Peduli UKM, Sampoerna Gelar PKK Expo

NERACA

Jakarta – Sebagai tanggung jawab sosial perusahaan, produsen rokok PT HM Sampoerna Tbk kembali menggelar acara tahunan Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna Expo 2014 di Tunjungan Plaza, Surabaya, pada 20-21 September 2014. Informasi tersebut disampaikan perseroan di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, pembukaan PPK Sampoerna Expo di tahun keenam ini akan dibuka oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI, Kementerian Pertanian, Manajemen Sampoerna dan perwakilan UMKM dari Jawa Timur, Jawa Barat, Lombok, Lampung dan Kalimantan Selatan. “Kami mengapreasi komitmen Sampoerna terhadap peningkatan perekonomian Indonesia khususnya di Surabaya dengan upaya pengembangan kewirausahaan masyarakatt Surabaya. Dengan upaya Sampoerna ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan tentunya terjadi peningkatan perekonomian Surabaya,” kata Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Pemerintah RI melalui Kementerian Koperasi dan UKM tengah menggalakkan pertumbuhan wirausaha melalui program Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) yang telah memasuki tahun ketiga (sejak 2011). Didukung oleh program instansi lain yang memiliki program sama untuk mencapai angka 2% wirausaha, pemerintah optimistis target tersebut bisa tercapai.

Rasio kewirausahaan di Indonesia sendiri mengalami peningkatan dari 0,24% (2011) menjadi 1,56% (2012) dan diharapkan berkembang menjadi 2-4% pada 2013. Pertumbuhan wirausaha juga membuat Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis bahwa geliat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur kian bergairah. Hal ini terlihat dari pertumbuhan UKM Jatim yang saat ini terus mengalami kenaikan. Hingga akhir 2012 jumlah UKM Propinsi Jatim mencapai sekitar 6,8 juta usaha atau sekitar 16.5 % dari jumlah penduduk Jatim yaitu sekitar 42 juta orang. “Harapan kita komitmen Sampoerna dapat diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya di Surabaya untuk membantu mengatasi permasalahan kesejahteraan masyarakat. UKM makin banyak yang dibina oleh Sampoerna sehingga permasalahan pengangguran dapat diatasi dan angka kemiskinan makin menurun,” ungkap Risma.

PPK Sampoerna Expo bertujuan untuk memperkenalkan pencapaian usaha kecil dan menengah (UKM) binaan PPK Sampoerna dalam menjalin interaksi dan sinergi antar pemangku kepentingan terkait pengembangan kewirausahaan (akademisi, pengusaha, pemerintah dan komunitas) serta untuk membangun jarin pemasaran UKM. PPK Sampoerna juga mencerminkan dukungan kami terhadap Gerakan Kewirausahaan Nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2011.“Sebagai salah satu warga usaha yang baik, kami turut mendukung gerakan kewirausahaan dan pengembangan sinergi multi pihak yang dapat mendukung percepatannya. Sebuah komitmen yang diwujudkan dengan pendirian Pusat pelatihan Kewirausahaan Sampoerna (“PPK Sampoerna”) pada tahun 2007 dan penyelenggaraan kegiatan tahunannya. Kami beranggapan bahwa lingkungan yang kuat dan mendukung akan berdampak pada pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” kata Presiden Direktur Sampoerna Paul Janelle.

Tahun ini PPKS Expo diikuti oleh lebih dari 100 UKM binaan Sampoerna, termasuk UKM terpilih dari Jawa Timur, Jawa Barat, Lombok, Lampung dan Kalimantan Selatan yang bergerak di bidang makanan dan minuman, garmen, agribisnis, kerajinan tangan, mebel, peternakan, dan industri lainnya, serta dari mitra PPKS, yakni akademisi, pebisnis dan pemerintah.

Para wirausahawan ini dibantu di setiap tahapan usaha mereka oleh para ahli di bidang masing-masing. Beberapa usaha tersebut kini sudah menghasilkan omzet bulanan hingga Rp100 juta dan mempekerjakan hingga 40 karyawan dari komunitas sekitar, sehingga membantu mengurangi pengangguran,”Komitmen Sampoerna untuk membangun perekonomian masyarakat melalui PPKS sejalan dengan perannya sebagai katalisator perekonomian Indonesia selama 101 tahun. Kami yakin bahwa keberlangsungan usaha Sampoerna juga didukung oleh pembangunan ekonomi yang berkelanjutan pada masyarakat di sekitar kami. Agar sebuah bisnis bisa tetap berkelanjutan, bisnis tersebut harus ramah lingkungan. Untuk itulah kami berkomitmen kuat melalui program CSR kami untuk fokus mendukung pemberdayaan komunitas secara ramah lingkungan,” ujar Taruli Aritonang, Manager of CSR & Contributions.

Komitmen Sampoerna untuk mengembangkan program komunitas yang berkelanjutan telah diakui luas, seperti telah dibuktikan dari berbagai penghargaan yang telah diterima, termasuk penghargaan “Forum Perusahaan untuk Pengembangan Masyarakat” dalam kategori Gold di 2011 serta penghargaan “Tokoh Pengusaha dan Pemimpin Perusahaan Penggerak UMKM 2012” dari Kementerian Koperasi dan UKM. (bani)

Related posts