Penjualan Indofood Capai Rp 50,39 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membukukan penjualan sebesar Rp 50,39 triliun atau meningkat sebesar 22,1% pada kuartal III-2014. Pada periode yang sama tahun sebelumnya penjualan INDF sebesar Rp 41,28 triliun.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer (CEO) INDF, Anthoni Salim mengatakan, peningkatan pendapatan perseroan pada kuartal III ini didorong oleh pertumbuhan dari hampir seluruh kelompok usaha strategis perseroan dan penjualan dari grup budi daya serta pengolahan sayur,”Kontribusi terbesar perseroan pada kuartal III ini disumbang oleh perolehan dari grup produk konsumen bermerek (CBP) terdiri dari divisi mi instan, dairy, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus, serta minuman yang mencatatkan pertumbuhan total nilai penjualan sebesar 21,2%,”ujarnya dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin

Sementara dari grop Bogasari sebesar 7,5%, agribisnis 10,6%, dan distribusi 9,5%. Grup budi daya dan pengolahan sayuran membukukan total penjualan sebesar Rp 3,52 triliun pada sembilan bulan pertama di tahun 2014.

Adapun, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 57,6% menjadi Rp 3,03 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 1,92 triliun. Menurut Anthoni, perseroan senang meraih pencapaian selama sembilan bulan pertama di tahun 2014 di tengah kondisi ekonomi makro dalam negeri dan industri yang penuh tantangan."Kami terus mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih. Kami akan terus memanfaatkan kekuatan model bisnis yang kami miliki guna menangkap peluang pertumbuhan jangka panjang," tukasnya.

Sebelumnya, perseroan telah menjual seluruh kepemilikan sahamnya di PT Nissinmas senilai US$5,4 juta guna meningkatkan likuiditas dan pendaan ekspansi bisnis. Perseroan memiliki 11,7 juta lembar saham atau 49% dari seluruh saham yang dikeluarkan PT Nissinmas. Penjualan terjadi kepada Nissin Foods Holding Co pada 20 Agustus 2014.

Perseroan telah menandatangani conditional sale and prurchase dengan Nissin Foods Holding Co. Transaksi tersebut sudah mendapat persetujuan dari BPKM dan pemegang saham PT Nissinmas. Sebagai informasi, perseroan yang merupakan produsen makanan olahan ini berjanji bahwa hingga akhir tahun 2014 perseroan tidak akan lagi menaikkan harga jual produk-produk miliknya.

Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Franky Welirang pernah bilang, pihaknya tidak berencana untuk menaikkan harga di semester berikutnya. Menurutnya, hal ini disebabkan perseroan yakin bahwa situasi dan kondisi ekonomi di tanah air masih akan dalam kondisi yang kondusif,”Kondisi ekonomi kami lihat masih bagus ditambah lagi kinerja usaha kami sampai saat ini masih terlihat stabil,”paparnya.

Franky menambahkan perseroan sepanjang tahun 2014 ini telah menaikkan harga jual produknya sebanyak dua kali. Kenaikkan harga untuk pertama kali pada tahun 2014 ini dilakukan di bulan Januari. Kemudian untuk yang kedua kalinya dilakukan pada bulan Juni kemarin. (bani)

BERITA TERKAIT

DMAS Targetkan Penjualan Rp 1,25 Triliun

Emiten pengembang kawasan industri, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mematok target marketing sales tahun ini sebesar Rp 1,25 triliun. Direktur…

Tunas Baru Lampung Rilis Obligasi Rp 1 Triliun

Lunasi utang, PT Tunas Baru Lampung (TBLA) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I Tunas Baru Lampung tahap I tahun 2018 dengan…

Tower Bersama Bangun 1000 Menara di Luar Jawa - Siapkan Capex Rp 1 Triliun

NERACA Jakarta –Kejar pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi, PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk (TBIG) tahun ini menargetkan dapat membangun sekitar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laju IHSG Sepekan Kemarin Menguat 1,32%

NERACA Jakarta – Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin mengalami kenaikan 1,32% ke posisi 6.591,58 poin dari 6.505,52…

Literasi Investasi Mahasiswa Harus Ditingkatkan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kantor perwakilan Surakarta menyatakan, literasi keuangan dan investasi di kalangan mahasiswa harus ditingkatkan karena sektor…

IHSG Konsolidasi Menunggu Laporan Keuangan

Analis pasar modal menilai bahwa pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) cenderung bergerak konsolidasi mengantisipasi…