Politik Belum Stabil, IHSG Bergerak Variatif

Kamis, 09/10/2014

NERACA

Jakarta – Gaduh politik dalam negeri sejak pemilihan ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menuai respon negatif dari pelaku pasar modal, sehingga kondisi tersebut memicu kekhawatiran dan akhirnya banyak melakukan aksi jual.

Menurut pengamat pasar modal yang juga analis Recapital Securities, Andrew Argado, kondisi politik di dalam negeri yang kurang kondusif membuat pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) beberapa hari terakhir bervariasi,”Saat ini, investor cenderung masih khawatir terhadap pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam menjalankan program-programnya nanti dapat terkendala, hal itu karena dukungan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang cenderung minim," katanya di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan bahwa bervariasinya pergerakan indeks BEI juga dikarenakan sebagian investor masih menunggu realisasi program-program pemerintahan baru nanti. Pasalnya, kepastian realisasi program menjadi salah satu acuan bagi investor untuk menempatkan dananya di pasar modal.

Sejauh ini, menurut Andrew Argado, program pemerintahan presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla cukup disukai investor pasar modal Indonesia, terutama mengenai infrastruktur yang akan menjadi fokus utamanya.

Andrew Argado mengharapkan agar investor tidak terlalu mengkhawatirkan hal itu. Selama kebijakan yang dikeluarkan pemerintah baru nanti pro rakyat, tentu DPR akan menyetujuinya,”Investor harus yakin bahwa presiden baru dapat menjalankan programnya dengan baik," ucapnya.

Sementara itu, Analis Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menilai bahwa sentimen politik cenderung mulai sedikit mereda, hal itu terlihat dari jelang pemilihan pimpinan MPR yang sejauh ini berjalan kondusif dibandingkan pemilihan pimpinan DPR sebelumnya."Suhu politik yang tidak terlalu panas akan membuat psikologis memandang positif terhadap industri investasi di Indonesia," katanya.

Asal tahu saja, belum stabilnya kondisi politik dalam negeri membuat rapuh pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. Tercatat pada perdagangan Rabu sore, investor asing mencatat transaksi jual senilai lebih dari Rp 700 miliar di pasar reguler.

Menutup perdagangan, IHSG terjun 74,322 poin (1,48%) ke level 4.958,519. KMP sukses menguasai parlemen dengan menempatkan kader-kadernya pada posisi pimpinan MPR dan DPR. Pelaku pasar yang selama ini cenderung mendukung KIH mulai mengamankan portofolio dengan melepas saham. Kekhawatiran lambatnya pertumbuhan ekonomi global gara-gara data ekonomi Jerman yang buruk juga memberi sentimen negatif.

Menurut kajian dari Batavia Prosperindo, gejolak politik telah banyak mewarnai pergerakan IHSG. Koalisi Merah Putih (KMP) memenangkan pemilihan paket pimpinan MPR dengan suara 347, sementara Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dengan 330 suara. (bani)