BEI Akui Pesimis Target IPO Tercapai

NERACA

Jakarta – Memasuki akhir tahun tinggal dua bulan lagi, rupanya membuat PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pesimistis bila target IPO tahun ini sebanyak 30 emiten baru bisa tercapai. Alasannya, kondisi ekonomi Indonesia yang masih tertekan akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia yang tinggi dinilai masih menjadi kendala.

Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko PT Bursa Efek Indonesia, Adikin Basirun mengatakan, target mendatangkan 30 emiten baru sulit tercapai,”Saya kira akan terkoreksi sedikit, di bawah 30 emiten,”ujarnya di Jakarta, Kamis (2/10).

Setelah Bank Dinar menjadi emiten ke-18 yang melakukan initial public offering (IPO), rencananya pekan depan akan ada dua calon emiten yang akan melakukan paparan kecil terkait rencana melakukan IPO, yaitu PT Golden Plantation (perkebunan) dan PT Archi Indonesia (tambang).

Sementara itu, ada lima perusahaan lain yang masuk dalam rencana IPO: PT Blue Bird Group, PT Soechi Lines Indonesia, PT Imack Pratama Industri, PT Intan Baruprana Finance dan PT Karisma Aksara Mediatama (percetakan). Jika semua melakukan listing, maka akan ada total 25 emiten pendatang baru di tahun 2014."Dengan sisa waktu batas pendaftaran akhir September ini untuk bisa listing tahun ini juga, peluang mencapai target 30 emiten relatif sulit," tambahnya.

Adikin mengatakan perusahaan terus mengembangkan infrastruktur demi menambah jumlah emiten maupun investor, di antaranya dengan memperkuat jaringan teknologi informasi, termasuk kapasitas transaksi. Di sisi mikro struktur, BEI menyediakan berbagai mekanisme yang memudahkan pelaku seperti pre-closing, post trading, perubahan lot size, penurunan fraksi harga hingga pembebasan screen fee bagi kalangan akademis."Kita akan terus menarik calon emiten dan investor," katanya.

Dari sisi bisnis sendiri, dengan adanya straight through processing, memungkinkan pelaku melakukan transaksi sampai settlement secara elektronik sehingga lebih cepat dan tepat."Transaksi harian mencapai 250, jauh meningkat. Di banding saat masih menggunakan script," tambahnya

Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen pernah bilang, pihaknya masih memiliki waktu hingga minggu pertama Oktober 2014 untuk mencapai target 30 emiten baru, “Kita tunggu sampai minggu pertama Oktober, jika sudah tidak ada yang daftar pasti sudah tak tercapai target. Tapi, ya kita liat saja,”ungkapnya.

Hoesen menjelaskan, kenapa batas akhir dipatok awal Oktober 2014, karena jika perusahaan yang akan melakukan IPO menggunakan buku Juni, maka paling lambat penyerahan ke bursa itu pada awal Oktober nanti,”Kalo pake buku Juni, ya sampai Oktober. Tapi, kalau pake buku Juli itu kan pasti tahun depan,” tambahnya. (bani)

BERITA TERKAIT

PTPP Ikut Tunda Rencana IPO PP Energi - Kondisi Pasar Belum Kondusif

NERACA Jakarta – Menyusul beberapa perusahaan yang menunda untuk listing di pasar modal atau mencatatkan saham perdananya di pasar modal,…

Geo Dipa Energi Rencanakan IPO di 2022 - Kejar Pertumbuhan Aset

NERACA Jakarta – Perusahaan energi di bidang panas bumi, PT Geo Dipa Energi (GeoDipa) berniat untuk menjadi perusahaan go public…

BEI Sambut Baik Wacana MTN Lewat Bursa - Perkuat Transparansi

NERACA Jakarta – Wacana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengkaji penerbitan surat utang jangka menengah (medium-term note/MTN) melalui bursa atau pasar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Metrodata Bagikan Dividen Rp 10 Persaham

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan pertumbuhan laba bersih 12,1% sepanjang tahun 2017 kemarin, mendorong PT Metrodata Electronic Tbk (MDTL) untuk…

Duta Pertiwi Bidik Laba Bersih Rp 6 Miliar

NERACA Jakarta – Membaiknya harga batu bara, menjadi alasan bagi PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) untuk mematok pertumbuhan bisnis…

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…