Oknum Kolektor FIF

Pada Jumat (26/09) sekitar jam 14.00 WIB, anak saya melintasi Jalan A Yani Bekasi dengan mengendarai motor Honda Beat warna biru. Tiba-tiba anak saya dikejar dan dipepet oleh tiga buah motor yang dikendarai pegawai yang katanya dari FIF. Mereka bermaksud menarik motor yang pembayarannya memang terlambat selama satu bulan.

Apakah memang seperti ini kebijakan manajemen FIF dalam menangani nasabahnya yang terlambat walaupun baru satu bulan? Tindakan seperti ini hampir saja mencelakai anak saya.

Setelah anak saya menunjukkan kwitansi pembayaran cicilan motor, barulah dilepaskan.

Dengan kejadian ini saya akan memutuskan hubungan dengan FIF yang selama ini terjalin dengan baik selama 7 tahun lebih. Yang saya sayangkan adalah, mengapa tidak diberikan surat teguran atau datang ke alamat saya apabila terjadi keterlambatan?

Junaedhie, Bekasi

junaedhiesp@yahoo.com

BERITA TERKAIT

Terbitkan Obligasi Rp 1,5 Triliun - FIF Group Tawarkan Bunga Hingga 9,50%

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan pembiayaan lebih besar lagi, PT Federal International Finance terus menggalang pendanaan untuk mendanai ekspansi bisnisnya.…

KPK Identifikasi 84 Nomor Telepon Digunakan Oknum KPK Gadungan

KPK Identifikasi 84 Nomor Telepon Digunakan Oknum KPK Gadungan NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengidentifikasi 84 nomor…

Penyerapan Pasar Sepi - BEI Catatkan Obligasi FIF Rp 1,3 Triliun

NERACA Jakarta - PT Federal International Finance (FIF) mencatatkan surat utang (obligasi) di Bursa Efek Indonesia (BEI) senilai Rp1,3 triliun…

BERITA LAINNYA DI SURAT PEMBACA

Kapan Akses Stasiun Gambir Dibuka Lagi?

Sebagai pelanggan KRL Commuterline mengharapkan agar KRL dapat berhenti di stasiun Gambir untuk menurunkan atau menaikkan penumpang seperti pernah terjadi…

Raillink Buka Rute Bekasi-Manggarai

Untuk mengatasi beban kerugian PT Raillink, sebaiknya kereta bandara membuka rute Manggarai-Bekasi untuk mengisi gerbong kosong. Pasalnya, KA Parahyangan juga…

Penumpang KRL Punya Hak Sama

Manajemen PT KCI harus mencabut kembali tulisan di dalam gerbong yang intinya meminta penumpang memberikan tempat duduk kepada yang lebih…