Pasar Modal Jadi Serbuan Investor Asing

Berikan Imbal Hasil Tinggi 28,08%

Senin, 03/11/2014

NERACA

Jakarta - Bursa Efek Indonesia menilai imbal hasil (return) investasi di pasar modal Indonesia lebih tinggi dibanding pasar lain di kawasan ASEAN maupun Amerika. Secara kumulatif rata-rata tingkat imbal hasil per tahun hasil investasi di pasar saham Indonesia tercatat yang tertinggi sejak 2009 silam dengan angka mencapai 28,08%.

Adapun rata-rata tingkat imbal hasil di delapan bursa lainnya, New York Stock Exchange 11,42%, Australia Stock Exchange 7,45%, Bursa Malaysia 15,6%, Hongkong Exchange 9,3%, Philiphine Stock Exchange 27,10%, Singapore Exchange 2,2%, dan The Stock Exchange of Thailand 25,7%. Korea 11,85%,”Pasar Indonesia sangat menarik, sayangnya potensi ini belum diketahui sepenuhnya oleh investor lokal khusunya," kata Kepala Kantor Perwakilan BEI Medan M. Pintor Nasution dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Ironisnya, literasi pasar modal masyarakat masih sangat minim. Berdasarkan data Survei Nasional Literasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2013, masyarakat yang tergolong well literate tentang pasar modal masih berada di angka 3,79%. Hal ini diikuti rendahnya Indeks Utilitas Produk dan Jasa Pasar Modal yang menunjukkan hanya satu orang dari setiap 1.000 penduduk menggunakan produk dan jasa pasar modal.

Padahal, penelitian McKinsey memperkirakan lima tahun ke depan jumlah individu yang berasal dari keluarga dengan pendapatan di atas US$ 100.000 per tahun naik menjadi 1,93 juta jiwa, dan jumlah individu yang berasal dari keluarga dengan pendapatan di antara US$ 50.000 hingga US$ 100.000 per tahun sebanyak 2,2 juta jiwa.

Data Bank Dunia tahun 2010 sendiri menunjukkan peningkatan jumlah masyarakat menengah Indonesia menjadi 134 juta jiwa atau 60% total jumlah penduduk, dibanding 37,7% pada 2003,”Artinya peluang untuk meningkatkan jumlah pengguna produk dan jasa pasar modal masih terbuka lebar, mengingat potensi jumlah kelas menengah di Indonesia juga semakin meningkat, salah satunya dengan melakukan Workshop Wartawan di beberapa daerah, termasuk Medan," katanya.

Sebagai informasi, pasar saham dalam negeri semakin menggeliat, hal ini terlihat dari meningkatnya nilai transaksi mencapai Rp5,16 triliun atau tumbuh dibanding tahun lalu sebesar Rp5 triliun. Direktur Utama BEI, Ito Warsito pernah bilang, transaksi saham yang terjadi di pasar menunjukan kondisi positif. Ada kenaikan cukup baik dibandingkan tahun lalu. Karena kondisi perekonomian Indonesia cenderung stabil,”Kondisi politik Indonesia memang belum stabil. Namun ada tanda-tanda kenaikan yang cukup bagus," katanya.

Ito mencatat, hingga tahun ini nilai transaksi asing masih tinggi dibandingkan transaksi domestik. Investasi di Indonesia menjadi leading bagian investasi asing karena masih dianggap menjanjikan dalam berinvestasi,”Investasi demostik diharapkan bisa bersaing dengan asing" paparnya. (bani)