Pantang Menyerah Tingkatkan Likuiditas - Optimis Target IPO Tercapai

NERACA

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis penambahan jumlah perusahaan tercatat atau emiten di pasar modal melalui mekanisme penawaran umum perdana saham (IPO) sebanyak 30 perusahaan pada tahun ini dapat tercapai, sehingga likuiditas pasar modal Indonesia terus meningkat,”Kita harus optimis. Likuiditas pasar modal akan meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah emiten. Kita lihat saja nanti, pada pekan depan ada lagi perusahaan yang menyatakan minat untuk melakukan IPO," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen di Jakarta, kemarin.

Dia memaparkan bahwa pada pekan ini, dijadwalkan PT Golden Plantations yang bergerak di bidang sawit mentah (CPO) dan PT Archi Indonesia di bidang pertambangan akan melakukan paparan mini dengan pihak Bursa terkait rencananya untuk melaksanakan IPO di tahun ini.

Maka dengan demikian, lanjut Hoesen, dalam "pipeline" IPO Bursa terdapat tujuh perusahaan yang merencanakan untuk melaksanakan IPO. Jika perusahaan itu berhasil merealisasikan untuk menjadi perusahaan publik maka penambahan jumlah perusahaan tercatat di BEI mencapai 25 emiten,”Dari awal 2014 hingga saat ini sudah sebanyak 18 perusahaan yang masuk bursa, ditambah tujuh perusahaan maka menjadi 25 perusahaan, muda-mudahan terealisasi,”katanya.

Hoesen menyebutkan perusahaan lainnya yang juga masuk dalam "pipeline" IPO yakni PT Impack Pratama Industri, PT Intan Baruprana Finance, Blue Bird Group, PT ASI Pujiastuti Aviation (Susi Air), dan PT Karisma Aksara Mediatama.

Sebelumnya, Direktur Utama BEI Ito Warsito menambahkan bahwa meski kondisi ekonomi Indonesia memang sedang tidak terlalu baik, nilai tukar rupiah masih melemah terhadap dolar AS, tingkat suku bunga acuan bank Indonesia (BI rate) cukup tinggi di level 7,5%, BEI tidak khawatir mengganggu target IPO.

Sementara anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida pernah bilang, pihanya akan berupaya mencari terobosan lain agar jumlah emiten di Bursa Efek Indonesia terus bertambah. Untuk itu, OJK tengah menggodok sejumlah peraturan baru untuk meningkatkan likuiditas pasar modal di Indonesia.

Menurutnya, adanya peraturan baru tersebut diharapkan dapat mendongkrak jumlah emiten dan investor dalam negeri,”Kita harus meningkatkan jumlah emiten ke depan, salah satu dampak peraturan baru adalah peningkatan sinergi antara pasar modal, perbankan, serta asuransi," katanya.

Nurhaida mengatakan, sejak akhir 2013 OJK tengah berencana mempermudah peraturan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) guna mendorong calon emiten go public. Hal yang perlu dilakukan yakni menyederhanakan proses IPO agar menjadi lebih mudah untuk melakukan IPO. Selain itu meningkatkan jumlah produk, OJK akan memudahkan pelaku untuk menerbitkan produk-produk baru.

Kemudian untuk meningkatkan jumlah investor di pasar modal. Pihaknya, terus agresif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Pihaknya juga membangunan sistem e-registration untuk calon emiten yang hendak mengurus izin penawaran umum. Sistem online adalah upaya perampingan prosedur pendaftaran yang selama ini dianggap rumit,”Bakal emiten yang ingin mendaftar diharapkan mendapat kemudahan dan penghematan biaya lewat prosedur baru tersebut," tandasnya. (bani)

Related posts