Jasa Marga Bukukan Laba Rp 1,14 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) hingga kuartal III-2014 mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,14 triliun, atau naik 11,3% dari Rp 1,02 triliun pada periode yang sama setahun lalu. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, Jasa Marga melalui siaran persnya hari ini mengatakan kenaikan laba didorong kenaikan pendapatan (di luar pendapatan konstruksi) sebesar Rp 5,23 triliun, naik 16,3% dari Rp 4,47 triliun pada periode yang sama setahun lalu.

Pendapatan tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan tol sebesar 14,9% menjadi Rp 4,85 triliun, disusul pendapatan lain yang naik 37,6% menjadi Rp 381,87 miliar dari Rp 277,51 miliar setahun lalu. Peningkatan pendapatan tol didukung oleh penambahan pengoperasian ruas baru Perseroan, yang terdiri dari Jalan Tol Semarang-Solo Ruas Ungaran-Bawen (12,3 km), Jalan Tol Bogor Outer Ring Road Seksi IIA Kedung Halang-Kedung Badak (2 km), dan Jalan Tol JORR W2 Utara (7,9 km).

Sementara EBITDA tumbuh 9 persen menjadi Rp 2,96 triliun dari Rp 2,55 triliun setahun lalu, dengan margin sebesar 56 persen. Perseroan baru menggunakan Rp 3 triliun dari total belanja modal (capital expenditure/ capex) tahun 2014 sebesar Rp 5,4 triliun. Aset Perseroan juga naik 11 persen menjadi Rp 31,38 triliun.

Jasa Marga bersama PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) juga melakukan uji coba penggunaan T-Pass di Jalan Tol JORR, dimana penetrasi e-toll saat ini mencapai 11,7 persen. Perseroan juga menambah Gardu Tol Otomatis (GTO) sebanyak 20 gardu sehingga total gardu GTO saat ini adalah 222 gardu. Adapaun untuk tahun depan, perseroan merencanakan untuk mengoperasikan Jalan Tol Gempol-Pasuruan Ruas Gempol-Rembang, Jalan Tol Gempol-Pandaan, dan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto Seksi IV.

Asal tahu saja, Jasa Marga tengah menggenjot kontribusi dari bisnis non jalan tol, seperti bisnis properti dengan segera membangun proyek residensial dan juga mix used di beberapa wilayah. Nantinya, bisnis properti akan bentuk kerjasama dengan perusahaan properti dan ditargetkan mampu memberikan kontribusi pendapatan sebesar 15%.

Sekretaris Perusahaan Jasa Marga, David Wijayatno bilang, pendanaan investasi untuk pengembangan bisnis barunya ini sudah masuk dalam anggaran belanja modal tahun depan yang mencapai Rp 5 triliun,”Hingga saat ini kami tengah berupaya menuntaskan proses akuisisi lahan sebagai alas pembangunan proyek," katanya.

David menjelaskan, perseroan mengalokasikan anggaran capex tahun depan kurang dari 10% untuk pengembangan bisnis nontol. Masuknya perseroan ke dalam bisnis properti merupakan salah satu bentuk diversifikasi usaha dan juga strategi bisnis perseroan untuk mengerek margin labanya menjadi lebih tebal.

Selain itu, kata David, tahun 2015 mendatang perseroan menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 5 triliun. Dimana kebutuhan capex perseroan di tahun depan memang mengalami penurunan jika dibanding capex tahun 2014 yang sebesar Rp 5,4 triliun. (bani)

Related posts