BRI Agro Bakal Perbanyak Saham Publik

Selasa, 04/11/2014

Anak usaha bank BRI, PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) siap memenuhi ketentuan skema free float atau pemenuhan saham publik sesuai syarat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) minimal 7,5%. Saat ini saham publik baru tercatat mencapai 5%. Langkah ini dilakukan guna membuat saham perseroan lebih likuid lagi saat diperdagangkan di pasar modal,”Kami akan memenuhi target regulator Januari 2016 mencapai 7,5%, sekarang baru 5%,” kata Direktur Utama BRI Agro Tbk, Heru Sukanto di Jakarta, Senin (3/11).

Menurutnya, untuk mencapai skema tersebut pihaknya akan mencari solusi salah satunya membicarakan dengan pemegang saham. Sebagai anak usaha dari holding PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) tentunya BRI Agro meminta dukungan pemenuhan free float. “Kita komunikasi ke pemegang saham pengendali. BRI komit memenuhi regulasi dan menjung tinggi hal itu,” katanya.

Soal cara lain, Heru menuturkan, pihaknya kemungkinan akan menerbitkan obligasi atau cara yang lainnya yang paling efektif. Kalau pelepasan saham tentunya akan terdilusi saham BRI Agro. “Mungkin mekanisme rigth issue atau pelepasan saham ke market. Tunggu situasi,” jelasnya.

Selain itu, perseroan juga menyampaikan rencana untuk masuk ke kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) II pada tahun 2015 mendatang. Oleh karena itu, kata Heru, dirinya berharap induk usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) akan memberikan suntikan modalagar perseroan bisa masuk ke BUKU II di tahun 2015,”Kami rencananya tahun depan akan masuk ke BUKU II. Kami akan meminta Bank BRI memberikan dorongan modal sebesar Rp 150 miliar,”ujar Heru.

Untuk melancarkan aksinya tersebut, perseroan juga akan menerbitkan saham baru atau right issue. Hal ini dilakukan agar modal perseroan akan dapat mencapai Rp 1 triliun,”Kami juga berencana right issue untuk menambah modal ke BUKU II. Jadi, biar modal kita bisa mencapai Rp 868,13 miliar," ujar Heru.

Sekedar informasi, total modal BRI Agro mencapai sebesar Rp 868,13 miliar di kuartal III-2014. (bani)