DSN Grup Bukukan Pendapatan Rp 3,73 Triliun

Berkah Kenaikan Harga Sawit

Kamis, 30/10/2014

NERACA

Jakarta - Kenaikan harga minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO) di sembilan bulan pertama tahun ini mendongkrak pendapatan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSN Grup) tumbuh hingga 39,2% menjadi Rp3,73% dari periode yang sama tahun lalu. Pendapatan yang tinggi mendorong pertumbuhan laba perseroan di level fantastis.

Direktur Utama PT Dharma Satya Nusantara Tbk Djojo Boentoro mengungkpkan, laba bersih DSN Grup di kuartal III tahun 2014 sebesar Rp 521,5 miliar atau tumbuh 323% dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 123,3 miliar,”Kenaikan laba bersih tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan khususnya yang berasal dari industri kelapa sawit. Tanaman kita memang relatif muda, sekitar 7 tahunan, ditambah dengan kenaikan harga sawit. Dan harga CPO kita cukup baik,”ujarnya di Jakarta, Rabu (29/10).

Sementara T. Arifin Cahyono, Direktur Perseroan menjelaskan, meskipun dalam beberapa bulan terakhir ini harga CPO cenderung melemah, kondisi harga sawit perseroan masih tetap bertahan dan stabil. Disebutkan harga rata-rata CPO dalam sembilan bulan pertama tahun ini mencapai Rp 8,52 juta per ton. Harga tersebut masih lebih tinggi dibandingkan harga rata-rata CPO sembilan bulan tahun lalu yang mencapai Rp 6,67 juta per ton.

Djojo lebih lanjut menjelaskan, Industri kelapa sawit masih memberikan sumbangan terbesar pendapatan bersih DSN Group, yakni mencapai Rp 2,71 triliun atau 72,7% dari total pendapatan bersih perseroan,”Pendpatan sawit tinggi didukung oleh penambahan 1 pabrik yang baru beroperasi. Nanti di Desember kita operasikan juga 1 lagi pabrik baru," ujar dia.

Andrianto Oetomo Wakil Direktur Utama mengatakan, pabrik baru juga akan dibangun di akhir tahun depan. Adapun biayanya diambil dari capex perseroan yang dianggrkan di kisaran70-80 dolar AS. "Itu untuk pabrik dengan kapasitas 60 ton per jam sekitar 20 juta dolar dan penanaman baru yang kita investasikan rata-rata 5000-5500 dolar per hektar," kata dia.

Sampai akhir September 2014, jumlah tertanam kebun inti telah mencapai 61.469 hektar, dengan usia rata-rata tanaman kebun inti mencapai 7,4 tahun. Dari jumlah tersebut sebanyak 48.038 hektar merupakan kebun yang sudah menghasilkan.

Adapun produksi tandan buah segar kebun inti dalam sembilan bulan pertama tahun ini telah mencapai 920,1 ribu ton atau naik sebesar 11,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 826,1 juta ton.

Sementara produksi CPO juga meningkat 24,1% menjadi 288,7 ribu ton dibandingkan sembilan bulan pertama tahun lalu yang me ncapai 232,7 ribu ton. Sedangkan produksi Palm Kernel Oil (PKO) juga meningkat dari 8.636 ton pada kuartal III tahun lalu menjadi 12.841 ton. Perseroan masih mampu mempertahankan Oil Extraction Rate (OER) pada level 24% pada sembilan bulan pertama tahun ini.

Di industri pengolahan kayu, pada kuartal III tahun ini, Perseroan mencatat Pendapatan bersih sebesar Rp 1,02 triliun, relatif sama dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 1,03 triliun. Volume penjualan produk panel turun 23,2% menjadi 149,9 ribu m3, namun harga rata-rata panel kayu naik 12,2% menjadi Rp 4,3 juta per m3. Volume penjualan engineered door juga turun 6,8% menjadi 37,8 ribu unit, namun harga rata-ratanya meningkat sebesar 17,1% menjadi Rp 1,2 juta per unit. (bani)