Balik Arah, IHSG Masih Lanjutkan Penguatan

Rabu, 12/11/2014

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Inndonesia (BEI) Selasa, Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguat sebesar 66,89 poin atau 1,35% ke posisi 5.032,28, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik 15,50 poin atau 1,84% ke posisi 859,04.

Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan bahwa suhu kondisi politik di dalam negeri yang mulai membaik menjadi salah satu katalis positif bagi laju indeks BEI,”Dua kubu di DPR telah sepakat akan pembagian jatah kursi pimpinan alat kelengkapan dewan. Situasi politik itu menjadi katalis positif," katanya d Jakarta, Selasa (11/11).

Dari eksternal, lanjut dia, menguatnya bursa saham regional dimana bursa Wall Street yang masih melanjutkan rekor tertingginya menyusul kinerja keuangan emiten yang melebihi ekspektasi pasar berdampak pada pasar saham di dalam negeri. Hal itu membuat kekhawatiran perlambatan ekonomi AS memudar.

Kendati demikian, Purwoko Sartono menambahkan, faktor yang masih membayangi laju indeks BEI dan menjadi perhatian pasar adalah waktu kenaikan bahan bakar minyak (BBM), dimana ketidakpastian itu dikhawatirkan mendorong harga barang naik terlebih dahulu sebelum BBM subsidi dinaikkan harganya.

Selain masalah BBM, indeks BEI juga masih dibayangi oleh nilai tukar rupiah yang cenderung melemah terhadap dolar AS. Oleh karena itu, dirinya memproyeksikan indeks BEI akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat pada perdagangan Rabu, (12/11) di kisaran 4.990-5.070 poin.

Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 204.933 kali dengan volume mencapai 3,49 miliar lembar saham senilai Rp3,77 triliun. Tercatat efek yang mengalami penguatan sebanyak 202 saham, turun sebanyak 111 saham, dan tidak bergerak nilainya atau stagnan 85 saham.

Perdagangan kemarin, seluruh sektor saham menguat dan yang tertinggi adalah infrastruktur dengan kenaikan 2,16%. Penguatan paling rendah dialami sektor pertambangan yaitu 0,21%. Saham-saham yang menguat cukup tajam dan menjadi top gainers antara lain Merck (MERK) naik Rp 11.500 menjadi Rp 179.000, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 675 menjadi Rp 23.600, dan Indocement (INTP) naik Rp 650 menjadi Rp 23.175.

Kemudian saham-saham yang melemah dan masuk kategori top loser di antaranya adalah Maskapai Reasuransi Indonesia (MREI) turun Rp 750 menjadi Rp 3.700, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 550 menjadi Rp 60.250, dan Mayora (MYOR) turun Rp 475 menjadi Rp 25.725. Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 63,58 poin (0,27%) ke 23.808,28, indeks Nikkei naik 343,58 poin (2,05%) ke 17.124,11, dan Straits Times melemah 10,65 poin (0,34%) ke posisi 3.289,17.

Perdagangan sesi pertama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,3% (64,55 poin) ke 5.029,94. Indeks LQ45 naik 1,71% ke 857,93, indeks ISSI naik 1,39% ke 161,03, sementara indeks Investor 33 naik 1,92% ke 357,02 poin. Kembali maraknya aksi beli investor menjadi pemicu menguatnya IHSG. Tidak hanya itu, dari dalam negeri juga ada sentimen positif yaitu harapan akan segera berakhirnya dualisme di DPR. Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih dikabarkan sudah mencapai kesepakatan soal pembagian Alat Kelengkapan Dewan (AKD) menjadi sentiment positif.

Pada perdagangan siang, seluruh sektor saham di dalam negeri menguat. Industri aneka mengalami penguatan paling tinggi sebesar 2,71%. Terendah adalah perdagangan dengan penguatan 0,16%. Sementara perdagangan berjalan lancar dan terjadi 116.840 kali frekuensi perdagangan dengan volume 2,84 miliar saham senilai Rp 2,71 triliun. Sebanyak 201 saham menguat, 69 saham melemah, dan 64 stagnan.

Saham-saham yang menguat signifikan dan masuk jajaran top gainers antara lain Asra Agro Lestari (AALI) naik Rp 800 menjadi Rp 23.725, Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp 500 menjadi Rp 11.500, dan Indocement (INTP) naik Rp 475 menjadi Rp 23.000. Sedangkan saham-saham yang melemah dan menjadi top losers di antaranya Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.800 menjadi Rp 59.000, Mayora (MYOR) turun Rp 400 menjadi Rp 25.800, dan Bali Towerindo Sentra (BALI) turun Rp 150 menjadi Rp 2.050.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka menguat sebesar 5,73 poin atau 0,12% ke posisi 4.971,12 sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,44 poin atau 0,17% ke posisi 844,98,”Katalis positif dari eksternal dan internal memberikan dukungan bagi pergerakan IHSG BEI," kata Head of research Valbury Asia Securities, Alfiansyah.

Dia mengemukakan bahwa tingkat ekspor Tiongkok naik 11,6% dan impor naik sebanyak 4,6% pada Oktober sehingga membuat surplus neraca perdagangannya. Faktor positif lainnya dari eksternal, penguatan bursa-bursa saham AS seiring dengan ekspektasi investor terhadap kinerja perusahaan yang baik dan spekulasi bahwa ekonomi global menglami perbaikan.

Dari dalam negeri, lanjut dia, posisi cadangan devisa Indonesia akhir Oktober 2014 mencapai sekitar US$ 112,0 miliar, meningkat dari posisi akhir September 2014 sebesar US$ 111,2 miliar menambah sentimen positif di pasar saham domestik.

Meski demikian, menurut dia, faktor internal terkait dengan pasar yang masih menantikan kebijkan pemerintah untuk menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada bulan ini dapat mempengaruhi laju indeks BEI,”Bervariasinya sentimen di dalam negeri diperkirakan pergerakan IHSG BEI akan 'mixed' namun dengan peluang menguat," katanya.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 175,33 poin (0,74%) ke 23.920,03, indeks Nikkei naik 115,06 poin (0,69%) ke 16.895,59, dan Straits Times menguat 5,42 poin (0,16%) ke posisi 3.306,84. (bani)