Investasi Asing Diproyeksikan Rp 743,9 Trilliun

Kamis, 13/11/2014

NERACA

Jakarta – Managing Director AmCham Indonesia Andrew White menilai sejumlah investor Amerika Serikat menyambut baik terpilihnya Joko Widodo sebagai Presiden Indonesia yang ke-7. Mereka melihat adanya tanda-tanda positif yang bakal dilakukan oleh Jokowi saat masa pemerintahannya.

"Kami melihat adanya tanda-tanda yang positif dari pemerintahan Presiden Joko Widodo serta munculnya semangat baru," ungkapnya saat mengadiri konferensi antara investor AS dengan pemerintah di Jakarta, Rabu (12/11).

Andrew mengungkapkan, jika iklim investasi Indonesia kondusif, maka diperkirakan dalam lima tahun ke depan akan ada tambahan investasi sebesar USD 61 miliar atau setara Rp 743,9 triliun.

"Pebisnis AS merupakan mitra investor terbesar Indonesia. Jika iklim investasi Indonesia kondusif, maka dalam lima tahun mendatang diperkirakan akan ada tambahan investasi baru sebesar USD 61 miliar," tuturnya.

Pada kesempatan berbeda, Pengamat Ekonomi Ichsanuddin Noorsy menilai saat ini presiden Joko Widodo sangat genjar menarik investor asing, menurutnya telah melupakan sejarah. ‎Pasalnya Jokowi sudah membuka kesempatan asing untuk menanamkan investasinya di Indonesia. "Jokowi telah melupakan sejarah," kata Ichsanuddin.

Seharusnya kata sapaan akrab Ichsanur, Jokowi memanfaatkan investasi dalam negeri daripada mengajak asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia yang bisa mengeruk kekayaan alam Indonesia oleh asing. "Makanya Presiden Soekarno membatalkan UU Ivestasi Asing yang akhirnya dia digulingkan," katanya.

Dengan digulingkannya kekuasaan Presiden Soekarno melalui kekuatan asing karena telah membatalkan UU investasi Asing, Soekarno menekankan seluruh rakyatnya untuk berdirikari di atas kaki sendiri.

‎Selain itu kata Ichsanur, dengan membuka peluang sebesar-besarnya terhadap asing Jokowi sama saja menyerahkan pembuluh darahnya kepada asing. "Sama saja Anda memberikan pembuluh dara kepada orang lain yang kapan saja bisa diambil," katanya.

Seperti diketahu realisasi investasi proyek penanaman modal cetak rekor tertinggi pada periode April Hingga Juni 2014 atau triwulan II. Pencapaian investasi proyek penanaman modal sebesar Rp116,2 triliun.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar mengatakan, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, terdapat peningkatan sebesar 16,4 persen.

"Peningkatan sebesar 16,4 persen, bila dibandingkan dengan capaian periode yang sama pada tahun 2013 sebesar Rp99,8 triliun. Sementara untuk jumlah realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) triwulan II sebesar Rp38,2 triliun dan jumlah realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp78 triliun," jelasnya.

Pemaparan realisasi PMDN dan PMA dilakukan berdasarkan laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) yang diterima BKPM. Lebih lanjut Mahendra menyebutkan realisasi investasi meningkat dibanding triwulan sebelumnya dan diperkirakan akan terus meningkat di tahun depan.

"Kumulatif realisasi investasi proyek penanaman modal pada semester I tahun 2014 adalah sebesar Rp222,8 triliun yang terdiri dari realisasi investasi PMDN sebesar Rp72,8 triliun dan realisasi investasi PMA sebesar Rp150 triliun apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2013 terjadi peningkatan sebesar 15,6 persen," paparnya.

Kemudian dari sebaran investasi berdasarkan wilayah pada semester I tahun 2014, Pihaknya mengatakan realisasi investasi masih di dominasi oleh Pulau Jawa.

"Realisasi investasi di Pulau Jawa sebesar Rp131,1 triliun dan realisasi investasi di luar Pulau Jawa sebesar Rp91,7 triliun (41,2 persen3. Realisasi investasi di luar Pulau Jawa ini meningkat sebesar 10,1 persen di banding periode semester I tahun 2013 sebesar Rp88,3 triliun," tutupnya. [agus]