Menanti BI Rate, IHSG Bakal Balik Arah

Kamis, 06/11/2014

NERACA

Jakarta – Minim sentiment positif, laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali terhambat setelah diawal perdagangan hingga sesi pertama ditutup menguat. Mengakhiri perdagangan, IHSG ditutup melemah tipis 4,108 poin (0,08%) ke level 5.066,832. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 0,231 poin (0,03%) ke level 864,058.

Kata analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya mengatakan, indeks BEI bergerak mendatar dengan kecenderungan melemah menyusul data ekonomi Indonesia kuartal III 2014 sebesar 5,01% atau sedikit di bawah estimasi analis,”Terpangkasnya pertumbuhan ekonomi menjadi pemicunya, padahal sebagian kalangan analis memproyeksikan pertumbuhan ekonomi domestik pada kuartal III tahun ini sebesar 5,1%,”ujarnya di Jakarta, Rabu (5/11).

Di sisi lain, lanjut dia, mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang terkoreksi juga menjadi salah satu faktor negatif bagi laju IHSG BEI setelah pada sesi perdagangan saham pagi tadi bergerak menguat. Kendati demikian, menurut dia, ruang penguatan indeks BEI untuk kembali berada di area positif masih cukup terbuka menyusul pengumuman tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) pada pekan depan,”Pada pekan ini, indeks BEI akan bergerak konsolidasi seraya menanti kebijakan BI rate menyusul akan dinaikannya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh pemerintah,”ungkapnya.

Pada perdagangan kemarin, investor asing pun memilih keluar sejenak dari lantai bursa. Transaksi pemodal asing hingga sore tercatat melakukan penjualan bersih senilai Rp 377,127 miliar di seluruh pasar, sedangkan di pasar reguler hanya Rp 189,252 miliar. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 188.441 kali dengan volume 5,686 miliar lembar saham senilai Rp 4,549 triliun. Sebanyak 124 saham naik, 170 turun, dan 88 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia berakhir mixed hingga sore. Belum ada sentimen positif yang bisa menjadi katalis penggerak pasar regional. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.000 ke Rp 61.700, Blue Bird (BIRD) naik Rp 950 ke Rp 7.450, United Tractor (UNTR) naik Rp 725 ke Rp 18.600, dan Siloam (SILO) naik Rp 300 ke Rp 14.600.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 50.000 ke Rp 1,25 juta, Merck (MERK) turun Rp 5.500 ke Rp 167,500, SMART (SMAR) turun Rp 800 ke Rp 7.700, dan Mayora (MYOR) turun Rp 575 ke Rp 25.925.

Pada perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat tipis 4,858 poin (0,10%) ke level 5.075,798. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 0,225 poin (0,23%) ke level 864,514. Lambatnya pertumbuhan ekonomi RI membuat laju IHSG tersendat. Aksi beli asing yang diawal cukup ramai, kemudian mulai seret. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 101.677 kali dengan volume 3,681 miliar lembar saham senilai Rp 2,307 triliun. Sebanyak 129 saham naik, 136 turun, dan 78 saham stagnan.

Bursa-bursa regional masih bergerak fluktuatif hingga siang. Turunnya harga minyak dunia diperkirakan mempengaruhi kinerja emiten energi. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Blue Bird (BIRD) naik Rp 925 ke Rp 7.425, United Tractor (UNTR) naik Rp 550 ke Rp 18.425, Indocement (INTP) naik Rp 225 ke Rp 23.800, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 200 ke Rp 23.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Matahari (LPPF) turun Rp 475 ke Rp 14.250, XL Axiata (EXCL) turun Rp 250 ke Rp 5.225, Mayora (MYOR) turun Rp 200 ke Rp 26.300, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 125 ke Rp 60.575.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 4,30 poin atau 0,08% menjadi 5.075,24, dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,08 poin (0,13%) ke level 865,37,”Ekspektasi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan tumbuh menjadi katalis positif bagi indeks BEI menuju area positif," kata Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah.

Dia mengemukakan bahwa pasar memperkirakan perekonomian Indonesia tumbuh 5,1% pada kuartal III 2014 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun fiskal 2014 yakni di kisaran 5,1-5,5%.

Lanjutnya, secara persentase pertumbuhan Indonesia juga relatif lebih baik dibandingkan negara ekonomi G-20 lainnya, mengingat Indonesia masih ditopang besarnya konsumsi masyarakat. Kendati demikian, kata Alfiansyah, kepastian dari pemerintah untuk menaikan harga BBM masih ditunggu pasar, kondisi itu bisa menimbulkan spekulasi di pasar sehingga bisa menjadi tekanan bagi IHSG BEI.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 137,34 poin (0,58%) ke 23.708,32, indeks Nikkei turun 34,34 poin (0,20%) ke 16.829,25, dan Straits Times melemah 3,08 poin (0,09%) ke posisi 3.279,29. (bani)