Bank Permata Rencanakan Rights Issue

Jaga Kecukupan Modal 16%

Kamis, 09/10/2014

NERACA

Jakarta – Ketatnya persaingan perbankan pada 2015, PT Bank Permata Tbk (PermataBank) berniat menjaga posisi rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) minimal 16%. Bahkan, untuk mengantisipasi sejumlah risiko yang dapat menggerogoti CAR, yakni risiko kredit, risiko operasional, dan risiko pasar, bank hasil merger ini berniat menerbitkan obligasi subordinasi atau subdebt dan juga rights issue pada 2015,”Rights issue akan besar, hitung kebutuhan modal sesuai dengan pertumbuhan kredit. Tergantung kondisi makro juga,” kata Plt Direktur Utama PermataBank, Roy Arfandy di Jakarta,Rabu (8/10).

Menurutnya, kredit tahun depan diperkirakan bakal lebih lambat lagi. Pertumbuhan kredit industri juga akan berada di level 12%-an. Sementara tahun ini akan di kisaran 14%-15%. Namun, lanjut Roy, PermataBank tidak akan melakukan ekspansi ke luar negeri. Pasalnya, potensi di dalam negeri masih cukup luas. “Pemegang saham juga tidak dorong kami keluar,” tambahnya.

Seperti diketahui, perseroan mencatat peningkatan laba operasional sebelum pencadangan (konsolidasi dan tidak diaudit) dalam periode enam bulan sebesar Rp1,34 triliun, atau meningkat 13% year-on-year (yoy) dari Rp1,19 triliun dalam periode yang sama pada 2013. Laba bersih setelah pajak mencapai Rp800 miliar.

Sebelumnya, perseroan juga telah menerbitkan saham baru melalui penawaran umum terbatas VI untuk meraup dana Rp 1,5 triliun. Disebutkan, dana yang diterima dari rights issue akan digunakan untuk membiayai penyertaan modal pada PT Astra Sedaya Finance (ASF).

Asal tahu saja, semester pertama tahun ini Bank Permata membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 800 miliar pada Januari-Juni 2014. Sementara laba operasional sebelum pencadangan (konsolidasi dan tidak diaudit) pada periode tersebut sebesar Rp 1,34 triliun, meningkat 13 persen dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp 1,19 triliun.

Direktur Keuangan Bank Permata Sandeep Jain pernah bilang, meskipun terdapat tantangan likuiditas yang ketat dan suku bunga tinggi, Bank Permata mampu membukukan kinerja operasional yang baik dan mempertahankan neraca yang kuat selama semester I-2014.

Menurut dia, perseroan terus memonitor perkembangan makroekonomi dan menyelaraskan strategi agar dapat menghasilkan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan. “Kami berterima kasih kepada semua nasabah dan pemangku kepentingan yang telah mendukung Bank Permata selama ini, dan berharap untuk terus memberikan solusi terbaik dengan didukung oleh layanan yang unggul untuk memenuhi kebutuhan keuangan para nasabah kami," kata Sandeep.

Pada semester I-2014, total pendapatan operasional Bank Permata mencapai Rp 3,5 triliun, atau 10 persenlebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 3,2 triliun. Hal itu didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih – meski ada tekanan dari biaya pendanaan yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang sehat dari pendapatan berbasis biaya (fee based income).

Pendapatan bunga bersih perseroan tumbuh lima persensecara year on year (yoy) menjadi Rp 2,7 triliun ditopang oleh pertumbuhan kredit, meskipun di-offset dengan penurunan margin. Sementara itu, pendapatan berbasis biaya (fee based income) naik 30%yoy menjadi Rp 806 miliar yang didukung oleh kinerja kuat di bisnis bancassurance dan trade finance, serta pengakuan pendapatan dari penyertaan modal di PT Astra Sedaya Finance. (bani)