Geliat Citilink Kuasai Pasar Low Cost Carrier - Terus Membidik Rute Potensial

NERACA

Jakarta – Meskipun tahun ini perekonomian Indonesia diperkirakan bakal mengalami perlambatan, namun tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap daya beli masyarakat. Maka atas dasar itulah, bisnis penerbangan berbiaya murah diyakini juga tidak akan terkena dampaknya terlalu signifikan. Kendatipun demikian, industri penerbangan tetap diminta memprioritaskan pelayanan, kemanan dan keselamatan penumpang.

Bagaimanapaun juga saat ini, pertumbuhan industri penerbangan melonjak tajam dalam satu dekade terakhir di Indonesia. Sejumlah armada bersaing ketat merebut pasar domestik dan regional dengan berbagai penawaran dan inovasi pelayanan. Menyadari ketatnya bisnis penerbangan saat ini, PT Citilink Indonesia sudah mempersiapkan secara matang untuk merebut pasar dalam negeri. Langkah ini, tidak hanya dilakukan perseroan berupa penambahan armada dan membuka rute-tute baru. Namun juga pelayanan berupa aplikasi telepon selular (ponsel) atau mobile apps. Melalui aplikasi mobile apps ini untuk memudahkan siapa saja yang akan membeli tiket Citilink, check-in, dan mengetahui status penerbangan.

Vice President Marketing & Communication Citilink Aristo Kristandyo pernah bilang, kehadiran mobile apps Citilink menjadi gerbang informasi yang inovatif bagi Citilinkers untuk mengetahui produk-produk dan layanan Citilink.“Sejalan dengan usaha kami untuk memberikan kemudahan dalam pembelian tiket Citilink dan akses layanan lainnya, maka kami bangga dapat memperkenalkan mobile apps Citilink kepada masyarakat indonesia. Tim kami telah berhasil membangun satu lagi layanan dimana kami yakin bahwa dengan kehadiran mobile apps ini akan semakin mendekatkan Citilink dengan Citilinkers, siapa saja, di manapun dan kapan saja,” ujar Aristo.

Fitur-fitur lainnya yang segera akan dikembangkan untuk Citilink mobile apps dalam fase selanjutnya antara lain, pembelian extra baggage, pemesanan pre-book meal, Green Seat, Citilink Shield dan informasi jadwal penerbangan. Disamping itu, guna memudahkan pelayanan kepada konsumennya, Citilink juga menjalin kerjasama dengan PT Bank Internasional Indonesia Tbk dalam pembayaran online travel agent melalui BII Corporate On Line Payment (BII CoOLPAY) dan pembayaran online tiket melalui ATM BII.

Kata CEO Citilink Indonesia, Arif Wibowo, dengan kerja sama ini, pelanggan Citilink akan semakin mudah untuk membayar tiket Citilink."Kerja sama dengan BII ini sesuai dengan komitmen kami, yaitu melayani dengan simple, on time, dan convenient," kata Arif.

Perkuat Pasar Domestik

Kemudian untuk meningkatkan performance kinerja keuangan, anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) terus memperkuat pasar domestik seiring dengan tingginya trafik penerbangan dalam negeri. Disebutkan, Citilink akan melakukan penambahan dan membuka rute penerbangan baru.

Kata Arif, dengan penambahan rute tersebut, Citilink akan menambah enam pesawat, sehingga total armada Citilink mencapai 32 unit."26 pesawat saat ini, dua pesawat tambahan di bulan Agustus, dan empat pesawat tambahan dari bulan September sampai Desember,”ujarnya.

Dia menambahkan, penambahan rute yang dilakukan maskapai penerbangan anak usaha Garuda Indonesia tersebut, akan mulai dilakukan minggu depan dan bertahap sampai akhir tahun 2014.

Adapun rute yang mengalami penambah adalah Jakarta-Malang dengan penambahan dua kali penerbangan dari sekali rute penerbangan. Jakarta-Surabaya menjadi enam kali penerbangan dari empat kali penerbangan.

Selain menambah rute, Citilink juga membuka rute penerbangan baru Jakarta-Malang-Bandung, Jakarta-Malang-Banjar, dan Jakarta-Malang-Lombok."Kami akan menambah rute penerbangan di Halim dengan rute Jakarta-Surabaya menjadi enam kali penerbangan,”paparnya.

Kemudian begitu agresifnya Citilink dalam bisnis penerbangan berbiaya murah atau low cost carrier, rencananya perseroan siap mengambil beberapa rute penerbangan domestik milik penerbangan Tiger Air yang usahanya ditutup pada awal Juli. Alasan memilih rute Tiger Air, karena rute domestiknya masih sangat bagus. Sementara untuk rute regional, slotnya masih berhimpitan dengan yang dimiliki maskapai penerbangan berbiaya murah tersebut,”Saya sih masih melihat rute domestik itu sangat bagus. Kemudian yang rute regional, slotnya ada tapi masih berhimpitan dengan slot yang kita punya. Untuk slot yang lain kita masih lihat. Yogya-Pekanbaru kan ada dia, Balikpapan-Solo juga bagus,”kata Arif.

Menurutnya, bisnis perseroan di maskapai berbiaya murah (low cost carrier/LCC) akan terus agresif. Bahkan pada kuartal IV- 2014 mendatang, Citilink merencanakan akan melakukan ekspansi di pasar regional yang sempat tertunda,”Kuartal IV/2014 (ekspansi regional) kayaknya. Jadi gini, regional expansion itu terkait persaingan yang ketat. Contoh Singapura ya, dia kan pemainnya nggak hanya yang low cost, tapi yang full service juga besar-besar," kata Arif Wibowo.

Dia menuturkan, untuk pasar regional yang diliriknya, Singapura dan Kuala Lumpur menjadi target ekspansi utama. Namun, saat ini pihaknya masih fokus untuk memperdalam pasar domestik,”Saya sih tetap melihat Singapura dan Kuala Lumpur. Tapi, fokuskan dulu di domestik deh. Karena PR-nya masih banyak," jelasnya. (bani)

Related posts