Lunasi Utang, Blue Bird Lepas 20% Saham

Optimis Terserap Pasar

Senin, 06/10/2014

NERACA

Jakarta – Meskipun saat ini kondisi pasar modal belum bersahabat seiring dampak negatif memanasnya suhu politik dalam negeri, tidak menyurutkan keyakinan PT Blue Bird bila penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) bakal terserap pasar.

Direktur Keuangan Blue Bird Robert Rerimassie mengatakan bahwa dengan kondisi pasar yang tidak menentu akibat situasi politik yang sedang 'panas', namun perseroan tidak khawatir untuk melangsungkan IPO ini,”Kami percaya Indonesia akan memberikan growth yang besar. Terus terang kita masih stay positif. Meski makro ekonomi Indonesia ada sedikit gangguan, tapi kita yakin ekonomi kita akan tetap growth. Saya yakin itu hanya temporary," katanya di Jakarta, kemarin.

Menurut Robert, saham Blue Bird ini sangat menarik untuk dikoleksi investor baik lokal maupun asing. Meskipun, ada sedikit gangguan kondisi makro ekonomi akibat rencana normalisasi kebijakan bank sentral AS The Fed.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Direktur Blue Bird Sigit Priawan Djokoseotono juga angkat bicara terkait fluktuasi yang terjadi di pasar saat ini."Dari capital market yang kita pelajari saham itu bisa naik turun dan ini hal yang biasa. Jadi, kami berusaha sebaik-baiknya saja. Kita juga tidak bisa memprediksi kapan saham naik atau turun. Kondisi market saat ini hanya temporari. Kami optimis IPO kami berhasil dan diserap pasar," tambahnya.

Sekedar informasi, Blue Bird akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 3 November 2014 melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Dalam IPO ini perusahaan jasa transportasi ini akan melepas 531,4 juta saham setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Disebutkan, Blue Bird menawarkan harga saham perdana Rp 7.200-Rp 9.300 per saham. Jadi total dana yang akan diraup perseroan dari IPO mencapai Rp 3,82 triliun-Rp 4,94 triliun. Total dana yang diraup dari IPO itu kemungkinan terbesar di pasar modal sepanjang 2014.

Rencananya, dana hasil IPO antara lain digunakan untu belanja modal dan melunasi utang. Pertama, dana hasil IPO sebesar %untuk membeli armada kendaraan, lahan dan bangunan di daerah Jadetabek, Surabaya, Bali, Bandung dan Palembang.

Kedua, dana hasil IPO sekitar 35,17% untuk melunasi pinjaman. Perseroan akan merestrukturisasi pemilikan pinjaman kepada BCA sebesar Rp 400 miliar. Lalu perseroan melunasi pinjaman kredit kepada Bank Permata, DBS, Bank Bukopin, Bank CIMB Niaga, Bank ANZ Indonesia, BCA, dan Bank OCBC NISP."Melalui IPO perseroan akan makin berkomitmen untuk mengembangkan bisnis dan memperkuat posisi kami di bidang jasa transportasi," kata Presiden Direktur PT Blue Bird Tbk, Purnomo Prawiro.

Dia menambahkan, IPO ini juga sebagai salah satu bentuk perseroan terhadap para pelanggan. Dalam aksi korporasinya, perseroan telah menunjuk PT Credit Suisse Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT UBS Securitties Indonesia Indonesia sebagai penjamin emisi efek. Perseroan berencana melakukan penawaran awal pada 3 Oktober 2014,6-10 Oktober 2014. Kemudian memperoleh pernyataan efektif OJK pada 22 Oktober 2014. Masa penawaran umum pada 24,27 dan 28 Oktober 2014, penjatahan pada 30 Oktober dan distribusi saham pada 31 Oktober 2014. Perseroan menargetkan pencatatan pada 3 November 2014. (bani)