Laba Nusantara Infrastucture Melesat 167% - Ditopang Bisnis Telekomunikasi

NERACA

Jakarta –Sepanjang semester pertama tahun ini, perusahaan pengelola jalan tol PT Nusantara Infrastructure, Tbk (META) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 49,68 miliar atau naik 167% dibandingkan priode yang sama tahun lalu. Pendapatan perseroan juga meningkat 73% menjadi Rp 249,62 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (18/9).

General Manager Corporate Affairs Nusantara Infrastructure, Deden Rochmawaty mengatakan, kinerja keuangan positif dan tumbuh secara berkelanjutan sejalan dengan pertumbuhan bisnis perseroan dan anak- anak perusahaan yang semakin solid, seperti di sektor jalan tol, energi terbarukan, pelabuhan, pengolahan air bersih, serta investasi terbaru Perseroan khususnya di sektor menara telekomunikasi,”Pencapaian pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan ini memperkuat posisi perusahaan untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis yang sehat, sekaligus untuk mengembangkan anak usaha dan melakukan investasi lebih lanjut di sektor infrastruktur,”ujarnya.

Deden menambahkan, pada semester pertama tahun ini perseroan memperoleh tambahan pendapatan baru dari investasi di sektor menara telekomunikasi yakni sebesar Rp 58,34 miliar sebagai hasil dari akuisisi perusahaan telekomunikasi di bulan Februari 2014 lalu. EBITDA Perseroan juga meningkat 65% menjadi Rp 146,33 miliar dari Rp 88,92 miliar,”Kami cukup gembira dengan kontribusi pendapatan dari lini usaha terbaru kami di sektor pengelolaan menara telekomunikasi yang baru kami akuisisi awal tahun ini. Hal ini mencerminkan strategi dan eksekusi yang matang terhadap sektor dan bisnis baru yang kami geluti di sektor infrastruktur. Kami akan senantiasa menjaga hal sebagai nilai tambah Nusantara Infrastructure dalam mengelola dan mengoperasikan portofolio dalam Grup kami,” kata Deden.

Sebagai informasi, di awal tahun 2014 lalu, Nusantara Infrastructure memasuki sektor pengelolaan menara telekomunikasi dengan mengakuisisi saham mayoritas PT Komet Infra Nusantara (d.h PT Tara Cell Intrabuana) melalui anak usaha PT Telekom Infranusantara pada awal tahun 2014. Untuk akuisisi ini Perseroan menggandeng Providence Equity sebagai mitra strategis. Aksi korporasi positif tersebut memperkuat aset perusahaan sebesar 41% dari Rp 2,58 triliun menjadi Rp 3,63 triliun pada semester I-2014.

PT Komet Infra Nusantara adalah perusahaan menara telekomunikasi independen Indonesia yang memiliki dan mengoperasikan menara serta fasilitas pendukung lainnya di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Dumai, dan Riau.

Deden menjelaskan, dalam mengembangkan infrastruktur di Tanah Air, Perseroan selalu menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan positif. Untuk itu pihaknya selalu mencari peluang untuk ekspansi dan terbuka untuk menjalin aliansi dengan partner-partner lokal dan multinasional. Kerjasama yang telah dijalankan dengan CapAsia dan Providence Equity, lanjut Deden, akan memberi peluang lebih besar kepada Nusantara Infrastructure untuk masuk ke berbagai proyek infrastruktur di Indonesia yang dinilai potensial,”Kami akan tetap menjaga pertumbuhan bisnis yang positif dan bersyukur bahwa selama ini investor global dan multinasional memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap perusahaan. Selain membuktikan bahwa Good Corporate Governance perusahaan berjalan baik, hal ini juga menunjukkan bisnis infrastruktur memiliki prospek yang sangat bagus kedepannya,” kata Deden. (bani)

BERITA TERKAIT

Kemudahan Bisnis Harus Dorong Perkembangan Wirausaha

NERACA Jakarta – Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) mengingatkan bahwa kebijakan pemerintah harus fokus meningkatkan kemudahan berusaha sebagai upaya…

Niaga Daring - Infrastruktur Internet Cepat Topang Geliat Bisnis E-Commerce

NERACA Jakarta – Pemerintahan Presiden Joko Widodo selama empat tahun ini telah berhasil membangun internet cepat di seluruh Indonesia guna…

Pemprov Jabar Minta Jasa Sarana Pertajam Rencana Bisnis

Pemprov Jabar Minta Jasa Sarana Pertajam Rencana Bisnis NERACA Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) sebagai pemegang saham…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…