Telkom Investasikan Dana Rp 3 Miliar

Bangun 10 Kampung Nelayan

Selasa, 11/11/2014

NERACA

Jakarta - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menggelontorkan biaya investasi mencapai Rp3 miliar membangun infrastruktur ke kampung nelayan,”Untuk membangun jaringan infrastruktur satu kampung nelayan kisaran Rp200 juta hingga Rp300 juta,”kata Direktur Enterprise dan Business Service PT Telkom Indonesia Tbk, Muhammad Awaluddin di Jakarta, Senin (10/11).

Asal tahu saja, perseroan berencana menggarap 10 kampung nelayan hingga akhir tahun 2014 dan termasuk kampong nelayan Muara Angke Jakarta. Kata Muhammad Awaludin, pembangunan kampung nelayan berbasis telekomunikasi akan membantu bisnis nelayan dan akan ada perubahan dan perbedaan pelaksanaan bisnis nelayan. "Semula manual akan berbasis teknologi. Nggak ada diskriminasi konektifitas. Akses konektifitas harus ada. Era layanan data BBM harus lancar, email harus bisa," jelasnya.

Dia menjelaskan dengan nelayan menggunakan teknologi berbasis internet akan memudahkan monitoring harga ikan. Nantinya, semua harga akan transparan dan tidak akan ada yang lebih mahal. Lanjutnya, perseroan menyebutkan pendapatan sisi enterprise atau usaha baru mencapai 73%. Telkom menargetkan pendapatan pada segmen ini sebesar Rp10 triliun sampai akhir tahun 2014,”Dalam rancangan kerja kita baru Rp7,3 triliun sampai kuartal III-2014,”ungkapnya.

Kata Awaluddin, secara konsolidasi, interprise baru menyumbang 35% dengan dua dukungan sektor interprise dan UKM. Saat ini, sisi interprise pasarnya mencapai 75% atau Rp5,5 triliun dan UKM Rp1,8 triliun. Pada kuartal tiga tahun ini, Telkom membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp11,44 triliun.

Disebutkan perolehan laba bersih tersebut naik tipis 3,51% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp11,05 triliun. Sementara untuk pendapatan sampai dengan 30 September 2014, pendapatan perseroan sebesar Rp65,84 triliun atau mencatat kenaikan sebesar 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp61,49 triliun.

Kenaikan pendapatan ini disumbang oleh kenaikan pendapatan data, internet, dan jasa teknologi informatika sebesar Rp3,58 triliun atau 15,4% dan pendapatan selular sebesar Rp1,36 triliun atau 5,8%. Sementara beban tercatat mengalami kenaikan sebesar Rp3,51 triliun atau 8,7% terutama disebabkan oleh kenaikan beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi dan penyusutan amortisasi masing-masing sebesar Rp2,49 triliun dan Rp964 miliar. Total beban hingga 9 bulan pertama tahun ini mencapai Rp43,79 triliun.

Laba usaha tercatat meningkat tipis menjadi Rp22,13 triliun dari sebelumnya Rp21,3 triliun. Laba periode berjalan perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) tersebut mencapai Rp16,28 triliun, naik 4,2% dari sebelumnya Rp15,62 triliun. Sebagai informasi, Telkom tahun ini melebarkan sayap bisnisnya ke 10 negara.

Dimana ekspansi itu akan dilakukan secara bertahap dan sampai saat ini sudah tujuh negara yaitu Singapura, Hong Kong, Timor Leste, Australia, Myanmar, Malaysia, dan Amerika Serikat. Rencananya baru pada 2015 target pelebaran sayap bisnis telkom ke 10 negara bisa tercapai. (bani)