Aliansi Dua Maskapai Akan Diluncurkan Januari - Singapore Airlines-Air New Zealand

NERACA

Jakarta – Singapore Airlines dan Air New Zealand telah mengkonfirmasikan bahwa tanggal 6 Januari 2015 merupakan tanggal peluncuran program aliansi antara kedua maskapai tersebut, di mana layanan penerbangan codeshare akan mulai dijual untuk rute antara Singapura dan Selandia Baru pada tanggal 25 September.

Aliansi ini memperlihatkan bahwa maskapai Star Alliance tersebut akan mengoperasikan satu kali layanan penerbangan pulang-pergi setiap hari pada rute penerbangan Singapura-Auckland, sementara Singapore Airlines akan mengoperasikan layanan penerbangan harian pulang pergi antara Singapura dan Christchurch.

Tujuan aliansi Singapore Airlines dan Air New Zealand adalah untuk meningkatkan kapasitas penerbangan mereka saat ini pada rute Selandia Baru dan Singapura hingga 30% sepanjang tahun, serta memberikan manfaat tambahan bagi para pelanggan.

Para pelanggan akan menikmati peningkatan kapasitas dan frekuensi penerbangan tambahan antara kedua negara tersebut serta konektivitas codeshare ke 40 destinasi lanjutan pada jaringan Air New Zealand. Sebagai timbal balik, Air New Zealand akan melakukan kerjasama codeshare ke 50 destinasi lanjutan pada jaringan Singapore Airlines dan SilkAir.

"Program aliansi ini merupakan contoh nyata tentang bagaimana dua maskapai penerbangan dapat melakukan lebih banyak hal dengan saling bekerjasama daripada melakukan secara sendiri-sendiri. Melalui peningkatan frekuensi penerbangan antara Singapura dan Selandia Baru serta penambahan destinasi-destinasi melalui kerjasama codeshare, hal ini akan memberikan banyak manfaat bagi para pelanggan. Hal ini juga merupakan contoh lain dari komitmen kami terhadap pasar Pasifik Barat Daya yang sangat penting," ujar CEO Singapore Airlines Goh Choon Phong, dalam siaran pers, Selasa (23/9).

Sementara itu, CEO Air New Zealand Christopher Luxon mengatakan aliansi dengan Singapore Airlines yang segera akan ditawarkan ini merupakan tonggak penting dalam strategi pertumbuhan. “Kami berharap dapat beroperasi ke Singapura untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir, di mana aliansi ini akan memungkinkan kami untuk memperluas jaringan penerbangan jarak jauh kami dan membuka berbagai destinasi baru melalui kerjasama codeshare bagi para pelanggan kami,” jelasnya.

"Singapore Airlines dianggap terbaik karena produk dan layanan dalam pesawat-nya, di mana kami percaya akan dapat melengkapi layanan penerbangan Air New Zealand yang selama ini juga telah dianggap sebagai salah satu yang terbaik. Dengan kerjasama yang erat ini kami berharap dapat lebih merangsang pasar dan mendorong jumlah pengunjung dari kedua rute penerbangan tersebut," sebutnya.

Berdasarkan aliansi ini, Air New Zealand akan mengoperasikan pesawat Boeing 777-200 yang baru diperbaharui pada rute Auckland-Singapura yang menawarkan layanan tempat duduk di Kelas Bisnis Premier (Business Premier), Kelas Ekonomi Premium (Premium Economy), Kelas Ekonomi Skycouch dan Kelas Ekonomi.

Singapore Airlines akan terus mengoperasikan pesawat Boeing 777-200ER yang telah dilengkapi dengan berbagai komponen tambahan pada rute penerbangan Singapura-Christchurch. Airbus A380 akan digunakan pada rute Singapura-Auckland selama operasi Musim Dingin Utara (Northern Winter), serta penerbangan kembali dengan menggunakan Boeing 777-300ER selama Musim Panas Utara (Northern Summer).

BERITA TERKAIT

Nissan SUV New Terra Masuk Pasar Asia Tenggara

Nissan meluncurkan SUV New Terra di Filipina sebagai bagian dari langkah perusahaan guna memperkuat komitmennya di kawasan Asia Tenggara. Pelanggan…

Toyota Akan Gelontorkan Investasi Baru Untuk Mobil Listrik

Toyota melalui PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) siap menggelontorkan untuk pengembangan mobil listrik di dalam negeri, yang ditargetkan pemerintah…

Shell Rilis Dua Produk Bahan Baku Industri Manufaktur

Shell Lubricants Indonesia meluncurkan dua produk unggulannya, yaitu Shell Flavex 595B, Shell Risella X dan berbagai produk portfolio dalam kategori…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Ini Jurus Wujudkan Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya mewujudkan visi Indonesia untuk menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada tahun 2020. Peluang…

Laporan Keuangan - Satu Dekade, Kemenperin Raih Opini WTP Berturut

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk laporan keuangan…

Dukung Industri 4.0 - Kemenperin Usul Tambah Anggaran Rp 2,57 Triliun

  NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian mengusulkan tambahan anggaran pada tahun 2019 kepada DPR RI sebesar Rp2,57 triliun. Anggaran tersebut…