Masyarakat Masih Aggap Judi Pasar Modal

Imbas dari minimnya edukasi masyarakat soal investasi di pasar modal, kini masyarakat masih menyakini bila investasi di pasar modal seperti bermain judi dan memerlukan modal besar, “Persepsi masyarakat yang salah soal industri pasar modal dengan anggapan seperti judi, tidak bisa lepas dari minimnya edukasi sehingga tingkat investor lokal masih rendah,”kata Kepala PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Medan, M Pintor Nasution di Medan, kemarin.

Menurut M. Pintor, kendala meningkatkan jumlah investor pasar modal di Sumatera Utara adalah karena persepsi salah sebagian besar masyarakat yang masih menganggap investasi di sektor itu seperti bermain judi. Alhasil, saat ini jumlah investor pasar modal di Sumut masih relatif sedikit dibandingkan jumlah penduduknya.

Dia juga mengakui, persepsi masyarakat yang salah itu antara lain dampak tingkat pendidikan masyarakat yang sebagian masih rendah. Oleh karena itu, pihaknya dituntut untuk segera menghilangkan persepsi yang salah tersebut dengan terus melakukan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat luas.

Disebutkan, salah satu sosialisasi yang saat ini tengah di galakkannya adalah pemahaman mengenai mekanisme investasi pasar modal yang tidak ada "wujud" dari kegiatan jual beli tersebut. Tercatat, saat ini investor di Sumatera Utara paling banyak berada di Kota Medan sebanyak 15.639 orang disusul di Kabupaten Deliserdang, 996 orang dan ketiga dari Pematangsiantar sejumlah 429 orang.

Sedangkan di daerah lain masih sangat sedikit seperti di Tapanuli Selatan yang investornya baru satu orang,”Tahun ini, BEI menargetkan bisa mencapai 2.000 investor baru pada tahun ini, dimana hingga Agustus sudah tercapai sebanyak 1.150 investor,”ujarnya.

Senior Marketing Officer PT. Indo Premier Securitas Cabang Medan, Jefry S Nadapdap mengakui, sosialisasi memang masih perlu lebih sering dan meluas karena pemikiran masyarakat tentang pasar modal masih sangat rendah. Dia memberi contoh ada calon investor yang mempertanyakan apa biaya awal dapat diskon dan bagaimana wujud saham pasar modal itu. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Masih Rugi, Citra Putra Tidak Bagi Dividen

Mempertimbangkan kondisi perusahaan yang masih mencatatkan rugi sepanjang tahun 2018 kemarin, menjadi alasan bagi PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY)…

Diminati Pasar Global, Ekspor Batik Dibidik 8%

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berkontribusi dalam upaya pelestarian batik Nusantara serta mendorong pengembangan industri batik nasional agar lebih…

Pasar Produk Kerajinan Nasional Semakin Meluas

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menjelaskan, pemerintah menyadari produk kerajinan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Obligasi Waskita Beton Oversubscribe 2,18 Kali

NERACA Jakarta – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscribe untuk penawaran awal obligasi berkelanjutan I…

Mahaka Radio Bagikan Dividen Rp 7 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar…

Dividen Delta Djakarta Naik 88,3% - Pemprov DKI Jakarta Kebagian Rp 100 Miliar

NERACA Jakarta – Di balik rencana pemerintah provinsi DKI Jakarta menjual seluruh kepemilikan sahamnya di PT Delta Djakarta Tbk (DLTA),…