Laju Pasar Obligasi Diprediksi Melemah

Rabu, 01/10/2014

Laju pasar obligasi pada pekan ini diprediksi mulai melemah terbatas lantaran koreksi signifikan yang telah terjadi dalam dua pekan sebelumnya. Sekretaris Umum Forum Komunikasi Certified Securities Analyst (FK-CSA) Reza Priyambda mengatakan, laju pasar obligasi pada pekan ini akan ditentukan oleh penilaian pelaku pasar terhadap rilis data-data makroekonomi Indonesia dan laju nilai tukar rupiah,”Kami harapkan pelemahan yang ada dapat sedikit terbatas dengan telah dalamnya penurunan yang terjadi dalam dua pekan kemarin," kata dia di Jakarta, kemarin.

Dia memperkirakan dan mengharapkan laju pasar obligasi mulai melemah terbatas dengan perubahan harga rata-rata minimal 20-35 basis points (bps). Tetapi, jika sebaliknya maka harga obligasi akan mencoba bergerak naik dengan minimal rata-rata 15-25 bps. "Untuk itu, tetap cermati perubahan sentimen yang ada,”ujar Reza.

Pada pekan ini, pemerintah akan kembali melakukan lelang Surat Utang Negara dalam mata uang pada hari ini (30/9), dengan jumlah indikatif yang dilelang sebesar Rp10 triliun untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN-P 2014.

Rinciannya, Seri SPN03150103 (new issuance) dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo pada 3 Januari 2015; Seri SPN12151001 (new issuance) dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo pada 1 Oktober 2015; Seri FR0069 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 7,875% dan jatuh tempo pada 15 April 2019.

Selain itu, Seri FR0071 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 9,000% dan jatuh tempo pada 15 Maret 2029; Seri FR0068 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 8,375% dan jatuh tempo pada 15 Maret 2034. (bani)