Intan Buana Kantungi Pinjaman US$ 10 Juta

Selasa, 11/11/2014

NERACA

Jakarta -Perusahaan pembiayaan alat berat, PT Intan Baruprana Finance (IBF) mendapat fasilitas murabaha senilai US$ 10 juta dari anak usaha Islam Developoment Bank (IDB), Islamic Corporation for Development of the Private Sector (IDC) bertenor 4 tahun.

Presiden Direktur IBF Jap Hartono mengatakan, ini kali pertamanya perusahaan mendapatkan sumber pendanaan dari luar negeri di tahun 2014. Sebelumnya perusahaan mendapat fasilitas kredit dari perusahaan asal Singapura, Philip Capital,”Ini akan meningkatkan daya saing perusahaan dalam menyediakan permodalan bagi klien terutama dalam denominasi dolar Amerika Serikat (AS)," katanya di Jakarta, kemarin.

Terkait mekanisme bagi hasil, perusahaan belum mau memberikan angka detilnya. Namun sebagai gambaran, anak usaha PT Intraco Penta Tbk (INTA) ini biasanya memberikan bunga 15% sampai 19% untuk pembiayaan berdenominasi rupiah, dan 9,5% hingga 11% untuk pembiayaan berdenominasi dolar AS."Tergantung risiko nasabah, kami lihat setelah analyst assasement, tapi untuk bagi hasil pinjaman IDC ini akan lebih kompetitif," tambah Jap.

Hingga September 2014, outstanding pembiayaan baru (new landing) perusahaan mencapai Rp 900 miliar dimana 40% berdemoniasi dolar AS. Dengan fasilitas terbaru ini, akan menambah pembiayaan berbasis dolar hingga 45%. Sumber pendanaan pembiayaan baru berasal dari pinjaman jangka menengah (MTN) sebesar 18,75%. Sisanya fasilitas kredit perbankan dimana 56% berasal dari pembiayaan syariah. Perusahaan masih akan mencari sumber pendanaan melalui fasilitas kredit, MTN maupun penerbitan obligasi untuk mencapai target pembiayaan baru hingga akhir tahun sebesar Rp 1,15 triliun.

Sementara tahun depan, pembiayaan ditargetkan Rp 1,3 -Rp 1,5 triliun."Kami lagi usaha menerbitkan obligasi, kalau perusahaan berhasil meningkatkan grade ke A dari BBB saat ini, akan sangat membantu," tambahnya.

Tahun depan, perseroan membidik pendapatan sebesar Rp411,8 miliar atau naik 33,79% dibandingkan target akhir tahun ini Rp307,79 miliar. Corporate Secretary Intan Baruparna Finance, Jonggi Siallagan pernah bilang, perseroan optimistis dapat mengejar pendapatan hingga akhir tahun ini. Hal tersebut didukung perolehan pendapatan hingga akhir September 2014,”Target revenue sampai akhir 2014 sebesar Rp307,79 miliar. Sedangkan sampai dengan akhir kuartal III/2014, perseroan telah membukukan pendapatan Rp278,38 miliar,”katanya.

Lebih lanjut Jonggi menjelaskan, perolehan pendapatan hingga akhir September 2014, didominasi dari pendapatan untuk unit pinjaman syariah. Dengan capaian tersebut, IBF yakin target pendapatan tahun depan sebesar Rp411,8 miliar bisa tercapai.

Tahun ini, perseroan membidik laba bersih sebesar Rp60 miliar , sedangkan hingga akhir September 2014 perolehan laba bersih telah mencapai Rp50 miliar. Perseroan optimistis IBF pada tahun depan dapat membukukan laba bersih hingga Rp100 miliar. Hal ini didukung dengan strategi bisnis diversifikasi usaha yang telah dilakukan sejak tahun lalu. (bani)