Ekonomi Melambat, Reksa Dana Stagnan

NERACA

Jakarta - Pasar reksa dana di Indonesia diprediksi stagnan tahun depan. Hal itu lantaran tantangan ekonomi domestik dan global makin besar,”Tahun depan ada cukup banyak tantangan mulai dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), realisasi pembangunan infrastruktur, kenaikan inflasi, hingga kenaikan suku bunga the Fed," kata Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Denny R Thaher di Jakarta, kemarin.

Namun, dia berharap regulasi terkait perusahaan Manajer Investasi (MI) yang tengah digodok Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat segera berlaku. Pasalnya, hal itu mengakselerasi target pertumbuhan dana kelolaan sebesar Rp 1.000 triliun pada 2017. Meskipun secara total nilai unit penyertaan (UP) masih relatif rendah di bawah dua persen, tapi total dana kelolaan reksa dana tercatat tumbuh 10,3% menjadi Rp 212,27 triliun pada awal November 2014 dari Rp 192,39 pada awal Januari 2014.

Denny mengajak investor untuk tidak ragu dalam berinvestasi secara rutin di reksa dana. Kuncinya, pilih perusahaan MI resmi dan terpercaya."Apapun yang terjadi dengan kondisi domestik dan global, investor yang baik adalah melihat tujuan jangka panjang, berinvestasi secara teratur dan menyesuaikan pilihan investasi sesuai kebutuhan dan kondisi keuangan," ujarnya.

Merespon soal regulasi Manajer Investasi, OJK, kata Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK M Noor Rachman, tengah merampungkan enam regulasi baru terkait perusahaan MI,”Kami membuat peraturan yang memudahkan dan melancarkan serta menciptakan investasi dengan nyaman dan gembira, karena regulasi menjadi satu hal penting dalam pertumbuhan pasar modal Indonesia,”ungkapnya.

Adapun enam peraturan baru tersebut berupa empat regulasi baru OJK terkait laporan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA), EBA berbentuk surat partisipasi, reksa dana berbasis efek luar negeri, pemasaran produk reksa dana asing.

Selain itu, satu surat edaran terkait penyelesaian kesalahan penghitungan nilai aktiva bersih reksa dana (pricing error) dan satu kajian terhadap peraturan hedge fund (dana proteksi) dan KPD di bawah Rp 10 miliar."Mudah-mudahan tahun ini rampung, kami juga terus mensosialisasi berbagai perkembangan regulasi termasuk dengan lembaga ekonomi," katanya.

Selain menerbitkan aturan baru terkait perusahaan MI, OJK juga merevisi lima peraturan, yakni terkait kontrak investasi kolektif reksa dana penyertaan terbatas, wakil manajer investasi, fungi-fungsi manajer investasi, perilaku yang dilarang bagi manajer investasi, serta pendaftaran dan perilaku Agen Penjualan Efek Reksa Dana (APERD). Kemudian OJK juga mendorong para investor untuk berinvestasi di pasar modal, salah satunya reksa dana. Upaya ini dilakukan regulator agar masyarakat semakin melek dengan investasi. (bani)

BERITA TERKAIT

BPJS-TK Minta Pendampingan KPK Soal Pengelolaan Dana

BPJS-TK Minta Pendampingan KPK Soal Pengelolaan Dana NERACA Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) meminta pendampingan kepada Komisi…

Mendes Sebut Penyerapan Dana Desa Terus Meningkat

    NERACA   Semarang - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo menyebutkan penyerapan dana…

Bappenas: Indonesia Belum Siap Ekonomi Digital - AKIBAT JARINGAN INTERNET BELUM MERATA

Jakarta-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Prof Dr. Bambang Brodjonegoro menilai Indonesia belum siap menghadapi era ekonomi digital. Pasalnya, infrastruktur penopang…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

TBIG Berikan Layanan Kesehatan di Jateng

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Tower Bersama InfrastructureTbk (TBIG) memberikan bantuan pangan dan…

BEI Perpanjang Suspensi GREN dan TRUB

Lantaran belum melakukan pembayaran denda, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperpanjang penghentian sementara perdagangan efek PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)…

Bukalapak dan JNE Hadirkan Layanan JTR

Sebagai bentuk komitmen Bukalapak untuk terus berusaha memberikan layanan terbaik dan mengoptimalkan jasa layanan pengiriman barang besar yang dapat mempermudah dan…