Awal Pekan, IHSG Masih Tren Menguat

NERACA

Jakarta – Setelah sempat terkoreksi selama dua hari, kini laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali balik arah menguat seiring dengan aksi beli investor yang merespon positif laporan kinerja keuangan emiten kuartal tiga yang tumbuh positif.

Menurut Director Investment PT Valbury Asia Asset Management, Andreas Yasakasih, indeks BEI melanjutkan penguatan seiring dengan bursa saham global,”Saat ini, pergerakan indeks BEI cenderung mengikuti arah bursa saham global," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, sentimen positif bursa saham global datang dari bank sentral Jepang yang menambah stimulus keuangannya, situasi itu menutup sentimen negatif dari berakhirnya program pembelian obligasi bank sentral AS (Federal Reserve).

Di sisi lain, lanjut dia, pernyataan pemerintah yang akan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi juga direspon positif oleh pelaku pasar saham,”Meski akan ada gejolak setelah BBM dinaikan namun itu berjangka pendek, untuk jangka panjang ekonomi domestik akan bagus sehingga imbasnya akan positif bagi pasar saham," katanya.

Berikutnya, indeks BEI Senin awal pekan diproyeksikan masih akan melanjutkan tren penguatan. Pada perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG ditutup menguat 30,698 poin (0,61%) ke level 5.089,547. Sementara Indeks LQ45 bertambah 7,760 poin (0,90%) ke level 868,051.

Perdagangan kemarin mencatat tidak semua indeks sektoral bisa menguat berkat aksi beli investor asing ini. Sektor aneka industri dan perdagangan melemah akibat aksi jual. Transaksi investor asing hingga sore melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 322,751miliar di pasar reguler dan negosiasi. Sedangkan untuk pasar reguler saja nilainya Rp 373,470 miliar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 199.445 kali dengan volume 4,169 miliar lembar saham senilai Rp 5,684 triliun. Sebanyak 174 saham naik, 126 turun, dan 87 saham stagnan. Bank Sentral Jepang memberikan stimulus baru berupa menambah nilai pembelian exchange-traded fund (ETF) dan real estate investment trust, serta memperpanjang durasi portofolio di surat utang pemerintah Jepang.

Langkah ini menjadi kejutan di mata pelaku pasar regional. Saham-saham bursa di Asia pun kompak menguat hingga sore hari ini, dipimpin bursa Jepang yang melonjak. Penguatan IHSG masih kalah dibandingkan dengan indek saham di bursa-bursa regional lain. Rata-rata penguatan indeks di bursa regional lebih dari 1%.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.400 ke Rp 57.750, United Tractor (UNTR) naik Rp 700 ke Rp 18.375, Astra Agro (AALI) naik Rp 500 ke Rp 23.500, dan Indocement (INTP) naik Rp 450 ke Rp 24.000. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 1.225 ke Rp 28.275, Emtek (EMTK) turun Rp 750 ke Rp 6.000, Tigaraksa (TGKA) turun Rp 475 ke Rp 2.500, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 400 ke Rp 71.100.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup naik tipis 9,216 poin (0,18%) ke level 5.068,065. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,257 poin (0,26%) ke level 862,548. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 103.031 kali dengan volume 1,812 miliar lembar saham senilai Rp 2,181 triliun. Sebanyak 153 saham naik, 110 turun, dan 87 saham stagnan.

Bursa-bursa regional kompak menguat hingga siang. Sentimen positif datang dari bursa global yang semalam menghijau. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.075 ke Rp 57.425, United Tractor (UNTR) naik Rp 600 ke Rp 18.275, Indocement (INTP) naik Rp 325 ke Rp 23.875, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 325 ke Rp 23.325.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tigaraksa (TGKA) turun Rp 475 ke Rp 2.500, Bank of India (BSWD) turun Rp 315 ke Rp 945, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 250 ke Rp 71.250, dan Citra Tubindo (CTBN) turun Rp 200 ke Rp 5.500.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 17,24 poin atau 0,34% menjadi 5.076,09, dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 4,32 poin (0,50%) ke level 864,61,”Sentimen bursa saham global memberikan dorongan positif bagi indeks BEI pada awal perdagangan sehingga bergerak menguat," kata analis Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Dia menambahkan bahwa beberapa laporan kinerja emiten domestik yang telah dirilis juga cukup positif sehingga mendorong sebagian pelaku pasar kembali mengambil posisi beli. Namun, di tengah antisipasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, laju IHSG diperkirakan masih terbatas,”Pelaku pasar masih mencermati kepastian kenaikan BBM dan kebijakan pemerintah selanjutnya pasca kenaikan BBM," katanya.

Sementara Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah menambahkan bahwa pelaku pasar sedang mencermati langkah pemerintah dalam meredam dampak dari kenaikan harga BBM yang bisa memicu kenaikan inflasi.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 184,44 poin (0,78%) ke 23.886,48, indeks Nikkei naik 273,04 poin (1,74%) ke 15.931,24, dan Straits Times menguat 8,74 poin (0,27%) ke posisi 3.243,05. (bani)

Related posts