Sidomulyo Dapat Suntikan Modal Rp 180 Miliar

NERACA

Jakarta – Menjeleng penghujung akhir tahun ini, PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) terus agresif dalam pengembangan bisnis. Maka guna memuluskan ekspansi bisnisnya, emiten bidang transportasi dan distribusi kimia, terus mencari permodalan. Salah satu permodalannya, perseroan akan menandatangani perjanjian investasi dengan GEM Global Yield Fund LLC.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin. Disebutkan, kesepakatan antar kedua perusahaan berisi kesediaan suntikan modal total Rp180 miliar dari pemegang saham baru dalam kurun waktu tiga tahun. Nantinya, perseroan akan melakukan private placement sebesar 10% dari total saham perseroan.

Dengan dilakukannya penerbitan saham baru selama dua tahun, perseroan diperkirakan meraih dana minimal Rp50,61 miliar atau per lembar minimum Rp449,6 per lembar. Nantinya, dana yang diperoleh perseroan akan digunakan untuk pengembangan usaha dan operasional perseroan termasuk anak perusahaan perseroan. Dampak dari penerbitan saham baru ini adalah saham masyarakat akan terdilusi 1,70% dari 18,65% sebelum pelepasan saham ini. Perseroan akan menggelar RUPSLB pada 1 Oktober mendatang.

Jumlah saham perseroan hingga 30 Juni 2014 mencapai 1.125.875.000 saham, sehingga jumlah saham yang akan terbitkan sebanyak 112.587.500 saham. Perseroan merencanakan dana hasil PMTHEMTD untuk pengembangan usaha dan operasional perseroan. Sebelumnya, perseroan juga pernah menyampaikan rencana ekspansi dengan mengakuisisi perusahaan penyedia tangki, yakni PT Green Asia Tankliner. "Prosesnya sudah masuk tahap finalisasi dan diharapkan selesai bulan depan," ujar Tjoe Mien Sasminto, Direktur Utama Sidomulyo Selaras.

Untuk mewujudkan rencana akuisisi ini, perseroan menyiapkan duit investasi sebesar Rp 4 miliar hingga Rp 5 miliar. Agenda ekspansi lain yang akan digulirkan Sidomulyo adalah membentuk perusahaan patungan dengan Chemstation Asia Pte Ltd. Nantinya anak usaha tersebut akan mengoperasikan depo penyimpanan dan pencucian isotank. Sebagai informasi, Chemstation adalah perusahaan pemeliharaan isotank asal Malaysia.

Kedua perusahaan itu sepakat untuk membagi kepemilikan saham di perusahaan kongsian itu secara merata. Untuk aksinya ini, Sidomulyo siap membenamkan modal sebesar US$ 5 juta. Sidomulyo Selaras bersama-sama dengan Chemstation akan mendirikan depo di empat lokasi. Masing-masing adalah Marunda Jakarta Utara, Semarang, Surabaya, dan Belawan Medan. "Tahun ini kami akan membangun depo yang berlokasi di Marunda terlebih dahulu," terang Tjoe.

Sementara Erwin Hardiyanto, Direktur Keuangan Sidomulyo Selaras mengatakan, sumber dana untuk kegiatan akuisisi dan membentuk anak usaha patungan tersebut berasal dari kas internal, yang tidak termasuk belanja modal. Tahun ini, Sidomulyo menyiapkan belanja modal sebesar Rp 43 miliar. Pada 2015, belanja modal perusahaan naik menjadi Rp 53 miliar. "Komposisi sumber pendanaannya adalah 50% fasilitas pinjaman bank dan 50% kas internal," terang Erwin. (bani)

BERITA TERKAIT

Rights Issue Perkuat Struktur Modal FREN

Danai pelunasan utang dan juga belanja modal, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) berencana untuk meningkatkan modal dasar melalui mekanisme penerbitan…

RIMO Catatkan Laba Bersih Rp 83,81 Miliar

NERACA Jakarta - Di semester pertama 2018, PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) mencatatkan laba bersih sebesar Rp83,81 miliar  atau naik 175,14%…

Hakaaston Terbitkan MTN Rp 200 Miliar - Tawarkan Kupon 9,50%

NERACA Jakarta – Sempat tertunda rencana aksi korporasi penerbitan surat utang atau medium term notes, PT Hakaaston kembali menjadwalkan ulang…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Buana Lintas Lautan Tumbuh 48.5%

PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) berhasil memperoleh laba bersih US$7,44 juta untuk periode Juni 2018, meningkat 48.5% dari periode…

Investor Summit 2018 Berlanjut di Balikpapan

Rangkaian investor summit 2018 berlanjut di kota Balikpapan sebagai kota tujuan ketujuh dengan menghadirkan empat perusahaan tercatat yang menggelar paparan…

Saham DIGI Masuk Dalam Pengawasan BEI

Jakarta - Mengalami kenaikan harga saham di luar kebiasaan atau biasa disebut unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Arkadia…