yang di tawarkan untuk unit premium ini dimulai dari Rp11,2 miliar per unit.

Ishak menambahkan kawasan komersil Foresta Business Loft 3 sedang diserbu karena merupakan solusi untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan para pengusaha di kawasan BSD City akan ruang bisnis yang eksklusif di lingkungan yang berkelas. Terlebih lagi, ujar Ishak, peminat investor di BSD bertambah karena disokong dengan beroperasinya jalan tol JORR West 2 ruas Ciledug-Ulujami yang membuat akses lebih banyak dan lebih cepat ke BSD City. Hal ini juga meningkatkan nilai investasi properti

Disamping mengembangkan kawasan township di daerah suburban seperti BSD City (Tangerang), Kota Deltamas (Cikarang), Kota Wisata dan Legenda Wisata (Cibubur), Grand Wisata (Bekasi), Sinar Mas Land juga mengembangkan beragam produk properti mulai dari residensial, kawasan komersial, kawasan industri, trade center, hingga hotel. Bahkan, portofolio pengembang ini tersebar hingga Singapura, Johor dan China.

Saat ini, pengembangan yang paling agresif dilakukan Sinar Mas Land di kawasan Barat Jakarta, yakni BSD City. Menurut Managing Director Corporate Strategi & Service Sinar Mas Land Ishak Chandara, tercatat ada beberapa proyek yang akan digarap oleh Sinar Mas Land salah satunya yaitu pengembangan AEON Mall BSD City. Mal ini dijadwalkan akan beroperasi pada awal 2015.

Sebelumnya, Sinar Mas Land sukses meresmikan proyek terbarunya di BSD City, bernama Green Office Park 6 (GOP 6). Perkantoran ini dibangun di atas lahan seluas 2 hektare, berada di kawasan Green Office Park BSD City. Distrik perkantoran terbaru ini menjadi bagian dari kawasan BSD Green Office Park, distrik pertama di Indonesia yang mendapat sertifikasi Gold Green District dari Building Construction AuthoritySingapura.

Group CEO Sinar Mas Land Michael Widjaja pernah bilang, pembangunan proyek BSD GOP 6 ini merupakan jawaban Sinar Mas Land dalam memenuhi permintaan masyarakat terhadap kebutuhan gedung perkantoran yang nyaman dan berlokasi strategis. Proyek ini juga menjadi bukti komitmen kuat Sinar Mas Land untuk setia pada konsep Green District yang ramah lingkungan dan mendukung pelestarian alam di kawasan BSD City dan sekitarnya. (bani)