OJK Surati 2.600 Perusahaan Jasa Keuangan - Tingkatkan Literasi Keuangan

NERACA

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berusaha meningkatkan pengetahuan mengenai literasi keuangan, salah satunya dengan mewajibkan perusahaan jasa keuangan memberi pendidikan kepada masyarakat, minimal satu tahun sekali,”Kami harapkan pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai sistem keuangan dapat meningkat dengan pendidikan-pendidikan tersebut," kata Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan Sri Rahayu Widodo di Jakarta, Selasa (30/9).

Literasi keuangan adalah kemampuan untuk memahami pengetahuan serta keterampilan untuk mengelola sumber daya keuangan untuk mencapai kesejahteraan. Untuk itu, dia mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada 2.600 perusahaan jasa keuangan yang berada di bawahnya, dan mereka berkewajiban melakukan pendidikan mengenai literasi keuangan kepada masyarakat.

Hingga saat ini, dia mengatakan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia masih sangat rendah bila dibandingkan dengan negara-negara lain. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh OJK, lebih dari 75% masyarakat Indonesia belum memenuhi standar literasi keuangan.

Meskipun demikian, dia optimistis kemampuan literasi keuangan masyarakat indonesia akan terus naik kedepannya melalui beberapa program yang dia terapkan,”Kami juga melakukan kerja sama dengan Kemendikbud dengan melakukan pengkayaan mata pelajaran ekonomi untuk kelas 10, serta memberikan pelatihan untuk guru-guru," katanya.

Selain itu, dia menambahkan pihaknya juga terus aktif memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat untuk memahami literasi keuangan. Sementara ekonom BNI, Ryan Kiryanto menambahkan, rendahnya literasi keuangan di Indonesia menjadi pekerjaan rumah bagi OJK untuk meningkatkan daya saing industri keuangan dalam negeri.

Menurut Ryan, indikator rendahnya literasi keuangan di Indonesia dapat dilihat dalam dua aspek. Pertama, dilihat dari rasio loan kepada GDP yang hanya sekitar 33%. Kedua, funding terhadap GDP baru sekitar 35%. Kedua angka ini perlu ditingkatkan di masa-masa mendatang,”Tapi, ini indikasi Indonesia benar-benar punya potensi untuk tumbuh dan berkembang. Tapi, karena tingkat kesadaran rendah maka ini jadi PR berat OJK untuk lakukan edukasi kepada masyarakat”, ungkapnya.

Menjadi Tantangan

Ryan berpendapat, beratnya PR OJK dikarenakan Indonesia merupakan negara kepulauan. Artinya, tingkat pemahaman masyarakat akan industri jasa keuangan berbeda-beda, sehingga perlu dilakukan usaha keras agar tingkat literasi keuangan naik.“OJK tidak bisa berjalan sendiri. Harus bergandengan tangan dengan industri. Dengan dukungan teknologi dan perangkat media yang masif bisa membantu pemahaman masyarakat untuk berinteraksi dengan industri jasa keuangan”, pungkasnya.

Menyadari masih rendahnya daya saing industri keuangan dalam negeri, tidak bisa lepas dari rendahnya literasi keuangan di Indonesia, memicu PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) perusahaan asuransi di Indonesia untuk terus mengedukasi literasi keuangan kepada masyarakat sejak dini. Pentingnya, meningkatkan kecerdasan finansial sejak dini dikarenakan anak-anak saat ini tumbuh di dunia yang semakin kompleks, yang pada akhirnya mereka perlu untuk mengambil alih masa depan finansial mereka sendiri.

Bagi Penasihat International Association of Registered Finansial Counsultan Indonesia Chapter, Godo Tjahjono menuturkan bahwa kecerdasan dan keterampilan finansial adalah modal yang sangat penting untuk survive dalam ketidakpastian. Oleh karena itu, banyak pelaku jasa keuangan di Indonesia yang menciptakan program untuk membuat generasi muda ‘melek’ dunia keuangan. Salah satunya adalah PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life).

Sebagai perusahaan jasa keuangan, Sun Life memahami bahwa seiring pendapatan per kapita masyarakat yang terus meningkat sudah sepantasnya harus diimbangi dengan pemberian edukasi dan sosialisasi soal keuangan yang memadai agar masyarakat lebih melek finansial. (bani)

BERITA TERKAIT

Kantungi Empat Proyek Baru - TOTL Pede Target Kontrak Baru Capai Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Mengandalkan proyek-proyek pembangunan gedung dan infrastruktur lainnya, tidak menjadi kekhawatiran bagi PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL)…

IPO Almazia Ditaksir Oversubscribed 3 Kali

NERACA Jakarta – Jelang pencatatan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas selaku penjamin emisi penawaran umum saham perdana…

MAPI Lunasi Pokok Obligasi Rp 205,45 Miliar

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang dan juga menjaga kesehatan keuangan, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) telah melunasi pokok obligasi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…

Geliatkan KEK Tanjung Lesung - KIJA Cari Investor Potensial Kembangkan Wisata

NERACA Jakarta – Bangkit dari musibah gempa dan tsunami Banten yang terjadi pada 2018 lalu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.…