Waskita Karya Ikutan Rambah Bisnis Properti

Bikin Anak Usaha Waskita Karya Realty

Rabu, 22/10/2014

NERACA

Jakarta – Mencoba peruntungan di bisnis propert guna menopang pendapatan dari bisnis inti di bidang konstruksi, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) telah mendirikan anak usaha baru yang berbadan hukum yaitu PT Waskita Karya Realty dengan nilai penyertaan modal sebesar Rp24,99 miliar.

Corporate Secretary Waskita Karya, Antonius Yulianto TN mengatakan, akta pendirian badan hukum PT Waskita Karya Realty telah ditandatangani pada 16 Oktober 2014. Anak usaha tersebut berkedudukan di kota administrasi Jakarta Timur,”Berdasarkan akta pendirian Perseroan Terbatas PT Waskita Karya Realty No 27 Tangggal 16 Oktober 2014, yang dibuat dihadapan Notaris Fathiah Helmi, SH., sebagai Notaris di Jakarta," kata Antonius dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut dia menjelaskan, nilai penyertaan modal dan prosentase kepemilikan PT Waskita Karya (Persero) di PT Waskita Karya Realty adalah sebanyak 24.999 lembar saham atau sebesar 99,99% dengan setara Rp24,99 miliar. Disebutkan, transaksi tersebut bukan merupakan transaksi afiliasi dan benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dan benturan kepentingan transaksi tertentu dimana para pemegang saham PT Waskita Realty terdiri dari PT Waskita Karya 99,99% dan Koperasi Waskita sebesar 0,01%.

Menurutnya, transaksi ini juga bukan merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan No IX.E.2 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama dimana nilai penyertaan modal masih dibawah 20% nilai ekuitas.

Tahun ini menjadi tahun ekspansif bagi perseroan. Pasalnya, belum lama ini, PT Waskita Karya Tbk juga mendirikan perusahaan patungan di bidang perdagangan umum dan jasa terkait pelabuhan dengan menyetorkan modal sebesar Rp26,1 miliar ke PT Prima Multi Terminal.

PT Prima Multi Terminal dibentuk oleh tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), PT PP Tbk (PTPP) dan PT Waskita Karya. Dijelaskan, dengan penyetoran modal sebesar Rp26,1 miliar, maka perseroan memiliki porsi kepemilikan saham sebesar 15% dari perusahaan patungan tersebut.

Adapun modal dasar perusahaan patungan yang berlokasi di Kuala Tanjung, Medan, Sumatera Utara, itu sebesar Rp580 miliar, dengan modal ditempatkan dan disetor penuh senilai Rp174 mliar. Sementara kompoisisi saham mayoritas dimiliki oleh PT Pelabuhan Indonesia I sebesar 55% dengan modal disetor Rp95,7 miliar. Sedangkan PT PP memiliki porsi kepemiikian saham sebesar 30% dengan penyetoran modal Rp52,2 miliar.

Asal tahu saja, pembentukan perusahaan patungan dilakukan atas rencana pembangunan dan pengoperasian Terminal Curah Cair (TCC) Kuala Tanjung beserta fasilitas pendukungnya. Dijelaskan, pembentukan perusahaan patungan tersebut merupakan strategi perseroan untuk meningkatkan pendapatan dari pekerjaan konstruksi sekaligus melakukan diversifikasi usaha dengan melakukan investasi pada bidang infrastruktur.

Diharapkan, rencana pengembangan TCC Kuala Tanjung ini dapat meningkatkan prospek dan kinerja usaha perseroan dari sisi keuangan dengan meningkatkan pendapatan berulang (recurring income) dari usaha non-konstruksi, yang juga berpotensi meningkatkan pendapatan perseroan melalui dividen dengan diperoleh dari perusahaan patungan ini. (bani)