SBY Bapak Demokrasi Indonesia - Oleh : Alexa Christina, Pemerhati Masalah Bangsa

Selama beberapa hari belakangan ini beredar spanduk yang berisi ucapan terima kasih kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di akhir masa jabatannya. Spanduk tersebut berisi pujian terhadap berbagai kebijakan SBY selama 10 tahun pemerintahannya lengkap dengan hashtag, Terimakasih SBY. Selain spanduk, beredar pula pesan berantai lewat media sosial yang mengajak warga Jakarta yang bekerja di sepanjang Jalan Sudirman-M.H. Thamrin hingga Jalan Medan Merdeka Barat untuk keluar sebentar dari kantor dan berdiri di pinggir jalan sebagai bentuk penghormatan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Senin, 20 Oktober nanti SBY akan mengakhiri masa jabatannya.

Spanduk, baliho serta pesan berantai lewat media sosial itu mau menjelaskan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa kehadiran Bapak SBY dalam demokrasi Indonesia patut dicatat dalam sejarah. SBY telah membuktikan bahwa dia berpolitik secara santun, dan tidak pernah mendendam kepada lawan politiknya. Demikian besar peran dan prestasi SBY selama sepuluh tahun terakhir, memberikan banyak alasan untuk menghantarkan peletakan jabatan SBY dengan penuh rasa terima kasih dan kebanggaan.

Ajakan dan spanduk yang beredar jelang lengsernya SBY itu merupakan bentuk dari apreesiasi rakyat yang berterima kasih kepada SBY, mereka secara sukarela memajang spanduk itu. Ramadhan Pohan dari DPP Partai Demokrat mengaku tidak ada yang komandoi. Pihaknya menduga itu adalah inisiatif dari para warga yang merasakan 'manisnya' masa SBY memimpin. Banyak juga warga yang masih menginginkan SBY untuk memimpin lagi, tapi dibatasi oleh konstitusi.

Publik tentunya masih belum lupa ketika hasil pemilihan umum legisltaif 2014 diumumkan, dimana Partai Demokrat yang diketuai SBY ternyata kalah dalam perolehan suara, SBY sama sekali tidak berusaha mencari-cari kesalahan. Setelah mengamati bahwa pelaksaan Pileg berjalan lancar, aman dan demokratis, SBY sebagai salah satu Ketua umum partai politik yang pertama kali memberi ucapan selamat kepada Paprol yang menjadi pemenang. Sikap SBY itu diharapkan bisa menjadi tradisi politik karena belum pernah dilakukan sebelumnya. Publik mencatat, masih banyak tokoh politik yang sulit sekali mengucapkan selamat kepada pihak yang menang.

Kesantunan SBY memperlihatkan bahwa dia adalah tokoh yang tidak suka mencaci maki lawan politiknya meski dia disakiti, dia tidak pernah terdengar merendahkan martabat orang lain. SBY selalu berpenampilan sejuk, sehingga tidak heran jika SBY dipiih rakyat dalam dua kali pemilihan secara langsung dengan prosentase suara yang sangat besar.

Sebagai bapak demokrasi, SBY juga memperlihatkan kepada rakyat Indonesia, bahwa transisi kepemimpinannya kepada presiden baru berjalan mulus. SBY menyiapkan sebuah tradisi baru berupa upacara penghormatan untuk menyambut presiden baru. Upacara yang dilakukan secara militer tersebut beragendakan penyambutan Presiden Baru Joko Widodo oleh SBY sebagai mantan presiden dan dilanjutkan dengan pelepasan SBY oleh Jokowi. Penyambutan Jokowi sebagai penghuni baru Istana Presiden oleh SBY sebagai pendahulu ini merupakan puncak dari proses transisi pemerintahan yang digagas SBY. Tradisi itu perlu dipelihara presiden selanjutnya, karena sejak Indonesia merdeka hingga sekarang, pergantian kekuasaan yang mulus belum pernah terjadi. Presiden SBY telah memberikan contoh demokrasi dan berpolitik yang sangat baik, dan santun. Karena itu semua elemen masyarakat dihasrapkan membantu mensukseskan hal tersebut. Sebagai anak bangsa kita semua maklum, selama kepemimpinannya SBY memiliki banyak kekurangan dan kekhilafan. Namun capaian positif selama dua periode akan senantiasa dikenang dalam hati rakyat Indonesia.

Pemerintah dimanapun tidak mungkin dapat melakukan pembangunan ekonomi dengan baik jika stabilitas piolitik dan keamanan tidak terwujud. Mantapnya stabilitas Polkam tidak terlepas dari upaya pemerintahan SBY meningkatkan anggaran untuk TNI dan pertahanan negara yang mengalami peningkatan hampir 400 persen. Sedangkan untuk Polri dan peningatan Kamtibmas, anggarannya meningkat empat kali lipat sehingga mencapai Rp.84,4 triiun dengan jumlah personel 400-ribuan orang. Kontribusi Indonesia dalam upaya perdamaian dunia sebagaimana dimanatkan dalam Pembukaan UUD 45 juga nampak.

Disisi lain, publik bisa melihat bahwa pelaksanaan pemilihan kepala daerah di berbagai tempat berlangsung lancar. Pemilu legislatif dan Pemilu presiden juga berlangsung demokratis diantara persaingan antara partai politik yang begitu tinggi.

Penegakkan Hukum

SBY dikenal sangat konsisten dan berkomitmen dalam upaya penegakkan hukum, terutama pemberantasan korupsi. Publik menyaksikan sendiri bagaimana ketika besannya ditangkap KPK pada masa awal kepemimpinannya, SBY sama sekalai tidak berupaya mengintervesinya.

Baru dalam sejarah penegakkan hukum saat ini, masyarakat benar-benar bisa menyaksikan pejabat tinggi negara yang terbukti mencuri uang rakyat ditangkap, diadili dan dihukum. Bahkan seorang Wakil Presiden pun bisa dihadirkan ditengah persidangan untuk dimintai keterangan walaupun hanya sebagai saksi. Demikian juga para menteri pembantu presiden serta ketua umum partai politik ditangkap KPK, diadili di pengadilan Tipikor serta dipenjara.

SBY juga terbukti berdiri dibarisan terdepan dalam hal pemberantasan korusi, SBY adalah pemimpin yang membela KPK ketika terjadi pertikaian tajam antara KPK dengan pihak Kepolisian, SBY juga sangat vokal menentang rencana revisi Undang-Undang KPK yang hendak digulirkan DPR. Akhirnya revisi UU yang ditengarai akan mengurangi kewenanganan KPK kandas ditengah jalan.

Selain berbagai keberhasilan diatas, SBY juga dinilai sebagai Bapak Demokrasi Indonesia. Sejak menjabat sebagai presiden tahun 2004, keran demokrasi dibuka seluas-luasnya. Demokrasi Indonesia berkembang pesat, dimulai dengan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden secara langsung, pemilihan kepala daerah secara langsung serta munculnya kebebasan pers. Keran demokrasi juga terlihat dalam penegakkan hukum, partai politik yang bebas menyalurkan aspirasinya, dan masyarakat sipil yang semakin mendapatkan tempatnya untuk berpartisipasi dalam perubahan arah bangsa menjadikan Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga didunia.

Dalam berbagai kesempatan SBY selalau mengingatkan kita semua, bahwa dia selalu ingin berbuat yang terbaik, namun SBY menyadari sepenuhnya bahwa dirinya adalah manusia biasa. Ada kekurangan yang saya miliki, tetapi percayalah bahwa saya tulus ikhlas mengemban tugas memimpin negara ini menuju Indonesia yang lebih baik. Kemampuan SBY juga diakui dunia internasioanal, bahkan Presiden AS, Barack Obama memberi penghargaan khusus kepada SBY. Demokrasi yang santun merupakan apresiasi konkrit atas budaya kita yang dikenal memiliki kesantunan. Karena itulah bangsa ini siap memasuki jajaran negara demokrasi dunia.

Apresiasi yang sama juga datang dari dalam negeri, Pimpinan Lembaga Tinggi Negraa melalui Ketua DPR Setya Noanto mengatakan kita semua memberikan apresiasi kepada SBY yang sudah menjalankan pemerintahan selama ini dan sekarang stabiltas betul-betul semakain baik. Praktek demokrasi berjalan baik dan semakin kondusif. Keberhasilan lain adalah SBY terbukti mampu meningkatkan APBN sebesar Rp.2.048 triliun pada 2014, dari cuma Rp.347,4 triliun pada tahun 2004. Terima kasih Bapak SBY atas sepuluh tahun yang membanggakan. ***

BERITA TERKAIT

Tiga Rekomendasi Untuk Penataan Ulang Regulasi Indonesia

Oleh: Maria Rosari Para pakar hukum tata negara dalam Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara mencatat setidaknya terdapat lebih dari 62.000…

Rachmawati Soekarnoputri: Indonesia Alami Paradoks

Rachmawati Soekarnoputri: Indonesia Alami Paradoks NERACA Jakarta - Rachmawati Soekarnoputri, putri Proklamator RI Soekarno, mengatakan Indonesia mengalami paradoks, di mana…

Indonesia Rangking 3 Besar Wisatawan Digital Dunia

      NERACA   Jakarta - Para pelancong asal Indonesia ternyata menduduki rangking tiga besar dunia untuk pemanfaatan alat…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Mengukir Harapan Baru: Upaya Serius Pemerintah Membangun Papua

  Oleh : Indah Rahmawati Salam, Mahasiswi IAIN Kendari   Harapan masyarakat Papua untuk menjadi lebih baik, lebih bermartabat, dan…

Ekonomi Syariah Seharusnya Sudah "Hidup"

Oleh: Ahmad Buchori Perekonomian syariah seharusnya sudah "hidup" di Indonesia dan memainkan peran penting dalam perekonomian nasional, bahkan dalam pasar…

Tiga Rekomendasi Untuk Penataan Ulang Regulasi Indonesia

Oleh: Maria Rosari Para pakar hukum tata negara dalam Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara mencatat setidaknya terdapat lebih dari 62.000…