Infrastruktur dan Risiko Mudik

Menjelang Lebaran yang semakin dekat, pemerintah serasa tergesa untuk penyiapan kemulusan infrastruktur jalan. Ini menunjukkan realitas tersendiri tentang budaya sikap pemeliharaan yang bergantung pada momen. Begitulah rutinitas setiap tahun, selalu berulang pemerintah mencoba memberikan pelayanan prima di semua sektor jasa. Yang paling terasa, menyiapkan agar ruas jalan-jalan nasional, jalan provinsi, dan jalur-jalur alternatif siap untuk dilewati arus ribuan kendaraan pemudik.

Di satu sisi, itulah ungkapan pelayanan publik yang merupakan tanggung jawab pemerintah kepada rakyatnya. Sifat kolosal tradisi mudik memang membutuhkan mobilisasi pelayanan, bahkan terkesan konsentrasi pelayanan itu menjadi ”puncak” pekerjaan dalam siklus kinerja satu tahun. Padahal idealnya infrastruktur itu selalu siap pada sepanjang tahun, sepanjang waktu.

Bisa jadi model ”proyek pekerjaan ” itu dilatarbelakangi oleh penjadwalan anggaran pemeliharaan dan peningkatan mutu jalan. Di sisi lain, kualitas infrastruktur sejatinya tak hanya terkonsentrasi sebagai tuntutan dalam masa-masa mudik. Logikanya, sarana dan prasarana yang berkualitas akan menopang kebutuhan kenyamanan mobilitas sehari-hari warga masyarakat, dan yang tak kalah penting sebagai bagian dari daya tarik investasi, termasuk syarat penunjang industri pariwisata.

Ruas-ruas jalan yang merupakan urat nadi sosial-ekonomi rakyat selalu membutuhkan perawatan, karena pastilah muncul kondisi-kondisi yang memicu kerusakan. Rutinitas pemeliharaan dan peningkatan semestinya disikapi sebagai kesadaran peran vitalnya pemerintah. Bila sarana dan prasarana itu selalu berada dalam kondisi terpelihara, bahkan ditingkatkan kualitasnya, maka tak akan muncul kesan mobilisasi pemeliharaan seperti itu.

Kemulusan ruas jalan, bagaimanapun merupakan salah satu cermin budaya kesiapan pelayanan publik. Memang setiap daerah punya persoalan masing-masing dalam pemeliharaan dan peningkatan mutu infrastruktur transportasi, namun kita berharap saatnya nanti jalur-jalur utama yang mengemban banyak fungsi penyejahteraan rakyat selalu siap mengakomodasi sepanjang waktu.

Sementara itu, berbagai ajakan dan imbauan untuk selalu berhati-hati terutama kita tujukan untuk para pemudik bersepeda motor. Dalam kondisi cuaca cerah saja pengendara motor harus waspada, apalagi di tengah derasnya arus mudik sekarang ini. Sangatlah berisiko memaksakan perjalanan jauh keluar kota. Indikator risiko itu menyangkut kondisi jalan yang membahayakan, jarak pandang, hingga masalah daya tahan fisik.

Secara bergelombang sejak pekan ini, ribuan pemudik bersepeda motor sudah keluar dari Jakarta. Imbauan dan berbagai regulasi untuk memperketat pemudik bermotor sudah disampaikan, namun agaknya moda ini dipilih karena dirasakan paling praktis dan ekonomis. Berbagai kalkulasi risiko terkalahkan oleh keinginan bisa berlebaran di kampung halaman secara lebih murah ketimbang dengan menggunakan moda transportasi lainnya.

Berbagai upaya pemartabatan pemudik, bagaimanapun sudah dilakukan lewat sejumlah langkah. Namun langkah-langkah penyempurnaan dari sisi ketercukupan fasilitas angkutan massal maupun manajemennya, tentu menjadi pekerjaan yang tak akan pernah selesai. Yang penting, dalam kondisi sekarang, bagaimana memaksimalkan manajemen pelayanan bagi pemudik dan meminimalkan risikonya. Ini tanggung jawab pemerintah.

BERITA TERKAIT

Mengenal Penyakit Endometriosis dan Fibroid

Zaskia Sungkar baru saja menjalani operasi endometriosis dan fibroid di Kuala Lumpur, Malaysia. Sebenarnya apa itu endometriosis dan fibroid? Endometriosis…

Telkomsel Bantu 5000 Anak Yatim Piatu di 4 Kota - Berbagi Kasih dan Sukacita Sambut Natal

Berbagi kebahagian dan kecerian dalam rangka menyambut hari raya Natal 2017, Telkomsel menggelar rangkaian kegiatan kepedulian sosial dengan tema “Saatnya…

Kulik Spesifikasi dan Kecanggihan Redmi Note 5A - Ponsel Harga Terjangkau

Xiaomi selama tahun-tahun belakangan ini terkenal menghadirkan ponsel yang lebih murah dibandingkan merk lain, namun, dengan spesifikasi yang tidak kalah…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Sadari Listrik Sebagai Urat Nadi Perekonomian Rakyat

Oleh: Muhammad Razi Rahman  Penulis Bill Bryson, yang memiliki dwi kewarganegaraan AS-Inggris, pernah menulis bahwa dunia telah lupa bagaimana sukarnya…

Penyelesaian Obligor BLBI Secara Komprehensif dan Adil

  Oleh: Hario Wangsanegara, Alumnus Program Pascasarjana Ilmu Administrasi UI Indonesia sebagai negara hukum berdasarkan UUD 1945 dan Pancasila sepertinya…

Percepatan Infrastruktur dan Transformasi Ekonomi Indonesia

Oleh: Eddy Cahyono Sugiarto, Tenaga Ahli Kedeputian Kantor Staf Presiden Visi besar para Founding Father Indonesia terefleksi dalam Pembukaan UUD 1945 alenia…