Hutama Karya Tunda Obligasi Rp 500 Miliar

Lantaran belum memiliki peningkatan peringkat, PT Hutama Karya (Persero) menunda penerbitan obligasi senilai Rp 500 miliar dari rencana semula tahun ini menjadi 2015. Penundaan ini akan berakibat terhadap pembatalan sementara pengerjaan beberapa proyek perseroan.

Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Ari Widiantoro mengatakan, penundaan emisi obligasi dilakukan hingga peringkat obligasi perseroan mengalami peningkatan, sehingga kupon yang ditawarkan bisa lebih murah tahun depan,”Permintaan kupon obligasi berkisar 12-13% terlalu berat bagi perseroan. Oleh karena itu, kami memilih menunda emisi tersebut hingga peringkat obligasi perseroan bisa dinaikkan dari posisi A-,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Nantinya, dana hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk membiayai pengembangan (ekspansi) bisnis di sektor energi, infrastruktur, konstruksi, dan dermaga. Hutama Karya juga membuka peluang mitra strategis untuk menggarap proyek tersebut.

Hutama Karya pernah menerbitkan obligasi senilai Rp 750 miliar tahun lalu. Dana hasil obligasi tersebut sudah terserap seluruhnya. Sebagian besar digunakan untuk modal kerja 70% dan sisanya sebesar 30% untuk pengembangan usaha."Dana obligasi itu kami gunakan untuk proyek tol Belawan, anak usaha precast dan realty, dan pembangunan tol Depok-Antasari tahun lalu," ujar Ari.

Asal tahu saja, selain menerbitkan obligasi, PT Hutama Karya juga berencana melakukan pelepasan saham perdana atau initial public offering anak usahanya di bisnis properti yaitu PT HK Realtindo pada 2016 mendatang,”Tahun 2014 itu bisnis properti kami masih dalam tahap pengembangan, tahun 2015 merupakan tahap recovery dibandingkan 2014. Jadi, kami targetkan saat yang tepat untuk IPO, yaitu pada 2016,"kata Direktur Utama HK Realtindo, Putut Ariwibowo. (bani)

BERITA TERKAIT

Bank BJB Bagikan Dividen Rp 880 Miliar

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) akan mempertahankan dividen pay out ratio tahun buku 2017 sebesar…

Harvest Time Targetkan Listing April 2018 - Lepas 1,86 Miliar Saham Ke Publik

NERACA Jakarta – Memanfaatkan melesatnya pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG), dinilai waktu yang tepat untuk melaksanakan penawaran umum saham…

Pemerintah Musnahkan Barang Ilegal Rp45 miliar

  NERACA Jakarta - Pemerintah memusnahkan barang-barang ilegal yang menjadi objek penyelundupan dan merugikan negara lebih dari Rp45 miliar yang…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Gagas Desa Nabung Saham di Lampung

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung menggagas Desa Nabung Saham untuk mendorong agar masyarakat memiliki penghasilan tambahan.”Sudah ada satu…

BFI Finance Kantungi Izin Usaha Syariah

Perusahaan pembiayaan, PT BFI Finance Indonesia Tbk telah memeroleh persetujuan perizinan pembukaan unit usaha syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).…

Total Emisi Obligasi Capai Rp 2,47 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah membukukan total emisi obligasi dan sukuk sebanyak 1 emisi dari 1 emiten senilai…