Eastspring Investment Masuk Jajaran Tiga Besar - Himpun Dana Kelola Rp 48,2 Triliun

NERACA

Jakarta–Eastspring Investments Indonesia mempertahankan posisinya dengan tetap masuk di jajaran tiga besar manajer investasi dengan dana kelolaan terbesar di Indonesia,”Jumlah dana kelolaan kami mencapai lebih dari Rp48,2 triliun per 30 September 2014, terdiri dari reksa dana dan produk discretionary. Angka ini naik lebih dari 26% dibandingkan akhir tahun 2013 yang mencapai sekitar Rp 38,2 triliun”, kata Presiden Direktur, Eastspring Investments Indonesia, Riki Frindos, dalam keterangan pers di Jakarta, belum lama in.

Di tingkat Asia, lanjut Riki, untuk ketiga kalinya Eastspring Investments kembali menempati posisi teratas dan dikukuhkan sebagai manajer investasi terbesar untuk pasar ritel di Asia pada 2014 berdasarkan Asia Asset Management Fund Manager Survey 2014 (September 2014).

Survei tahunan tersebut melakukan pemeringkatan manajer investasi yang berpartisipasi di Asia ex Jepang, Australia dan Selandia Baru (wilayah) berdasarkan aset ritel yang bersumber di wilayah tersebut pada 30 Juni 2014. Predikat yang sama juga diraih Eastspring Investments pada 2012 dan 2013 melalui survei yang sama,”Prestasi ini semakin mengukuhkan posisi Eastspring Investments sebagai Asia Expert di industri manajemen investasi di Asia. Total seluruh dana kelolaan Eastspring Investments per 30 Juni 2014 adalah US$ 115 milar,” ujar Riki.

Menurutnya, tak kalah dengan pencapaian dari jumlah total dana kelolaan, produk-produk reksa dana yang dikelola oleh Eastspring Investments Indonesia juga mampu mengungguli tolok ukur dan reksa dana sejenis di pasar. Reksa dana saham Eastspring Investments Alpha Navigator memberikan hasil investasi sebesar 36,92% sejak peluncurannya di 29 Agustus 2012 hingga 30 September 2014.

“Angka ini lebih tinggi 11,4% dibandingkan kinerja IHSG yang hanya sebesar 25,52% untuk periode yang sama. Tak kalah pula, reksa dana saham Eastspring Investments Value Discovery juga mampu mengungguli IHSG 16,7% sejak peluncurannya di 29 Mei 2013 dengan kinerja sebesar 15,49% per 30 Sept 2014. Untuk periode yang sama IHSG memberikan kinerja negatif yaitu -1,21%,” tambah Riki.

Sementara itu, per 30 September 2014, reksa dana pendapatan tetap yang dikelola Eastspring yaitu Eastspring Investments Yield Discovery dan Eastspring Investments IDR High Grade, masing-masing juga mampu mengungguli tolok ukurnya yaitu HSBC Bond Index sebesar 10,68% dan 2,02% sejak peluncurannya di 29 Agustus 2013 dan 9 Januari 2014.

“Ke depannya, Eastspring Investments tetap berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi nasabah, baik dari sisi produk, pelayanan dan tentu saja berkontribusi pada edukasi investor dan pertumbuhan industri reksa dana dan pasar modal”, pungkas Riki. (bani)

BERITA TERKAIT

PII Galang Dana Lewat Surat Utang - Bidik Dana Kelola Rp 21 Triliun

NERACA Jakarta – Merambah bisnis industri keuangan, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) membentuk anak usaha…

Kontrak Baru Wika Beton Capai Rp 5 Triliun - Garap Proyek Besar

NERACA Jakarta – Menjelang tutup tahun, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mencatat kontrak baru sebesar Rp 5 triliun per…

“Barang Tak Berwujud” Bakal Dikenakan Bea Masuk

    NERACA   Jakarta - Pemerintah memastikan pada 2018 barang tak berwujud (intangible goods) yang diperdagangkan secara elektronik dari…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

MCAS Bukukan Penjualan Rp 1,1 Triliun

PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) sepanjang sebelas bulan pertama tahun ini mengantongi angka penjualan sebesar Rp1,1 triliun atau meningkat…

Generali Meriahkan Insurance Festival 2017

Sebagai wujud dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan literasi dan inkluasi keuangan, Generali Indonesia turut meramaikan Insurance Festival 2017 yang…

WTON Targetkan Pendapatan Tumbuh 20%

Optimisme tahun depan akan jauh lebih baik kondisi perekonomian dalam negeri, memacu PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menargetkan pertumbuhan…