Mandarine Regency Merugi Rp 4,52 Miliar

Selasa, 21/10/2014

NERACA

Jakarta - PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini mencatat rugi bersih sebesar Rp4,52 miliar. Sementara pada periode yang sama tahun lalu, perseroan masih membukukan laba bersih sebesar Rp1,82 miliar.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (20/10) dijelaskan, turunnya laba bersih perusahaan akibat merosotnya pendapatan dan meningkatnya sejumlah beban. Pendapatan perusahaan hingga akhir kuartal III turun 9,23% menjadi Rp38,86 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu Rp42,81 miliar. Sementara beban departemen meningkat 11,92% menjadi Rp27,7 miliar dari Rp24,75 miliar, sehingga laba kotor perusahaan berkurang menjadi Rp11,16 miliar dari Rp18,07 miliar.

Sementara meningkatnya beban umum dan administrasi menjadi Rp11,53 miliar dari Rp11,27 miliar, meski beban penjualan berhasil dikurangi menjadi Rp845,15 juta dari Rp1,19 miliar menyebabkan rugi usaha sebesar Rp1,21 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu mencatat laba Rp5,61 miliar.

Di sisi lain, meski persreoan berhasil membukukan laba selisih kurs sebesar Rp51,92 juta dari sebelumnya rugi Rp939,58 juta dan menurunkan beban administrasi bank menjadi Rp48,13 juta dari Rp293,28 juta, namun pendapatan bunga menyusut menjadi Rp57,54 juta dari Rp114,2 juta.

Selain itu, perseroan juga mencatat rugi penjualan aset tetap sebesar Rp242,82 juta dari sebelumnya laba Rp38,31 juta, serta meningkatnya beban bunga menjadi Rp2,87 miliar dari Rp2,27 miliar. Adapun rugi per saham dasar dan dilusian pada akhir September sebesar Rp2,63 per lembar dibanding periode yang sama tahun lalu laba Rp0,81 per lembar.

Aset perusahaan akhir bulan lalu tercatat Rp254,67 miliar, dengan total utang Rp52,31 miliar. Jumlah itu menurun dibanding akhir tahun lalu, di mana aset perusahaan sebesar Rp260,42 miliar, dengan total utang Rp53,54 miliar.

Pada semester pertama tahun ini, PT Hotel Mandarine Regency Tbk membukukan kenaikan pendapatan sebesar 13,45% menjadi Rp27,27 miliar dibandingkan dengan pendapatan tahun sebelumnya Rp20,65 miliar. Laporan keuangan perseroan menyebutkan, beban departementalisasi naik jadi Rp16,53 miliar dibandingkan beban departementalisasi tahun sebelumnya yang Rp10,86 miliar dan laba bruto naik jadi Rp10,74 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya yang Rp9,78 miliar.

Beban usaha naik jadi Rp7,79 miliar dibandingkan beban usaha tahun sebelumnya yang Rp7,70 miliar dan laba operasi tahun sebelumnya yang Rp2,95 miliar dari laba operasi tahun sebelumnya yang Rp2,08 miliar. Beban operasional turun jadi Rp2,42 miliar dari beban operasional tahun sebelumnya yang Rp3,47 miliar dan laba sebelum pajak diraih Rp527,66 juta dari rugi sebelum pajak yang diderita Rp1,39 miliar.

Laba bersih diraih Rp521,24 juta dari rugi bersih tahun sebelumnya yang Rp1,44 miliar. Total aset per Juni 2014 mencapai Rp2,47 miliar dari total aset per Desember 2013 yang Rp268,35 miliar. (bani)