Jasa Marga Cari Pinjaman Rp 1,5 Triliun - Garap Proyek Tol 60 Kilometer

NERACA

Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menyatakanpihaknya akan mencari pinjaman perbankan senilai Rp 1,5 triliun. Halini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dana dari proyek jalan tolMedan-Tebing Tinggi.

Direktur Keuangan Jasa Marga, Reynaldi Hermansjah mengatakan, pembangunan tol Medan-Tebing Tinggi ini merupakan proyek konsorsium yangdilaksanakan perseroan bersama dengan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT),PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), dan PT Hutama Karya(Persero),”Proyek tol Medan-Tebing Tinggi ini total nilainya mencapai Rp 4triliun. Kami memiliki 55% saham dalam proyek tersebut,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut, dia menuturkan 70% dari investasi yang akandikeluarkan oleh perseroan akan dihasilkan dari pinjaman perbankan. Nilai pinjaman tersebut sesuai dengan besaran saham yang dimilikiperseroan dalam konsorsium. Saat ini, perseroan sedang melakukan penjajakan dengan beberapa lembaga perbankan di Indonesia.

Sebagai informasi, PT Jasa Marga Tbk akan menggarap pembangunan ruas jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 60 kilometer dengan nilai investasi sekitar Rp4 triliun. Dimana dana investasi didapat dari kas internal dan eksternal. Sebesar 30% berasal dari internal dan sisanya pinjaman perbankan.

Rencananya, pembangunan kontruksi jalan tol itu dapat dilakukan pada tahun 2015 dan rampung dalam dua tahun setelahnya. Di jalan tol tersebut, perseroan memiliki konsesi hingga 40 tahun. Hingga semester pertama tahun ini, Jasa Marga membukukan laba bersih sebesar Rp811,59 miliar atau meningkat sekitar 6,60% bila dibandingkan pencapaian kinerja periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp761,31 miliar.

Pada periode itu, pendapatan perseroan mengalami penurunan menjadi Rp4,49 triliun dari sebelumnya pada semester pertama 2013 sebesar Rp4,76 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Ragukan Data Pemerintah, Pengusaha Lebih Suka Cari Data Sendiri

    NERACA   Jakarta – Direktur Eksekutif Petani Centre Entang Sastraatmaja menilai pengusaha lebih suka mencari data sendiri ketimbang…

Deddy Mizwar: Proyek Meikarta Bermasalah Sejak Awal

Deddy Mizwar: Proyek Meikarta Bermasalah Sejak Awal NERACA Jakarta - Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat 2013-2018 Deddy Mizwar menyatakan proyek…

Dampak Suku Bunga Tinggi - Pefindo Taksir Nilai Obligasi Rp 138,1 Triliun

NERACA Jakarta - PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan total nilai penerbitan obligasi sepanjang tahun 2018 hanya Rp138,1 triliun. Nilai…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…