Terobosan Bangun Generasi Cerdas Berasuransi

Allianz Berikan Kemudahan Pelayanan

Jumat, 31/10/2014

NERACA

Jakarta – Indonesia memiliki potensi pasar yang menjanjikan bagi industri asuransi karena ditunjang populasi penduduk yang besar, pertumbuhan ekonomi yang positif dan daya beli masyarakat yang masih baik. Maka tidak heran, kini banyak pelaku industri asuransi asing hadir di Indonesia dengan menawarkan produk baru. Hadirnya pelaku industri asuransi asing, memacu persaingan makin ketat dan termasuk perkembangan produk asuransi semakin komplek dan tidak hanya menawarkan asuransi kesehatan, jiwa, pendidikan atau hari tua.

Dewasa ini, sebagian masyarakat yang sudah melek asuransi tidak hanya melihat asuransi sebagai pengalihan risiko dan juga proteksi diri, tetapi dapat menjadi investasi jangka panjang lantaran produk keuangan sendiri saat ini sudah menjadi kebutuhan. Namun tidak dinafikan, penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, dari 240 juta lebih penduduk Indonesia hanya 18% yang sudah melek asuransi atau sekitar 43,2 juta orang saja yang paham dengan asuransi. Bahkan dari jumlah itu, yang benar-benar sudah merasakan produk asuransi hanya 12% atau hanya 28,8 juta penduduk saja. Rendahnya penetrasi asuransi dalam negeri banyak berbagai faktor dan salah satunya soal minimnya literasi asuransi atau belum sadar pentingnya memiliki asuransi. Dimana sebagian masyarakat beranggapan masih banyak kebutuhan lain yang lebih mendesak ketimbang menyisihkan sebagian penghasilan untuk keperluan proteksi diri dan harta bendanya. Bahkan sebagian masyarakat melihat asuransi merupakan barang yang mahal.

Chief Distribution Officer Sun Life, Elin Waty bilang, rendahnya kesadaran masyarakat berasuransi ditenggarai karena manfaat asuransi tidak bisa diterima seketika itu juga. Untuk meningkatkan kesadaran tersebut, maka perlu ada usaha bersama dari pelaku industri dan OJK. Elin juga tidak memungkiri pertumbuhan kelas menengah di Indonesia saat ini memiliki peluang untuk industri asuransi bertumbuh dan berkembang. Namun kenyataanya, masyarakat di kelas tersebut masih memilih membeli alat elektronik ketimbang produk asuransi. “Sekarang memang sudah ada perubahan. Namun, mereka masih beranggapan bahwa produk asuransi mahal. Ini tugas kami untuk memberikan kesadaran itu,”ujarnya.

Asuransi saat ini sudah meliputi dalam aspek kehidupan manusia, karena manfaatnya yang besar. Sehingga asuransi di ibaratkan uang kecil yang mampu membeli uang besar. Jika seseorang tidak paksa diri membayar uang kecil, maka dia akan dipaksa membayar uang yang besar. Maksudnya, dalam kehidupan seseorang sesuatu bisa terjadi tanpa diduga, seperti penyakit kritis. Sehingga, memaksa untuk mengeluarkan biaya besar untuk berobat. Namun sebaliknya, bila sudah memanfaatkan asuransi risiko tersebut bisa dialihkan sehingga meringankan beban keluarga.

Direktur Pengaturan Penelitian dan Pengembangan Industri Keuangan Non Bank OJK, Yusman, mejelaskan manfaat dari asuransi adalah membangun kesiapan finansial. "Asuransi adalah komponen krusial dalam perencanaan keuangan," katanya.

Selain itu, asuransi akan membangun kepercayaan diri masyarakat dalam menjalankan usaha. Dengan adanya asuransi, keamanan usaha yang dijalankan lebih terjamin. Imbasnya akan tercipta banyak unit bisnis baru karena ada jaminan yang jelas dari asuransi. Manfaat lainnya adalah memperluas lapangan kerja. OJK bersama lembaga industri keuangan dan ternasuk salah satunya dengan industri asuransi meluncurkan program Strategi Nasional Literasi Keuangan. Program ini disambut baik PT Asuransi Allianz Utama Indonesia dengan terus berinovasi melakukan kegiatan edukasi guna meningkatkan minat masyarakat untuk berasuransi,”Ini merupakan tantangan bagi para praktisi asuransi di Indonesia termasuk untuk Allianz Indonesia," kata Country Manager dan Dirut Allianz Life Indonesia, Joachim Wessling.

Pendekatan Berbeda

Menurutnya, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, Allianz Indonesia telah melakukan berbagai kampanye pengenalan asuransi melalui kegiatan-kegiatan edukasi dan pelatihan literasi keuangan kepada berbagai lapisan masyarakat. Pasalnya, diakui masih banyak nasabah Allianz yang belum paham tentang asuransi. Sadar Allianz memiliki banyak produk asuransi dari A sampai Z, menjadi alasan bagi perseroan memperkenalkan Jurnal Allianz sebagai upaya edukasi dan sosialisasi pentingnya berasuransi. Tidak hanya itu, kata Joachim, Allianz juga memperkenalkan pendekatan berbeda dalam memasyarakatkan asuransi. Dirinya menyakini, pengenalan asuransi melalui cara yang berbeda ini merupakan upaya Allianz untuk membuat asuransi menjadi lebih mudah dimengerti masyarakat.

Kemudahan akses pelayanan juga mempengaruhi minat masyarakat berasuransi. Oleh karena itu, Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) meluncurkan inovasi layanan terbaru, yakni layanan pengajuan klaim secara mobile. Aplikasi eAZy Claim memberikan kemudahan kepada nasabah asuransi kesehatan individu maupun kumpulan untuk melakukan pengajuan klaim kesehatan dimana saja dan kapan saja melalui smartphone mereka kepada Allianz.

Direktur Allianz Life Indonesia Todd Swihart mengatakan, nasabah hanya perlu memotret tagihan biaya berobat dengan smartphone dan mengirimkannya kepada Allianz untuk proses lebih lanjut,”Sebagai salah satu penyedia asuransi kesehatan dengan pertumbuhan tercepat dan nasabah yang tersebar diseluruh Indonesia, kami merasa perlu berinvestasi pada layanan digital untuk menghubungkan nasabah secara langsung kepada Allianz. Sehingga nasabah dapat menikmati layanan mudah dan sederhana," ujar dia.

Dirinya menegaskan, kehadiran aplikasi mobile ini menunjukkan komitmen pelayanan Allianz kepada nasabah dengan menjadikan proses klaim lebih cepat dan mudah dimanapun nasabah berada. Menurutnya, aplikasi eAZy Claim ini juga dilengkapi dengan fasilitas riwayat klaim, laporan klaim yang sudah dibayarkan, daftar manfaat asuransi dan daftar penyedia layanan kesehatan rekanan Allianz. Aplikasi eAZy Claim melengkapi layanan yang ditawarkan Allianz seperti fasilitas cashless pada rumah sakit di Indonesia, dan beberapa rumah sakit di Singapura, Malaysia dan Thailand.

Fasilitas layanan ini adalah jawaban atas gaya hidup masyarakat Indonesia yang semakin mobile setiap hari dan diharapkan asuransi tidak lagi sebagai beban, tetapi menjadi kebutuhan dalam kehidupan seseorang. (bani)