PT PANN Gandeng PTPP Bisnis Anjak Piutang

PT PANN Pembiayaan Maritim menandatangani perjanjian kerja sama fasilitas pembelian tagihan (anjak piutang) dengan PT Pembangunan Perumahan Tbk (PP). Tahap pertama, perseroan menyediakan plafon pembiayaan sebesar Rp250 miliar.

Disebutkan, penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilakukan oleh Direktur Utama PT PANN Pembiayaan Maritim Suhardono dan Direktur Keuangan PT Pembangunan Perumahan Tumiyana,”Kerja sama ini dimaksudkan sebagai wujud program sinergi antarBUMN dan anak perusahaan sebagaimana diamanatkan di dalam keputusan menteri BUMN No KEP-109/MBU/2002,”kata Direktur Utama PT PANN Pembiayaan Maritim, Suhardono, kemarin.

Dia menjelaskan, kerja sama ini sejalan dengan keinginan perseroan untuk memacu bisnis di segmen anjak piutang, serta memenuhi kebutuhan mitra kerja PT Pembangunan Perumahan, seperti sub-kontraktor, supplier, pemborong dan pihak ketiga lainnya yang memiliki tagihan dari perusahaan.

Fasilitas anjak piutang ini memiliki manfaat bagi mitra kerja PT PP, antara lain cepat mendapatkan uang kas, biaya produksi akan menjadi lebih murah (diskon) karena pembayaran lebih awal, meningkatkan daya saing dunia usaha dan kontrol piutang menjadi lebih sederhana dan baik.

PT PP juga akan mendapatkan manfaat, yakni kualitas pekerjaan mitra akan menjadi lebih baik, selesai tepat waktu karena tersedia uang kang,”Yang penting lagi, penghematan biaya dan adanya fleksibilitas dalam mengatur cashflow sesuai prioritas di lapangan," tambah Suhardono.

PT PANN Pembiayaan Maritim merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan non-bank dengan fokus pada segmen maritim dengan pengalaman lebih dari 39 tahun. Bidang usaha PANN Maritime Finance merupakan penerusan usaha dari PT PANN (Persero) yang saat ini bertindak sebagai holding company.

Keunggulan kompetitif perseroan telah teruji dan menjadi yang terdepan dalam pembiayaan di bidang maritim dengan berbagai kombinasi. Antara lain, memiliki unit ship management yang mempunyai kemampuan dalam mencari kapal sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan, melakukan mitigasi risiko (historical record, classification record, maintenance record, dan lainnya) sejak predisbursement dan pengawasan operasional kapal pada saat post disbursement. (bani)

BERITA TERKAIT

Bidik Pertumbuhan Bisnis Double Digit - Acronis Gandeng Kerjasama Optima Solusindo

Perluas penetrasi pasar di Indonesia, Acronis sebuah perusahaan software yang bergerak di perlindungan keamanan siber menjalin kerjasama dengan PT Optima…

Gandeng IKA ITS, BNI Life Tawarkan Program Asuransi

    NERACA   Jakarta - PT BNI Life Insurance (BNI Life) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Ikatan Alumni…

Danai Ekspansi Bisnis Protelindo - TOWR Raih Pinjaman MUFG US$ 508,58 Miliar

NERACA Jakarta- Dalam mendukung pengembangan bisnisnya, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) belum lama ini mendapatkan pinjaman dari MUFG Bank…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pemda Kalsel Tertarik Untuk Obligasi Daerah

NERACA Banjarmasin -Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Rudy Resnawan menyatakan tertarik dengan potensi pengembangan obligasi daerah sebagai sumber pendanaan untuk…

URBN Bidik Rp 650,3 Miliar Private Placement

Danai pengembangan bisnisnya, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) berencana menerbitkan 320,366 juta lembar saham baru atau 10% dari modal…

Aksi Ambil Untung Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta  -Mengakhiri perdagangan Selasa (19/2) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tipis dipicu…