Nilai Transaksi Saham di Riau Meningkat - Melek Investasi Pasar Modal

NERACA

Pekanbaru –Lambat tapi pasti, nilai transaksi saham di Riau terus mengalami peningkatan. Tercatat hingga saat ini, transaksi saham rata rata mencapai Rp250 Miliar/bulan dengan jumlah investor 4.968 atau sekitar 70% investor di Riau berada di Kota Pekanbaru,”Khusus penambahan investor tahun ini ada sebanyak 623 investor dan ini membuktikan animo masyarakat Riau untuk berinvestasi melalui pasar modal perkembanganya luar biasa dari tahun ke tahun," kata Kepala Perwakilan Bursa Efek Riau, Emon Sulaeman di Pekanbaru, Senin (13/10).

Menurutnya, mengenai saham yang diminati investor biasanya mereka akan mengoleksi saham saham yang mempunyai potensi kenaikan dimasa depan, baik yang jangka panjang maunpun jangka pendek. Namun bila dilihat dari profesi investor, lanjutnya, belum ada yang menonjol dari kalangan mana. Hanya saja yang jelas dari semua kalangan ada serta mayoritas investor di Riau ada di Kota Pekanbaru.

Dia mengungkapkan, semua kalangan ada sebagai investor baik tua muda, pegawai pengusaha, ibu rumah tangga, pelajar, mahasiswa dan lain-lain, “Mayoritas investor di Riau ada di Pekanbaru karena didukung oleh tingkat pendidikan masyarakat dan infrastruktur yang lebih siap, kondisi ini juga disusul oleh kabupaten atau kota lainnya di Riau yang mulai mengalami perkembangan jumlah investor pasar modal sejak adanya internet dan telepon pintar yang masuk sampai ke pelosok daerah,”tuturnya.

Emon Sulaeman menambahkan, yang menjadi daya tarik masyarakat menjadi investor karena mereka sudah menyadari bahwa setiap orang itu harus berinvestasi, bisa untuk menambah kekayaan atau mempertahankan kekayaan akibat inflasi, karena kebetulan pasar modal khususnya saham adalah produk investasi yang bisa mengurangi atau meniadakan resiko atas inflasi."Banyak alasan atau daya tarik menjadi investor seperti diantaranya memenuhi kebutuhan dimasa mendatang, karena kalau berbicara pengelolaan keuangan, hanya investasilah yang bisa menutupi kebutuhan kita dimasa depan," katanya.

Hal lainnya, berinvestasi disaham dinilainya juga cukup mudah, bisa dilakukan dimana saja dan yang paling utama investasinya sangat transparan dan tidak butuh deposit besar. Untuk mulai investasi dari Rp100.000 sudah bisa berinvestasi di saham yang banyak diminati investor muda.

Dia menjelaskan, saat ini hanya dengan Rp100.000 sudah bisa menjadi investor, tentunya untuk kalangan mahasiswa angka ini tidak terlalu besar, sekaligus dapat mengaplikasikan studi yang mereka dapat di kampus dalam bentuk praktek dan teori tentang pasar modal. Sehingga dengan begitu, menjadikan mereka cepat memahami dan terbuka peluang yang cukup besar menjadi investor.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, dalam waktu 10 tahun terakhir Bursa Efek Riau selalu melakukan edukasi yang didukung oleh media massa dalam menyampaikan informasi tentang pasar modal, meski prosesnya tidak cepat namun setidaknya dapat mengikis adanya investasi bodong. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Saham PANI Oversubscribed 14 Kali - Debut Perdana di Pasar Modal

NERACA Jakarta – Di tengah rapuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan juga terkoreksinya indeks harga saham gabungan (IHSG)…

DIGI Bidik Pengunjung Laman Meningkat 40%

NERACA Jakarta – Kantungi dana segar dari hasil penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO), PT Arkadia Digital…

RI-Ceko Incar Peningkatan Investasi dan Ekspor di Sektor Industri

NERACA Jakarta – Indonesia dan Ceko tengah menjajaki peluang kerja sama ekonomi khususnya di sektor industri. Potensi kolaborasi kedua negara…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Model Bisnis Sangat Potensial - Digitaraya Jadi Investor Strategis Pertama Passpod

NERACA Jakarta – Keseriusan PT Yelooo Integra Datanet (Passpod) untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), menarik banyak perhatian…

Lagi, BEI Suspensi Saham Mahaka Media

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) pada perdagngan saham Rabu (19/9).…

Obligasi Masih Ramai di Sisa Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Meskipun dihantui sentimen kenaikan suku bunga, potensi pasar obligasi dalam negeri hingga akhir tahun masih positif. “Dengan…