BW Plantation Bukukan Laba Rp 141,22 Miliar

NERACA

Jakarta - Tercatat sepanjang semester pertama tahun ini, PT BW Plantation Tbk (BWPT) membukukan laba bersih sebesar Rp141,22 miliar atau naik 67,28% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp84,42 miliar. Sementara laba bersih per saham dasar meningkat menjadi Rp31,53 dari Rp20,83 dan laba bersih per saham diluasian menjadi Rp30,31 dari Rp19,89 per lembar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan menjelaskan, melonjaknya laba bersih perusahaan perkebunan sawit tersebut didukung meningkatnya pendapatan usaha dan selisih kurs. Pendapatan usaha BWPT selama enam bulan pertama tahun ini naik 36,35% menjadi Rp744,93 miliar dari periode enam bulan tahun lalu senilai Rp546,35 miliar.

Kendati demikian, naiknya pendapatan seiring bertambahnya beban pokok penjualan menjadi Rp405,49 miliar dari Rp307,78 miliar. Selain itu, beban usaha juga naik menjadi Rp114,64 miliar dari Rp90,15 miliar. Sementara laba usaha perusahaan terkerek 51,47% menjadi Rp224,81 miliar dibanding akhir Juni tahun lalu senilai Rp148,42 miliar. Sedangkan keuntungan selisih kurs mencapai Rp377,57 juta dari sebelumnya rugi Rp684,15 juta.

Penjualan aset tetap tercatat bertambah menjadi Rp714,62 juta dari Rp494,3 juta dan pendapatan lain-lain bersih naik menjadi Rp8,14 miliar dari Rp2,32 miliar. Sementara pendapatan bunga susut menjadi Rp415,06 juta dari Rp1,05 miliar dan beban bunga meningkat menjadi Rp44,79 miliar dari Rp38,52 miliar.

Jumlah aset perusahaan akhir Juni 2014 sebesar Rp6,55 triliun, dengan total utang Rp4,21 triliun. Jumlah itu meningkat dibanding akhir tahun lalu, di mana aset perusahaan senilai Rp6,2 triliun, dengan utang Rp4,02 triliun.

Pada perdagangan saham Kamis sesi siang, harga saham PT BW Plantation Tbk berada di level Rp540 per lembar. Saham BWPT terkena auto rejection karena anjlok signifikan mencapai 180 poin atau 25% dibanding penutupan kemarin di Rp720 per lembar.

Anjloknya saham perseroan tersengat rencana rights issue BWPT sebanyak 27,02 miliar atau sekitar 85,71% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Adapun harga pelaksanaan rights issue di bawah harga saham perseroan saat ini, yakni Rp390-Rp411 per lembar. Dengan demikian, dana yang diraih dari gelaran tersebut sebesar Rp10,53 triliun-Rp11,1 triliun.

Adapun dana hasil rights issue, sedianya akan digunakan untuk akuisisi Grup Green Eagle sebesar Rp10,53 triliun dan sisanya untuk modal kerja perusahaan. Asal tahu saja, dalam penerbitan rights issue tersebut, perseroan telah memiliki Pembeli siaga. Diantaranya, PT Rajawali Capital International, BNI Securities, Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas dan Valbury Asia Securities. Selanjutnya, para pembeli siaga akan menawarkan dan menjual sisa saham itu kepada PT BSR Indonesia, investor domestik maupun asing melalu suatu penawaran terbatas. (bani)

BERITA TERKAIT

Industri Tekstil Indonesia Bidik Ekspor Senilai US$14 Miliar - Sepanjang 2018

NERACA Jakarta – Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional diyakini mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan devisa dari ekspor…

HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar - Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Sinarmas AM Targetkan Dana Kelola Rp 500 Miliar - Terbitkan Produk ETF Pertama

NERACA Jakarta – Ramaikan produk Exchanged Traded Fund (ETF) di pasar modal, PT Sinarmas Asset Management menerbitkan reksa dana indeks…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…